Kerusuhan Melanda Kepulauan Solomon Dipicu Hubungan Diplomatik dengan China
Elshinta
Jumat, 26 November 2021 - 10:53 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kerusuhan Melanda Kepulauan Solomon Dipicu Hubungan Diplomatik dengan China
ABC.net.au - Kerusuhan Melanda Kepulauan Solomon Dipicu Hubungan Diplomatik dengan China

Aksi demonstrasi berakhir dengan kerusuhan terjadi di Kota Honiara, Kepulauan Solomon, saat massa menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Manasseh Sogavare, kemarin sore (24/11).

Aksi demonstrasi dipicu oleh perselisihan antara pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Malaita, yang menolak untuk mengakui hubungan diplomatik dengan China.

Sedikitnya seribu warga berkumpul di luar gedung parlemen ketika para politisi bersidang, menyebabkan sekolah dan perkantoran ditutup ditutup lebih awal.

Wartawan setempat, Gina Kekea, mengatakan kepada ABC jika aksi demo ini mengejutkan sebagian besar penduduk Honiara.

Massa melempari gedung-gedung dan tak berselang lama sebuah rumah tradisional di sebelah Gedung Parlemen terbakar.

"Penyebab kebakaran yakni tembakan gas air mata," kata Gina.

Seorang aparat perempuan terluka sementara beberapa pengunjuk rasa ditangkap.

Juanita Matanga, juru bicara Kepolisian Kepulauan Solomon, dalam konferensi pers menyatakan massa telah menghancurkan banyak bangunan di Honiara, termasuk kantor polisi.

"Saya sangat sedih melihat perilaku mereka," katanya.

"Apa pun perbedaan yang kita miliki, ada cara untuk menyelesaikannya secara damai," tambahnya.

Gina mengatakan keadaan yang lebih buruk bisa saja terjadi, jika warga Honiara lainnya sudah mulai bergabung dalam aksi demo.

Dipicu oleh hubungan diplomatik dengan China

Media setempat melaporkan para pengunjuk rasa kemudian bergerak melakukan penjarahan dan merusak toko-toko di kawasan Pecinan Kota Honiara. Mereka juga bergerak menuju Kedubes China.

Beijing membuka Kedubesnya di Honiara pada September 2020, setelah Kepulauan Solomon mengalihkan hubungan diplomatiknya dari Taiwan ke China.

Menteri Utama Provinsi Malaita, Daniel Suidani, sangat menentang langkah Pemerintah Kepulauan Solomon yang memutusan hubungan diplomatik dengan Taiwan.

Anggota DPR dari daerah pemilihan Malaita pada hari Selasa meminta Daniel Suidani dan Pemerintahannya untuk mendesak pendukung mereka agar tidak melakukan tindakan kekerasan.

"Lakukan tugas dan kewajiban moral Anda sebagai pemimpin untuk memerintahkan warga kita agar jangan melakukan tindakan berbahaya dan kekerasan seperti itu," kata politisi tersebut.

"

"Kami juga mengimbau kepada warga di Malaita untuk menghormati status dan ikatan darah kami sebagai sesama orang Malaitan dan penduduk Kepulauan Solomon," tambahnya.

"

"Tolong tetap tinggal di rumah dan jangan mau dimanfaatkan oleh oportunis politik yang menghasut kekerasan demi tujuan mereka sendiri," tambahnya.

Gina mengatakan telah berbicara dengan Daniel Suidani, yang menyebut aksi demo sebagai "akibat dari langkah pemerintah nasional yang tidak mendengarkan suara rakyat".

Dia mengatakan rasa frustrasi mulai meluas dengan beralihnya hubungan diplomatik dari Taiwan ke China sejak September 2019.

"Banyak peristiwa yang telah terjadi sejak itu dan apa yang terjadi sekarang adalah kombinasi dari semuanya," katanya.

ABC mendapatkan informasi bahwa Pemerintah Australia sedang bersiap untuk menanggapi permintaan dukungan dari Pemerintah Kepulauan Solomon.

"Situasi terus berkembang di Honiara dengan terjadinya kerusuhan sipil," kata pernyataan dari Komisi Tinggi Australia di Honiara.

"Harap berhati-hati dan tetap berada di tempat jika aman serta hindari keramaian," katanya.

Diproduksi oleh Farid Ibrahim dari artikel ABC News

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kangen ke Luar Negeri? Perjalanan Internasional Diperkirakan Normal di 2024
Kamis, 27 Januari 2022 - 10:30 WIB
Secara perlahan berpergian ke penjuru dunia mulai lebih mudah dibandingkan saat awal pandemi COVID-1...
Sektor Pariwisata Australia Rugi Ratusan Miliar Dolar Akibat Pandemi COVID-19
Rabu, 26 Januari 2022 - 10:12 WIB
Sektor pariwisata di Australia sangat terpukul karena pandemi COVID-19 hingga harus menanggung kerug...
Saya Betul-betul Ingin Pulang: Remaja Australia di Penjara Suriah Minta Tolong
Rabu, 26 Januari 2022 - 10:12 WIB
Sudah lima hari militan Islamic State (IS) terlibat kontak senjata dengan tentara Kurdi dalam usaha...
Kasus COVID-19 di Tiga Negara Bagian Besar di Australia Mulai Menurun
Selasa, 25 Januari 2022 - 10:15 WIB
Jumlah penularan virus corona di tiga negara bagian di Australia, yakni New South Wales, Victoria, d...
Lebih Mudah Lari dari Taliban Ketimbang Dibebaskan dari Tahanan Imigrasi Australia
Selasa, 25 Januari 2022 - 10:15 WIB
Jamal* melarikan diri dari Taliban ke Australia demi keselamatan dirinya. Namun, penahanan yang...
Khawatir Serangan Rusia, Amerika Serikat Perintahkan Staf Kedutaan Meninggalkan Ukraina
Selasa, 25 Januari 2022 - 10:15 WIB
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memerintahkan semua keluarga staf kedutaan mereka di Ukraina...
Ingin Berinvestasi? Lupakan Sejenak Saham, Belilah Mainan Seperti Lego
Selasa, 25 Januari 2022 - 10:15 WIB
Rafal Skowron dari Liverpool di negara bagian New South Wales sudah menghabiskan $80 ribu, atau leb...
Mengapa Australia Barat Masih Menutup Perbatasan, Saat yang Lain Sudah Dibuka?
Senin, 24 Januari 2022 - 09:53 WIB
Dua tahun sudah pandemi COVID-19 terjadi, tapi negara bagian Australia Barat tetap memilih untuk men...
Penyanyi Ceko Meninggal karena Sengaja Menulari Dirinya dengan COVID-19
Senin, 24 Januari 2022 - 09:53 WIB
Seorang penyanyi asal Ceko yang dikenal anti-vaksin meninggal dunia setelah dia sengaja menulari dir...
Nasi Bungkus dan Obat: Warga Indonesia Saling Bantu di Tengah Wabah Omicron Australia
Senin, 24 Januari 2022 - 09:53 WIB
Setelah melakukan serangkaian aktivitas di masa liburan akhir tahun bersama teman-temannya, Nandya G...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI