IDAHOT 2018: Satu-satunya parade LGBT di dunia Arab dibubarkan, panitia ditahan
Kamis, 17 Mei 2018 - 12:32 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
BBC Indonesia - IDAHOT 2018: Satu-satunya parade LGBT di dunia Arab dibubarkan, panitia ditahan
File photo showing a gay pride flag with the symbol of the cedar tree in the middle is carried by activists during an anti-homophobia rally in Beirut (30 April 2013)
AFP
Lebanon dianggap lebih toleran dari negara-negara Arab lainnya.

Panitia penyelenggara pekan parade gay di Lebanon mengatakan bahwa aparat memaksanya untuk membatalkan acara yang masih belum terselenggara.

Tahun lalu, Lebanon menjadi satu-satunya negara Arab yang menyelenggarakan pekan parade gay, yang berlangsung menjelang IDAHOT (International Day Against Homophobia, Transphobia and Biphobia: Hari internasional menentang sikap anti kaum homoseks, transgender dan biseksual), yang jatuh pada 17 Mei.

Rangkaian acara Beirut Gay Pride dimulai sejak Sabtu lalu.

Namun penyelenggara acara Beirut Pride tahun ini, Hadi Damien, mengatakan bahwa dia dijemput paksa pada tengah malam dan dibawa ke kantor polisi setelah aparat datang ke sebuah acara mereka.

Damien mengaku ia baru akan dibebaskan jika menandatangani pernyataan bahwa dia akan membatalkan seluruh acara yang belum diselenggarakan.

Lebanon lebih toleran dibanding kebanyakan negara Arab tetapi kalangan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) masih terus menghadapi berbagai tekanan.

Kementerian Dalam Negeri belum nenanggapi kasus ini.

https://www.facebook.com/hadi.damien/posts/1977007795657440

Festival Beirut Pride yang kedua ini dimulai dengan brunch merayakan orang tua yang tidak menolak anak-anak mereka yang melela -mengungkapkan diri secara terbuka- sebagai homoseksual. Festival sembilan hari itu diagendakan meliputi acara budaya, diskusi dan pementasan.

Tetapi pada Senin malam, Hadi Damien dipanggil oleh pengelola sebuah tempat penyelenggaraan acara yang mengatakan bahwa petugas dari Direktorat Keamanan Umum menghentikan acara pembacaan naskah drama tentang kejahatan homofobik. Petugas itu menyatakan acara tersebut harus mendapat persetujuan dari lembaga sensor, seperti ditulis di situs web Beirut Pride.

Setelah tiba di tempat itu, Damien diminta oleh petugas wakil polisi untuk menemaninya ke kantor polisi Hbeich, dan di sana ia diancam untuk ditahan sepanjang malam.

https://www.instagram.com/p/BipSR2-B-Y4/


Disebutkan lebih lanjut, Hadi Damien dipanggil pada Selasa pagi untuk diinterogasi, lalu dikatakan bahwa dia baru akan dibebaskan jika menandatangani pernyataan yang berjanji akan membatalkan seluruh sisa rangkaian acara Beirut Pride.

Damien mengatakan dia diancam bahwa jika dia tidak bersedia, dia akan dirujuk ke hakim investigasi yang akan "menginterogasi saya atas dasar pasal-pasal pidana yang berkaitan dengan hasutan untuk perbuatan amoral dan melanggar moralitas umum dengan menyelenggarakan kegiatan itu".

Kepada BBC, Hadi Damien mengatakan: "Begitu banyak kekecewaan seputar pembatalan Beirut Pride. Namun pertama-tama orang-orang was-was tentang tindakan keras apa yang akan terjadi nanti."

Pasal 534 di KUHP Lebanon mempidanakan "hubungan seksual apa pun yang bertentangan dengan tatanan alam," dan ancamannya penjara hingga satu tahun. Pasal ini banyak digunakan untuk mengadili orang-orang homoseks atau yang dituduh homoseks.

Lembaga pemantau HAM international Human Rights Watch (HRW) menyebut, dalam beberapa tahun terakhir aparat melakukan berbagai razia untuk menangkapi orang-orang yang diduga terlibat hubungan sesama jenis. Menurut HRW, banyak kalangan LGBT yang mengalami penyiksaan, termasuk pemeriksaan dubur secara paksa.

Betapa pun, banyak pula hakim yang mulai mempermasalahkan pasal 543 itu.

Pada tahun 2014, seorang hakim menjatuhkan putusan bahwa hubungan seks antara perempuan transgender dan lelaki tidak dapat dianggap sebagai hal yang tidak wajar.

Dan tahun lalu, seorang hakim lain menyatakan bahwa "kaum homoseksual memiliki hak untuk memiliki kemanusiaan atau hubungan intim dengan siapa pun yang mereka pilih, tanpa diskriminasi atas dasar orientasi seksual mereka".

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Sedikitnya empat orang dipastikan meninggal dunia di Paris, hari Minggu (13/1) dalam insiden yang di...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Presiden AS Donald Trump memperingatkan Turki akan menghadapi kehancuran ekonomi apabila menyerang K...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengeluarkan apa yang disebutnya "surat untuk rakyat Perancis...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
China, Senin (14/1) mencemooh klaim Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau bahwa seorang mantan pejab...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Sebuah pesawat kargo militer jatuh di dekat ibukota Iran, Teheran, kata militer pada hari Senin (14/...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo dan Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman, Senin (14/1), s...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo kini berada di Arab Saudi, di mana ia diperkirakan akan menu...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Pangkalan militer baru Indonesia di rantai kepulauan terpencil dekat Laut China Selatan yang disengk...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengancam akan menghabisi lawan-lawan politiknya jika Uni Eropa menc...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Surplus perdagangan China dengan Amerika Serikat meningkat secara drastis pada tahun 2018, meskipun ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)