Galeri foto: Ratapan rakyat Rusia usai drama adu penalti yang menyesakkan itu
Senin, 09 Juli 2018 - 09:24 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
BBC Indonesia - Galeri foto: Ratapan rakyat Rusia usai drama adu penalti yang menyesakkan itu
Russian fan cries at the end of the teams quarter-final match against Croatia, 7 July 2018
Reuters
Seorang penggemar timnas Rusia, yang mengenakan pakaian tradisional, tidak mampu menahan tangis setelah jagoannya ditekuk Kroasia.

Sebagian rakyat Rusia meratapi kekalahan menyesakkan timnas mereka dari Kroasia dalam adu penalti yang menyesakkan itu.

Mereka sempat sorak-sorai saat timnya menyamakan kedudukan di menit-menit terakhir tambahan waktu, tetapi dalam hitungan menit kemudian situasinya berubah menjadi ratapan saat adu penalti.

Pendukung Rusia menangis setelah laga melawan Kroasia
Getty Images
Di stadion Sochi, seorang pendukung timnas Rusia menangis terseduh usai tim kesayangannya kalah adu penalti dari Kroasia.
Pendukung Rusia saat laga melawan Kroasia
Getty Images
Sebelum laga diakhiri lewat adu penalti, seorang fans timnas Rusia masih bisa menebar senyum di depan layar lebar.

Walaupun kekalahan itu menyesakkan di mata mereka, masyarakat dan pemerintah negara itu tidak mengutuk tim nasional mereka.

Sebaliknya, mereka dianggap sebagai pahlawan yang mengharumkan negara dan bangsa.

Presiden Vladimir Putin bahkan mengatakan dirinya bangga dengan para pemain yang disebutnya sebagai pahlawan.

Pendukung Rusia saat laga melawan Kroasia
Getty Images
Menunggu tendangan penalti, seorang fans timnas Rusia menanti dengan hati berdebar di depan layar lebar di sudut kota Moskow.
Russian fans at a public viewing of the FIFA World Cup 2018 quarter final in St Petersburg, 7 July 2018
EPA
Berharap timnas kesayangan mereka memenangi laga, tiga perempuan Rusia ini menanti dengan berdebar di depan layar lebar.
A Russian football fan in Samara, Russia, reacts as she watches a giant TV screen during the penalty shootout against Croatia, 7 July 2018
Getty Images
Detik-detik terakhir saat adu penalti membuat pendukung timnas Rusia itu seperti menolak kenyataan yang ada di hadapannya.
Russian midfielder Daler Kuzyaev reacts after the team lost their Russia 2018 World Cup quarter-final match to Croatia, 7 July 2018
AFP
Pemain tengah Daler Kuzyaev terlihat nestapa setelah timnya tersingkir menyakitkan di perempat final.
A Russia supporter reacts after the team lost the Russia 2018 World Cup quarter-final match against Croatia at the Fisht Stadium in Sochi, 7 July 2018
AFP
Kesedihan sepertinya terus menemani pria ini di stadion Sochi usai laga Rusia melawan Kroasia yang berakhir menyakitkan bagi tuan rumah.

Jika situasi pedih sempat membayangi orang-orang Rusia usai kekalahan itu, situasi sebaliknya sangat terlihat di jalan-jalan protokol dan alun-alun di pusat ibu kota Kroasia, Zagreb.

Di kota itu, mirip seperti kejadian 20 tahun silam, saat Kroasia mengalahkan Jerman di perempat final Piala Dunia 1998, rakyat Kroasia merayakan kemenangan dengan bernyanyi, berteriak dan mengibarkan bendera - juga berswafoto, tentu saja.

Krosia melaju ke semi final untuk menghadapi Inggris yang empat jam sebelumnya menyingkirkan Swedia dengan skor 2-0.

Pendukung Kroasia di Zagreb
AFP
Jika situasi pedih sempat membayangi orang-orang Rusia usai kekalahan itu, situasi sebaliknya sangat terlihat di jalan-jalan protokol dan alun-alun di pusat ibu kota Kroasia, Zagreb.
Pendukung Kroasia di Zagreb
AFP
Di kota itu, mirip seperti kejadian 20 tahun silam, saat Kroasia mengalahkan Jerman di perempat final Piala Dunia 1998, rakyat Kroasia merayakan kemenangan dengan bernyanyi, berteriak dan mengibarkan bendera - juga berswafoto, tentu saja.
Pendukung Kroasia di Zagreb
AFP
Masyarakat di ibu kota Kroasia merayakan kemenangan timnasnya setelah menggelar nonton bareng melalui layar lebar di alun-alun kota itu.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 25 April 2019 - 08:34 WIB
Game of Thrones (GoT), yang kini memasuki musim ke delapan, adalah salah satu film seri televisi yan...
Kamis, 25 April 2019 - 08:34 WIB
Putusan Pengadilan Tinggi Pulau Penang, Malaysia, yang membebaskan seorang perempuan yang diduga men...
Kamis, 25 April 2019 - 08:34 WIB
Komisi Pemilihan Umum menyatakan jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang ...
Kamis, 25 April 2019 - 08:34 WIB
Menyusul pemutaran perdana film laris Marvel, Avengers: Endgame, di Los Angeles, kini muncul kampany...
Kamis, 25 April 2019 - 08:34 WIB
Pemilihan umum yang digelar pada 17 April lalu menyisakan limbah berupa spanduk, baliho, dan alat pe...
Kamis, 25 April 2019 - 08:34 WIB
Anda mungkin tidak tahu nama Alison Roman, tetapi jika Anda seseorang yang peduli tentang makanan da...
Kamis, 25 April 2019 - 08:34 WIB
Liz ORiordan terpaksa harus berhenti dari profesinya sebagai dokter bedah kanker payudara, karena ia...
Kamis, 25 April 2019 - 08:34 WIB
Jumlah korban tewas akibat rangkaian ledakan di sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka pada Hari Pas...
Kamis, 25 April 2019 - 08:34 WIB
Maukah Anda mengunjungi museum tinja? Jepang membuka "museum tinja imut pertama di dunia".Tapi, tida...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)