Mantan Menlu Australia Diperiksa FBI Terkait Pilpres AS
Kamis, 17 Mei 2018 - 11:15 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
ABC.net.au - Mantan Menlu Australia Diperiksa FBI Terkait Pilpres AS

Agen-agen FBI dilaporkan meminta keterangan dari mantan menlu Australia Alexander Downer dalam penyelidikan mereka terhadap dugaan kolusi antara tim kampanye Trump dan Rusia dalam Pilpres AS.

Beberapa jam setelah FBI memulai penyelidikan yang dikenal dengan sandi Crossfire Hurricane, secara diam-diam badan intelijen AS ini mengirim dua agen ke London untuk menemui Downer yang saat itu menjabat Dubes Australia untuk Inggris.

Suratkabar New York Times melaporkan hanya ada sejumlah pejabat yang mengetahui misi tersebut.

Disebutkan, para pejabat Australia telah melanggar aturan protokol diplomatik dengan mengizinkan agen-agen tersebut memeriksa Dubes Downer.

Hasil pemeriksaan yang dikirim ke Washington pada 2 Agustus 2017, disebut-sebut menjadi fondasi bagi penyelidikan yang dilakukan konsul khusus Robert Mueller saat ini.

Semuanya berawal dari pertemuan Dubes Downer dengan mantan asisten kampanye Trump, George Papadopoulos, di Kensington Wine Rooms di London pada Mei 2016. Mereka bertemu sambil minum-minum.

Menurut artikel New York Times, Downer tampaknya lebih kuat dalam menangani pengaruh minuman alkohol mereka. Dia kabarnya mendapatkan pengakuan dari Papadopoulos bahwa Rusia sedang mengumpulkan kelemahan-kelemahan capres Partai Demokrat Hillary Clinton dari para saingan politiknya.

Ketika email-email internal Partai Demokrat mulai bocor ke publik dua bulan kemudian, para pejabat Australia diduga menyerahkan informasi dari Downer kepada mitranya di Amerika. Hal ini turut memicu digelarnya penyelidikan FBI atas campur tangan Rusia dalam Pilpres AS.

Dokumen pengadilan yang dibuka akhir tahun lalu menunjukkan bahwa pada bulan April 2016, Papadopoulos bertemu Joseph Mifsud, seorang profesor di London yang ia yakini memiliki koneksi dengan Pemerintah Rusia dan mengklaim memiliki "ribuan email" yang akan merugikan Hillary Clinton.

Papadopoulos mengakui kepada pihak berwajib bahwa kontak-kontak semacam itu terjadi sebelum dia bergabung dengan tim kampanye Trump.

Dia mengaku bersalah karena berbohong kepada para pejabat pemeriksa, yang kini bekerja sama dengannya.

Ketika berita pengakuan Papadopoulos terungkap, juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders menyebut peranan Papadopoulos "sangat terbatas" dan "tidak ada kegiatan yang dilakukannya dalam kapasitas resmi atas nama tim kampanye".

Trump, yang pada Maret 2016 menggambarkan pembantu kampanyenya itu sebagai "pria luar biasa", pada bulan November tahun yang sama menyebutnya "relawan tingkat bawah" dan "pembohong".

Menurut New York Times, informasi dari dinas intelijen di Inggris dan Belanda juga berkontribusi pada keputusan mereka melakukan penyelidikan terkait upaya Rusia untuk mempengaruhi Pilpres AS.

Diterbitkan oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC Australia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Sedikitnya empat orang dipastikan meninggal dunia di Paris, hari Minggu (13/1) dalam insiden yang di...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Presiden AS Donald Trump memperingatkan Turki akan menghadapi kehancuran ekonomi apabila menyerang K...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengeluarkan apa yang disebutnya "surat untuk rakyat Perancis...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
China, Senin (14/1) mencemooh klaim Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau bahwa seorang mantan pejab...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Sebuah pesawat kargo militer jatuh di dekat ibukota Iran, Teheran, kata militer pada hari Senin (14/...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo dan Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman, Senin (14/1), s...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo kini berada di Arab Saudi, di mana ia diperkirakan akan menu...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Pangkalan militer baru Indonesia di rantai kepulauan terpencil dekat Laut China Selatan yang disengk...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengancam akan menghabisi lawan-lawan politiknya jika Uni Eropa menc...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Surplus perdagangan China dengan Amerika Serikat meningkat secara drastis pada tahun 2018, meskipun ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)