McDonalds Menjual Semua Gerai di Rusia Namun Tetap Menggaji Karyawan
Elshinta
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
McDonalds Menjual Semua Gerai di Rusia Namun Tetap Menggaji Karyawan
ABC.net.au - McDonalds Menjual Semua Gerai di Rusia Namun Tetap Menggaji Karyawan

Perusahaan gerai makanan cepat saji terkemuka di dunia McDonald's mengatakan sedang dalam proses menjual semua gerainya di Rusia, termasuk 850 toko yang mempekerjakan sekitar 62 ribu orang.

Perusahaan tersebut mengatakan krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh invasi Rusia ke Ukraina di bulan Februari membuat mereka merasa memiliki bisnis di Rusia sudah tidak lagi konsisten dengan nilai-nilai yang dianut McDonald's.

Perusahaan yang berkantor pusat di Chicago tersebut mengumumkan pada awal Maret lalu bahwa mereka untuk sementara menutup semua gerai di Rusia namun akan terus membayar para pekerja.

Senin lalu (16/05), perusahaan itu mengatakan sedang mencari pembeli di Rusia yang mau mempekerjakan pegawai mereka dan tetap akan membayar gaji sampai penjualan diselesaikan.

McDonald's tidak menyebut siapa yang berminat membeli.

CEO McDonald's Chris Kempczinski mengatakan "dedikasi dan kesetiaan karyawan McDonald's dan ratusan pemasok mereka di Rusia" membuat keputusan untuk meninggalkan negeri itu tidak mudah.

"

"Namun kami memiliki komitmen terhadap komunitas global dan harus tetap mempertahankan nilai-nilai kami,"  kata Kempczinski dalam sebuah pernyataan.

"

"Komitmen terhadap nilai-nilai kami membuat kami tidak bisa mempertahankan simbol kami untuk tetap bercahaya di sana."

Di tengah usaha untuk menjual, McDonald's mengatakan berencana menurunkan semua simbol toko tersebut dengan nama McDonald's dari gerai yang ada.

Namun mereka tetap akan mempertahankan merek dagangnya di Rusia.

Gerai pertama McDonald's di Rusia dibuka di tengah kota Moskow lebih dari tiga puluh tahun lalu, tidak lama setelah runtuhnya Tembok Berlin di Jerman di tahun 1989.

Masuknya McDonald's ke Rusia merupakan pertanda kuat menurunnya ketegangan Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

McDonald's juga menutup seluruh restorannya di Ukraina, yang diserang oleh Rusia sejak bulan Februari, namun mengatakan akan terus membayar para pekerjanya di sana.

McDonald's mengatakan berhentinya operasi di Rusia tidak akan mengubah pendapat perusahaan secara keseluruhan, karena adanya penambahan 1.500 restoran baru di seluruh dunia, yang akan menyumbangkan sekitar 1,5 persen bagi pertumbuhan perusahaan.

AP

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perang Antargeng Berlanjut di Sydney, Korban Tewas Ditembak 10 Kali di Tempat Parkir
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:53 WIB
Mantan anggota geng motor Lone Wolf Australia, Yusuf Nazlioglu, tewas setelah ditembak setidaknya 1...
Hasil Sensus 2021: Dalam Hal Jumlah Migran ke Australia, India Ungguli China
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:53 WIB
Dipti Ray dan keluarganya pindah secara permanen ke Australia dari India pada tahun 2020. Peremp...
Remaja Australia Kecanduan Nikotin di Tengah Maraknya Pasar Gelap Vape
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:53 WIB
Penjualan vape melalui pasar gelap tengah marak di Australia, meski sebenarnya dilarang. Sal...
Hasil Sensus 2021: Jumlah Pemeluk Agama Kristen Menurun di Australia
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:53 WIB
Sensus Australia tahun 2021 mengungkapkan bahwa untuk pertama kalinya, tidak sampai setengah warga A...
Pemerintah Australia Akan Mendata Etnis Penduduknya untuk Melengkapi Ukuran Keberagaman Budaya
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Pemerintah Australia mengumumkan akan mengumpulkan data etnis penduduk untuk bisa mengukur keberagam...
Kekurangan Pekerja di Bandara Australia Diperkirakan Akan Berlanjut Sampai Setahun ke Depan
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Anda yang akan bepergian ke dan dari Australia harus bersiap-siap mengalami gangguan perjalanan kar...
Hadiri Pertemuan G7 di Jerman, Presiden Jokowi Membawa Misi Perdamaian bagi Konflik Rusia - Ukraina
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Presiden Joko Widodo telah tiba di Munich,Jerman hari Minggu (26/06) waktu setempat atau Senin (27/...
Penyewa Rumah Semakin Tertekan Akibat Kenaikan Biaya Hidup di Australia
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Untung saja Siobhan Joseph menyukai suhu dingin. Karena selama musim dingin, warga Sydney, Australi...
Sebuah Foto yang Menggemparkan Amerika dan Menjadi Lambang Hak Aborsi
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Di sebuah kamar motel, tubuh seorang perempuan terlihat membungkuk di atas handuk berlumuran darah. ...
Pemerintah Indonesia Deportasi Warga Jepang Terduga Pelaku Penipuan Bantuan COVID-19
Senin, 27 Juni 2022 - 09:34 WIB
Indonesia pada Rabu (22/06) pagi mendeportasi seorang pria Jepang ke Tokyo yang diduga bersama denga...
InfodariAnda (IdA)