Rabu, 26 September 2018 | 12:45 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

Berita Mitra

Seorang Ayah di Sydney Bunuh Diri Setelah Tembak Dua Anaknya

Senin, 09 Juli 2018 - 09:24 WIB   
ABC.net.au - Seorang Ayah di Sydney Bunuh Diri Setelah Tembak Dua Anaknya
ABC.net.au - Seorang Ayah di Sydney Bunuh Diri Setelah Tembak Dua Anaknya

Seorang pria berusia 68 tahun ditemukan tewas, Jumat pagi (6/07), setelah menembak dua anak remajanya di sebuah rumah di Sydney.

Polisi telah mengidentifikasi pria tersebut. John Edwards adalah seorang pekerja di industri keuangan yang telah terlibat dengan pengadilan untuk menyelesaikan hak asuh anaknya dalam dua tahun terakhir.

Polisi menganggap penembakan ini direncanakan. Polisi mengatakan John pergi ke sebuah rumah di kawasan West Pennant Hills dan menembak putranya yang berusia 15 tahun dan putrinya yang berusia 13 tahun, Kamis sore (5/07) sekitar pukul 17:20 waktu setempat.

Keduanya ditemukan tewas di kamar tidur sebuah rumah yang juga ditinggali ibu mereka.

Setelah dicari semalaman, polisi menemukan tubuh John Jumat pagi di rumahnya di kawasan Upper North Shore, Sydney. Rumahnya ini berada sekitar 5 kilometer dari lokasi terbunuhnya anak-anaknya.

Polisi menemukan dua pistol di rumah John, yang digambarkan oleh polisi sebagai pistol yang sangat kuat.

Police were called to a house on Hull Road in West Pennant Hills about 5.20pm Video: Police were called to a house on Hull Road in West Pennant Hills about 5.20pm (ABC News)

"Dari informasi yang kami kumpulkan dalam 15 jam terakhir membuat saya percaya bahwa ini adalah sesuatu yang sudah direncanakan," kata Asisten Komisioner Kepolisian New South Wales, Brett McFadden.

"Dan kami yakin setelah melancarkan serangan, ia pergi ke rumahnya untuk merengut nyawanya sendiri."

Ibu dari anak-anak, usia 36 tahun, kembali ke rumahnya tidak lama setelah polisi tiba Kamis malam.

Polisi yakin kedua remaja berada di rumah sendirian ketika ayahnya menembak mereka.

"Ibunya yang melihat langsung terkejut. Saya tidak bisa membayangkan stres dan sakit hati yang ia alami saat ini," kata Komisioner McFadden.

"Pembunuhan yang mengerikan ... sebuah insiden yang paling traumatis."

Polisi mengenal sosok John, namun Komisioner McFadden mengatakan ia tidak memiliki catatan kriminal baru-baru ini.

Polisi juga mengatakan sudah ada persidangan soal hak asuh atas kedua anak itu.

"Rincian bagaimana hubungan mereka, terutama dalam beberapa waktu terakhir dan hak asuh pria berusia 68 tahun terhadap anak-anaknya akan diselidiki," ujar Komisaris McFadden.

Dewan Kepemimpinan Siswa dari sekolah Pennant Hills High School, dimana salah satu remaja bersekolah, mengunggah tulisan di laman Facebook dengan mengatakan "hati kami hancur" setelah ada beritanya.

"Hari ini [kami] menemukan bahwa salah satu siswa kami diambil dari kami terlalu cepat," kata pernyataan itu.

"Belasungkawa kami yang terdalam bagi para siswa, teman, keluarga, dan guru yang terpengaruh dari peristiwa memilukan dan menghancurkan ini."

Tak ada persiapan

Komisioner McFadden juga menggambarkan insiden penembakan tersebut sebagai sebuah "kejahatan keji".

"Ketika mempersiapkan diri sebagai seorang polisi, kita bersiap untuk menghadapi situasi yang paling tragis," katanya.

"Tapi tak ada yang bisa mempersiapkan kita untuk masuk ke sebuah rumah dan melihat dua anak dalam kondisi seperti itu. Saya berhasil berbicara dengan beberapa polisi yang terlibat. Mereka punya peranan dan melakukannya dengan baik."

Berbicara Kamis malam (5/07), Inspektur Ambulans NSW Kevin McSweeney mengatakan saat paramedis tiba di tempat kejadian mereka dihadapkan dengan "situasi yang sangat menyedihkan dan menegangkan".

Ia mengatakan tidak ada yang bisa dilakukan lagi untuk menyelamatkan anak laki-laki dan perempuan.

Sangat kejam, seharusnya tidak terjadi

Polisi menutup jalanan di Dean Street dan Hull Road di West Pennant Hills pada Kamis malam, di mana sekelompok tetangga berkumpul.

Seorang tetangga, Maya Clarke, mengatakan ia "terkejut dan takut" mendengar tragedi itu.

"Ini kawasan yang sebenarnya bagus," katanya.

"Seharusnya tidak terjadi ... sangatlah kejam, seharusnya tidak terjadi.

"Bagaimana orang bisa menembak anak-anak ... saya gemetaran."

Cucunya, Sienna Clarke, mengatakan kawasan tempat tinggal mereka sebelumnya tenang dan damai.

"Hal-hal buruk belum pernah terjadi di sini, jadi agak menakutkan karena rumah kami pas di jalan itu," katanya.

John Howard, warga lain yang telah tinggal di kawasan tersebut sejak tahun 1963 mengatakan kejahatan yang terjadi sangatlah sedikit.

"Mengerikan dan ini adalah sesuatu yang tidak pernah kami khawatirkan di area ini. Kami merasa sangat aman."

Dirangkum dari laporan aslinya dalam bahasa Inggris yang bisa dibaca disini.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 25 September 2018 - 18:18

Temu kangen dengan 1000 lebih warga Indonesia

Arestasi | 16 September 2018 - 14:14

TNI-Polri ungkap jaringan pemasok senjata KKB Papua

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com