Semakin Banyak Warga Australia Ajukan Kebangkrutan
Elshinta
Rabu, 01 Agustus 2018 - 09:47 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Semakin Banyak Warga Australia Ajukan Kebangkrutan
ABC.net.au - Semakin Banyak Warga Australia Ajukan Kebangkrutan

Lebih dari 32.000 warga Australia mengajukan kebangkrutan personal sepanjang tahun ini. Kebanyakan terjadi di Australia Barat dan Queensland yang selama ini bergantung pada sumber daya alam.

Wilayah Baldivis sekitar 46 kilometer dari Kota Perth, mencatat jumlah tertinggi secara nasional. Jumlah warga yang mendaftarkan kebangkrutan mencapai 105 orang.

Laporan data analisa bisnis Illion menunjukkan kebangkrutan personal meningkat 4 persen selama 12 bulan terakhir. Totalnya mencapai 32.350 orang.

CEO Illion Simon Bligh menjelaskan dari 10 wilayah tertinggi, kebanyakan yang mengajukan adalah pasangan keluarga muda.

Secara keseluruhan, Queensland mencatat jumlah tertinggi dengan 9.415 kasus kebangkrutan personal.

Australia Barat dengan 4.130 kasus, mengalami peningkatan 11,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Victoria menjadi satu-satunya negara bagian yang kasusnya menurun sebesar 2,2 persen. Sementara Australia Selatan mengalami peningkatan paling kecil 0,9 persen.

Menurut Bligh, meningkatnya tingkat utang, tingkat gaji yang stagnan serta jatuhnya harga rumah di pesisir timur Australia merupakan kabar buruk bagi konsumen.

Elson Goh dari Curtin University mengatakan komposisi demografi 10 wilayah tertinggi kebangkrutannya mencakup banyak keluarga muda.

Namun Goh menambahkan tidak semua isi laporan ini merupakan kabar buruk.

"Jelas orang mengalami banyak tekanan untuk memenuhi komitmen mereka. Ketika tekanan terlalu besar, orang pun mengajukan kebangkrutan," katanya.

Namun dia mengatakan saat ini harga rumah agak stabil di sejumlah wilayah Australia Barat serta kepercayaan dunia usaha mengalami peningkatan.

Goh menambahkan pengajuan kebangkrutan seringkali disebabkan oleh peristiwa drastis atau tak terduga.

"Mulai dari ketidakmampuan menemukan pekerjaan, kematian anggota keluarga atau mungkin kegagalan dari mitra usahanya," katanya.

Sebelumnya, katanya, ada sejumlah opsi yang dapat dipertimbangkan. Namun hal itu tidak tersedia lagi menyusul jatuhnya harga rumah dan stagnannya tingkat gaji.

Di saat tingkat suku bunga tetap rendah, menurut Goh, tekanan cicilan kredit menjadi faktor utama peningkatan kebangkrutan personal.

Dia mengatakan sebenarnya masih ada jalan lain sebelum memilih untuk mengajukan kebangkrutan personal.

Di antaranya mencari konseling keuangan, menegosiasi bank atau kreditur lainnya untuk penjadwalan utang, serta menegosiasi penyedia layanan dasar (listrik, gas dan air) agar layanannya tidak diputus.

Dikatakan, mengajukan kebangkrutan seringkali bukannya membantu keadaan. Dampaknya malah bisa parah.

Dia menyarankan agar hal itu dihindari sebisa mungkin.

"Anda akan dikategorikan bangkrut selama tiga tahun. Seseorang akan ditunjuk untuk mengurusi urusan-urusan keuangan Anda," jelasnya.

Selain itu, katanya, nama Anda akan muncul dalam registrasi umum, perjalanan Anda mungkin dibatasi dan penyedia layanan dasar mungkin mengharuskan Anda membayar tagihan sebelum melanjutkan layanan mereka.

"Peluang kerja di masa depan juga dapat terpengaruh. Selain itu Anda mungkin sulit meminjam uang untuk membeli atau menyewa rumah," katanya.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bulan Depan Australia Mulai Bagikan Visa Kerja Sektor Pertanian untuk Orang Asing
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Sebuah visa baru di Australia yang bisa memberi jalan untuk mendapatkan status penduduk tetap akan m...
Australia Tolak Berikan Visa Kepada Mantan Satpam Kedutaannya di Afghanistan
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Australia telah mengevakuasi lebih dari 800 orang termasuk warga Afghanistan yang pernah membantu pa...
PM Morrison Desak Australia Hentikan Lockdown Jika Vaksinasi Sudah Cukup
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan supaya para menteri utama negara bagian untuk t...
Terbukti Korupsi Bansos, Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara Divonis 12 Tahun Penjara
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Mantan Menteri Sosial Juliari P. Batubara dijatuhi hukuman pidana penjara selama 12 tahun dengan den...
Sebentar Lagi Musim Panen Gandum, Australia Butuh Ribuan Pekerja
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Setiap musim semi di Australia berarti masa panen raya gandum, dan pada tahun 2021 dibutuhkan ribuan...
Lockdown Semakin Memperjelas Adanya Kesenjangan Hidup di Sydney
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Elena Bermeister, seorang 'single mother' baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-40. ...
Kematian di Bawah 1.000 Orang, Indonesia Longgarkan PPKM di Beberapa Wilayah
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Indonesia mulai mengizinkan berbagai sarana publik seperti rumah ibadah dibuka kembali di beberapa k...
Sekelompok Murid Berupaya Memulihkan Nama Perempuan yang Dituduh Penyihir
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Senator Amerika Serikat, Diana DiZoglio, telah memperkenalkan undang-undang untuk membersihkan nama ...
Akan Lebih Banyak Orang yang Meninggal di Rumah: Relawan COVID-19 di Thailand Khawatir Pandemi Akan Terus Memburuk
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Meningkatnya kasus COVID-19 akibat varian Delta di Thailand membuat sistem layanan kesehatan negeri ...
Daripada Tidak Terlindungi Sama Sekali: Warga Australia Ini Akhirnya Mau Divaksinasi AstraZeneca
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Di tengah persediaan Pfizer yang terbatas di Australia, banyak yang memilih untuk divaksinasi dengan...
Live Streaming Radio Network