Ramadan di Australia: Butuh Perencanaan Matang
Kamis, 17 Mei 2018 - 13:37 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
ABC.net.au - Ramadan di Australia: Butuh Perencanaan Matang

Bulan Ramadan adalah soal keluarga dan fokus pada urusan keagamaan. Tapi bagi seorang ibu yang bekerja, berarti mempersiapkan segalanya, tidak sampai ada urusan penting yang ketinggalan, termasuk menikmati segelas kopi.

"Saya harus minum kopi sebelum adzan Subuh!" kata Ramia Abdo Sultan, pengacara asal Sydney yang juga ibu dari tiga anak.

Saat ditemui di kantornya, Ramia mengatakan terlepas dari aspek spiritual selama berpuasa sebulan penuh, yang paling terpenting adalah tentang perencanaan yang baik bagi ketiga anaknya yang berusia 11, 9, dan 7 tahun. .

"Ada sedikit kepanikan yang terjadi di awal Ramadhan, dengan pertanyaan seperti bagaimana kita akan melewatinya? Bagaimana kita akan mengerjakan semua yang biasanya dilakukan siang hari?" kata Ramia.

"Yang penting untuk diperhatikan adalah kita bangun lebih awal sebelum Subuh lalu makan untuk mempersiapkan energi sepanjang hari, jadi saya pastikan saya minum kopi, untuk menghindari kemungkinan terserang migrain sepanjang hari."

Puasa sebulan penuh dimulai di Australia, hari Kamis (17/05), Tasnim Saeid, rekan kerja Tasnmi yang juga pengacara mengatakan pentingnya asupan makanan bergizi.

"Tergantung pada latar belakang budaya Anda, makanan di pagi hari bisa lengkap dengan kari dan nasi. Tetapi saya lebih memilih lebih banyak makan buah atau gandum, seperti kebanyakan warga Australia," ujar Tasnim.

Ia mengatakan telah memperhatikan tren baru-baru ini di kalangan teman-temannya, dimana tidak makan berlebihan saat berbuka puasa.

"Orang-orang menjadi lebih sadar-kesehatan ketika mereka berbuka puasa di malam hari, mereka tidak lantas menebus kehilangan kalori yang hilang selama siang hari," katanya.

Hal-hal luar biasa terjadi selama Ramadan

Kedua perempuan juga mengatakan berpuasa di Australia tidaklah sesulit kedengarannya.

"Kalau biasanya di bulan lain Anda minta saya melewatkan makan, saya akan kesusahan. Tapi kita tidak memikirkannya selama Ramadan dan kita melewati hari dengan cukup lancar," ujar Tasnim.

"Hanya putri saya yang paling tua, usia 11 tahun sekarang sedang melakukan Ramadan, tapi saya mendorongnya untuk tidak sekolah selama sebulan jika ia tidak bisa melewatinya," kata Ramia.

"Beruntung siang hari di Australia sedang singkat. Sehingga bisa dilakukan. Tapi ini adalah bulan yang sangat menyenangkan bagi semua komunitas, terutama anak-anak, dengan semua yang manis-manis, keluarga dan teman-teman berkunjung di malam hari."

"Aspek kesamaan membuat kita melewatinya. Kita tahu bahwa 1,6 miliar Muslim di seluruh dunia ikut ambil bagian, dan ini memberi kita motivasi. Ini adalah perjuangan tetapi kita tetap melakukannya, serta bagi mereka yang sehat dan mampu, bisa mendorong lebih dari sekedar disiplin, inilah bulan Ramadan," kata Ramia.

Keterlibatan komunitas

Presiden dari Auburn Islamic Community Center di Sydney barat, Mohamed Al Zoubi, mengatakan semua Muslim kecuali anak-anak, wanita yang sakit, lanjut usia atau hamil atau menyusui dapat mengambil bagian dalam Ramadan.


"Suasana dari Ramadhan berbeda. Ini adalah bulan ibadah, membaca dan merefleksikan .. juga menjadi ajang bertemu keluarga dan membantu orang lain."

"Semua orang ada. Banyak kegiatan di pusat kami. Mereka memberi lebih banyak amal. Ada sekitar 600.000 Muslim di seluruh Australia dan banyak dari mereka berpuasa selama bulan ini jika mereka bisa," kata Mohamed.

"Bagi saya, ini adalah waktu untuk sedikit lebih lambat dan memikirkan hal-hal untuk disyukuri," kata Ramia.

Baca artikelnya dalam bahasa Inggris di sini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Sedikitnya empat orang dipastikan meninggal dunia di Paris, hari Minggu (13/1) dalam insiden yang di...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Presiden AS Donald Trump memperingatkan Turki akan menghadapi kehancuran ekonomi apabila menyerang K...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengeluarkan apa yang disebutnya "surat untuk rakyat Perancis...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
China, Senin (14/1) mencemooh klaim Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau bahwa seorang mantan pejab...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Sebuah pesawat kargo militer jatuh di dekat ibukota Iran, Teheran, kata militer pada hari Senin (14/...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo dan Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman, Senin (14/1), s...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo kini berada di Arab Saudi, di mana ia diperkirakan akan menu...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Pangkalan militer baru Indonesia di rantai kepulauan terpencil dekat Laut China Selatan yang disengk...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengancam akan menghabisi lawan-lawan politiknya jika Uni Eropa menc...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Surplus perdagangan China dengan Amerika Serikat meningkat secara drastis pada tahun 2018, meskipun ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)