Filantrop Dunia Sumbang Rp. 6 Trilyun Buat Lindungi Hutan
Kamis, 13 September 2018 - 08:24 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
DW.com - Filantrop Dunia Sumbang Rp. 6 Trilyun Buat Lindungi Hutan

Sehari menjelang Pertemuan Puncak Iklim Global yang akan dihadiri oleh 4.500 delegasi dari seluruh dunia, sembilan yayasan mengumumkan komitmen penghijauan kembali senilai 459 juta Dolar AS selama empat tahun ke depan.

"Ketika Bumi menghangat, banyak negara yang bergerak sangat lambat. Jadi kami sebagai filantrop harus bertindak," kata Darren Walker, Presiden Ford Foundation.

Jumlah dana bantuan tersebut dikumpulkan secara urunan oleh 15 organisasi, ditambah pemerintah Norwegia yang menyumbang 33 juta Dolar AS untuk proyek di Indonesia dan Brasil.

Charlotte Streck, Direktur Climate Focus di Amsterdam, mengatakan jumlah dana yang digalang oleh yayasan-yayasan tersebut menjadikan mereka donatur terbesar program perlindungan hutan.

Baca Juga: Sinarmas Kehilangan Sertifikat Ramah Lingkungan

Norwegia sendiri setiap tahun menganggarkan dana bantuan senilai 500 juta Dolar AS untuk membantu negara-negara tropis. Namun menurut Sterck, dana yang disiapkan gabungan yayasan itu lebih "fleksibel dan cair" ketimbang dana dari pemerintahan.

"Duit yang disiapkan sejumlah negara seperti Norwegia, Jerman dan Inggris, kebanyakan berupa dana perwalian yang dikelola Bank Dunia dan PBB. Jadi dananya tidak bisa cair dengan mudah," imbuhnya.

Seringnya "sebuah proyek kekurangan 20.000 dollar AS atau 50.000 dollar AS hanya untuk mengerjakan satu hal atau mengembangkan sebuah studi atau menyewa konsultan," kata Sterck merujuk pada kakunya sistem pencairan dana bantuan negara maju. "Dengan dana yayasan duit itu bisa dikucurkan."

Dana tersebut antara lain akan lebih banyak digunakan untuk membantu penduduk asli setempat yang menggantungkan hidup dari hutan. Mereka akan dibantu mengamankan sertifikat tanah agar tidak bisa diperjualbelikan kepada perusahaan swasta tanpa persetujuan mereka.

"Perusahaan-perusahaan ini datang ke desa kami, ke hutan kami dan bilang 'kalian harus pergi karena kami punya lisensi dari pemerintah'," kata Rukka Sambolinggi, Koordinator Internasional Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).

"Bukti-bukti menunjukkan komunitas pribumi adalah pihak yang bisa menjaga lahan yang mereka huni dengan paling efektif," kata Darren Walker, Presiden Ford Foundation. "Dengan cara itu mereka memastikan level gas rumah kaca tidak mengancam manusia dan planet Bumi," imbuhnya.

Baca Juga: Ingin Restorasi Gambut, KLHK Malah Berpeluang Percepat Laju Deforestasi

Selain membantu suku asli setempat, dana bantuan penghijauan hutan itu akan disalurkan untuk membantu perlindungan, restorasi dan perluasan lahan hutan, serta menyokong komunitas untuk menggunakan hutan secara berkelanjutan.

Meski saat ini hampir separuh luas hutan di Bumi dikelola oleh suku asli, hanya 15% yang diakui milik mereka secara sah. Ilmuwan meyakini hutan membantu mengurangi 30% emisi karbondioksida dari atmosfer Bumi setiap tahunnya. Namun penggundulan hutan demi kegiatan industri, terutama pertambangan dan perkebunan, melumat kawasan hutan seluas 50 lapangan bola setiap menitnya.

rzn/ap (rtr,ap)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:40 WIB
Operator ekspedisi pendakian gunung prihatin dengan jumlah jasad pendaki yang terekspos di Gunung Ev...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:40 WIB
Presiden Joko Widodo telah meresmikan transportasi publik Moda Raya Terpadu atau MRT Jakarta fase pe...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:40 WIB
Partai Phalang Pracharat, yang menjagokan Jenderal Prayuth Chan-ocha sebagai perdana menteri, meraih...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:40 WIB
Seorang bayi laki-laki berusia lima bulan meninggal dunia setelah disunat atau dikhitan oleh orang t...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:40 WIB
Kampanye terbuka, yang mulai digelar hari Minggu (24/03) hingga tiga minggu ke depan, dinilai kurang...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:40 WIB
Presiden Donald Trump tidak berkonspirasi dengan Rusia dalam pemilihan umum 2016 lalu, sebut ringkas...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:40 WIB
Awal pekan lalu, rakyat Kazakhstan memiliki seorang presiden bernama Nursultan, yang memerintah dari...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:40 WIB
Anda dapat membaca versi bahasa Inggris artikel ini pada The music played to drown out a war di BBC ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:40 WIB
Superadobe adalah bangunan dari tanah, ekonomis dan membuat rumah tetap sejuk. Terutama, rumah juga ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:40 WIB
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia memutuskan membatalkan pesanan 49 unit Boeing 737 Max 8 setela...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)