Rabu, 21 November 2018 | 09:49 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Berita Mitra

Buntut kudeta yang gagal, Turki kembali pecat 18.000 tentara, polisi, guru dan PNS

Senin, 09 Juli 2018 - 09:24 WIB   
BBC Indonesia - Buntut kudeta yang gagal, Turki kembali pecat 18.000 tentara, polisi, guru dan PNS
BBC Indonesia - Buntut kudeta yang gagal, Turki kembali pecat 18.000 tentara, polisi, guru dan PNS
upaya kudeta Turki
Getty Images
Langkah pembersihan yang diumumkan pada hari Minggu (08/07) ini merupakan yang terbaru setelah upaya kudeta militer yang gagal dua tahun silam.

Pemerintah Turki telah memecat lebih dari 18.000 anggota tentara, polisi, akademisi, serta pegawai negeri, menjelang dua tahun peristiwa percobaan kudeta yang gagal pada 2016 silam.

Keputusan ini menyusul kemenangan Presiden Tayyip Erdogan dalam pemilihan presiden bulan lalu dan menjelang pengambilan sumpah dirinya sebagai presiden pada hari Senin (09/07) esok.

Langkah pembersihan yang diumumkan pada hari Minggu (08/07) ini merupakan yang terbaru setelah upaya kudeta militer yang gagal dua tahun silam.

Laporan-laporan yang dilansir media Turki menyebutkan kebijakan ini merupakan gelombang pemecatan yang terakhir.

kudeta yang gagal
Getty Images
Keterangan resmi pemerintah Turki menyebutkan 18.632 orang telah dipecat, termasuk 8.998 anggota polisi serta 6.152 personil militer.

Keterangan resmi pemerintah Turki menyebutkan 18.632 orang telah dipecat, termasuk 8.998 anggota polisi serta 6.152 personil militer, seperti dilaporkan Kantor berita AFP.

Dan menurut Kantor berita Reuters, ada 199 akademisi yang dipecat dari berbagai universitas di seluruh negara itu.

Sejauh ini otoritas Turki telah memecat sekitar 160.000 pegawai negeri sipil semenjak upaya kudeta militer yang gagal, demikian menurut Kantor HAM Amerika Serikat pada Maret silam.

Di antara mereka ada yang ditahan, dan ada lebih dari 50.000 sudah diadili dan saat ini mendekam di penjara.

upaya kudeta Turki
EPA
Kepolisian Turki menggiring orang-orang yang dituduh sebagai pendukung Fethullah Gulen di Kayseri, 26 April 2017 lalu.

Seperti dilaporkan Reuters, tindakan Turki yang disebut sebagai upaya pemberangusan terhadap kelompok opoisisi ini telah mengundang kritikan dari negara-negara Barat.

Mereka menuduh Presiden Tayyip Erdogan menggunakan peristiwa kudeta militer yang gagal itu sebagai dalih untuk memberangus kelompok oposisi.

Dalam berbagai kesempatan, Erdogan menyatakan tindakan itu diambil untuk mengurangi ancaman terhadap keamanan nasional.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Agustus 2018 - 07:50

BPJS Kesehatan tegaskan tak ada batasan lama rawat inap

Musik | 14 Oktober 2018 - 12:41

Penyanyi legendaris Saleem meninggal dunia

Aktual Dalam Negeri | 18 Agustus 2018 - 17:29

Zulkifli: Banyak penyelenggara negara belum pahami konstitusi

Asian Games 2018 | 28 Agustus 2018 - 17:23

Peraih medali emas dapat bonus uang Rp1,5 miliar, ini jatah pelatih

Aktual Sepakbola | 24 September 2018 - 20:48

Menpora ultimatum PSSI terkait insiden suporter Persija

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com