Senin, 10 Desember 2018 | 21:25 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Berita Mitra

Kapal milik penjelajah Amundsen akhirnya kembali ke Norwegia setelah 100 tahun

Kamis, 09 Agustus 2018 - 11:26 WIB   
BBC Indonesia - Kapal milik penjelajah Amundsen akhirnya kembali ke Norwegia setelah 100 tahun
BBC Indonesia - Kapal milik penjelajah Amundsen akhirnya kembali ke Norwegia setelah 100 tahun

Setelah 100 tahun terperangkap di dalam lautan es, kapal tua milik penjelajah asal Norwegia, Roald Amundsen, akhirnya kembali ke negaranya.

Kapal yang digunakan oleh penjelajah Roald Amundsen akhirnya kembali ke rumah asalnya, Norwegia, Senin (06/08), setelah menyelesaikan perjalanannya di Kutub Utara 100 tahun silam.

Penjelajah Norwegia, Roald Amundsen menjadi tersohor setelah mengalahkan pesaingnya, Robert Scoot dari Inggris yang sama-sama berlomba mencapai Kutub Selatan pada tahun 1911, dan dia menjadi orang pertama yang dapat mencapainya.

Kapal kayu, yang dianggap peninggalan sangat penting dalam sejarah penjelajahan ke kawasan Kutub, pertama kali ditemukan pada 2016 setelah 85 tahun berada di wilayah perairan Arktik Kanada, tempat dimana kapal itu tenggelam pada tahun 1930.

Maud - nama kapal itu - kemudian diderek dari Atlantik Utara menggunakan kapal tongkang, pada akhir bulan Juni dan tiba di pelabuhan Bergen, Norwegia, Senin pagi.

"Perjalanan yang sangat panjang, tetapi semuanya berjalan lancar," kata Jan Wanggaard, pimpinan tim yang membawa kapal itu kembali ke Norwegia, kepada Kantor berita AFP.

Berkat pendanaan dari sejumlah pengusaha terkenal Norwegia, kapal itu nantinya akan dipamerkan di dekat ibu kota Oslo, yang merupakan tempat awal mula kapal itu diluncurkann pada 1917.

" Roald Amundsen merupakan figur sejarah penting Norwegia," kata Wanggaard.

Sebagai orang pertama yang mencapai Kutub Selatan, Amundsen menggunakan kapalnya itu untuk melayari Samudera Arktik, tetapi kapal itu terjebak di lautan es saat hendak menuju Kutub Utara.

"Kami ingin sekali menceritakan kisah perjalanannya kepada masyarakat Norwegia," tambah Wanggaard.

Pada tahun 1906, Amundsen menjadi orang Eropa pertama yang berhasil berlayar melalui jalur Northwest Passage (NWP) dalam jangka waktu singkat dari Eropa ke Asia. Ini merupakan jalur perjalanan yang dicari oleh para penjelajah selama berabad-abad.

Amundsen berlayar melalui jalur Northeast Passage (NP) menggunakan kapalnya sepanjang 1918-1920.

Walaupun perjalanan ini membawa temuan saintifik yang cukup banyak, tetapi usaha terakhirnya mencapai jarak yang cukup jauh dalam perjalanannya hingga ke Kutub Utara, tidak berjalan lancar, yang akhirnya membuatnya kembali pulang.

Kapal tersebut diberi nama sesuai dengan nama Ratu Norwegia, Maud. Kapal ini kemudian dijual ke perusahaan Teluk Hudson pada 1925 dan di perbaiki ulang oleh Baymaud setelah Amundsen mengalami kesulitan keuangan dan akhirnya bangkrut, sehingga dia menjualnya.

Kapal penjelajah itu akhirnya mengakhiri kiprahnya, dan sempat digunakan sebagai gudang terapung dan stasiun radio oleh pemiliknya di kawasan itu, sebelum akhirnya tenggelam di perairan di dekat pelabuhan di Teluk Cambridge, Nunavut, Kanada, pada 1930.

Dan pada tahun 1990, Asker Council di Norwegia membeli bangkai kapal itu.

Warga yang mendiami kawasan Teluk Cambridge berjuang untuk memindahkan kapal bersejarah itu, tetapi otoritas Kanada baru mengizinkan pemindahan kapal itu pada 2012.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 30 September 2018 - 14:09

Ramai isu penjarahan di Palu, ini tanggapan Mendagri

Asian Games 2018 | 28 Agustus 2018 - 17:23

Peraih medali emas dapat bonus uang Rp1,5 miliar, ini jatah pelatih

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 20:39

Seminar jurnalisme berbasis HAM digelar peringati Hari HAM

Gadget | 11 September 2018 - 17:37

Vivo kembali berhasil uji coba jaringan 5G

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com