Harus Punya Nyali: Bagaimana Pekerja Museum Australia Mengamankan Bangkai Paus untuk Diteliti
Elshinta
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Harus Punya Nyali: Bagaimana Pekerja Museum Australia Mengamankan Bangkai Paus untuk Diteliti
ABC.net.au - Harus Punya Nyali: Bagaimana Pekerja Museum Australia Mengamankan Bangkai Paus untuk Diteliti

Sebagai kepala divisi mamalia pada Museum Australia Selatan, David Stemmer terkadang harus berkutat dengan darah dan jeroan bangkai mamalia terbesar di bumi, yaitu ikan paus.

Namun, dengan senang hati ia melakukannya demi mengubah sesuatu yang buruk rupa menjadi elok di mata dunia.

"

"Harus punya nyali untuk mengamankan paus besar karena banyak darah di mana-mana," ujar David.

"

"Kita harus terus bernapas sampai baunya sudah tak lagi tercium," katanya.

Bangkai yang diamankan David ini akan ditempatkan dalam Museum Australia Selatan, yang menyimpan koleksi cetacea terbesar di Australia hingga menarik perhatian peneliti seluruh dunia.

Di sana terdapat setidaknya 38 spesies paus dan lumba-lumba yang disimpan untuk tujuan penelitian. Dari total 1.400 koleksi, 900 di antaranya ada spesimen lumba-lumba.

David mengatakan koleksi tersebut menjadi bahan penelitian dinamika populasi untuk membantu melestarikan mamalia laut dengan mengidentifikasi dan mengurangi campur tangan manusia.

Namun, studi tentang cetacea ukuran besar masih dihadapkan hambatan logistik. Paus seperti ini juga jarang muncul ke permukaan.

"Secara umum, paus besar jauh lebih sulit untuk diteliti karena ukurannya," kata David.

"Kita tidak bisa menyimpan 20 paus biru di museum karena ruangannya tidak cukup sehingga makin sulit juga mempelajarinya."

Untuk bisa meneliti dengan komprehensif, David mengatakan ia perlu lebih banyak peneliti yang bisa memberikan input.

Bagaimana ilmuwan meneliti hewan ukuran besar?

Ilmuwan menggunakan molekul terkecil individu untuk mempelajari hewan ukuran besar.

"Banyak penelitian memakai molekul untuk meneliti genetika," ujar David.

"[Contohnya], untuk paus balin, kita bisa mengambil sampel balin untuk isotop.

"Mereka punya semacam rambut, keratin, yang tumbuh sehingga kita bisa mengambil sampelnya dari kulit paus tersebut dan mengekstrasi jejak isotop dari seluruh fase kehidupannya karena area berbeda punya jejak isotop berbeda juga."

Ia mengatakan penyimpanan dan pembekuan paus ini dibantu oleh pelaku industri perikanan, seperti misalnya peneliti dari Amerika Serikat.

Pembatasan di tengah pandemi namun turut menghambat proses ini.

"Sebelum COVID, kami selalu menerima kunjungan dari orang yang mempelajari koleksi ini karena masalah dengan cetacea adalah ukurannya yang besar membuatnya sulit dikirim ke seluruh dunia," ujar David.

Tim David terpaksa harus menunggu peneliti paus balin dari AS tersebut untuk bisa berangkat dan membantu membedah paus kanan kerdil langka dari Port Lincoln.

"Kami mengambil paus ini secara utuh dan meletakkannya di freezer," katanya.

"

"Kami menyimpannya di freezer sampai peneliti AS bisa datang untuk membedah paus bersama. Menyenangkan ini."

"

Ia mengatakan mereka harus menyewa pembajak sangat besar untuk memindahkan paus dari pantai "sehingga bisa disimpan". Bangkai ini juga jadi makanan hiu.

Bila tidak memungkinkan, tim David biasanya hanya mengambil sampel dari paus yang hendak diteliti.

Proses transformasi bangkai

Spesimen dalam ukuran kecil ditempatkan dalam penampung maserasi yang direndam air panas untuk membusukkan daging agar terlepas dari tulang. Proses ini memakan waktu berbulan-bulan.

"Kami juga punya tangki beton dengan ukuran kolam renang yang dapat menampung 35.000 liter," kata David.

"Di sini kami meletakkan paus besar namun tangkinya tidak dipanaskan, sehingga kami bergantung pada musim panas supaya mamalia ini membusuk dengan sendirinya."

David suka memberikan "hidup baru" bagi paus.

"Rasanya seperti memberikan kesempatan kedua bagi makhluk agung ini dengan saya pergi ke pantai, mengambil bangkainya, dan mengubahnya menjadi kerangka cantik untuk disimpan [di museum]," ujarnya.

Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemerintah Australia Akan Mendata Etnis Penduduknya untuk Melengkapi Ukuran Keberagaman Budaya
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Pemerintah Australia mengumumkan akan mengumpulkan data etnis penduduk untuk bisa mengukur keberagam...
Kekurangan Pekerja di Bandara Australia Diperkirakan Akan Berlanjut Sampai Setahun ke Depan
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Anda yang akan bepergian ke dan dari Australia harus bersiap-siap mengalami gangguan perjalanan kar...
Hadiri Pertemuan G7 di Jerman, Presiden Jokowi Membawa Misi Perdamaian bagi Konflik Rusia - Ukraina
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Presiden Joko Widodo telah tiba di Munich,Jerman hari Minggu (26/06) waktu setempat atau Senin (27/...
Penyewa Rumah Semakin Tertekan Akibat Kenaikan Biaya Hidup di Australia
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Untung saja Siobhan Joseph menyukai suhu dingin. Karena selama musim dingin, warga Sydney, Australi...
Sebuah Foto yang Menggemparkan Amerika dan Menjadi Lambang Hak Aborsi
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Di sebuah kamar motel, tubuh seorang perempuan terlihat membungkuk di atas handuk berlumuran darah. ...
Pemerintah Indonesia Deportasi Warga Jepang Terduga Pelaku Penipuan Bantuan COVID-19
Senin, 27 Juni 2022 - 09:34 WIB
Indonesia pada Rabu (22/06) pagi mendeportasi seorang pria Jepang ke Tokyo yang diduga bersama denga...
Umat Islam di Australia Terpukul dengan Melonjaknya Ongkos Naik Haji dan Sistem Undian Haji
Senin, 27 Juni 2022 - 09:34 WIB
Menjelang pelaksanaan ibadah haji 2022, Pemerintah Arab Saudi mengambil langkah mengejutkan dengan m...
Amerika Serikat Mulai Terapkan Larangan Impor Barang dari Xinjiang karena Pelanggaran HAM
Senin, 27 Juni 2022 - 09:34 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan larangan impor barang produksi dari wi...
Melbourne Turun Peringkat ke Urutan 10, Wina Menjadi Kota Paling Layak Huni 2022
Senin, 27 Juni 2022 - 09:34 WIB
Peringkat kota-kota di Australia telah anjlok sebagai Kota Paling Layak Huni 2022, sebagian besar di...
Pemerintah Taliban Memohon Bantuan Setelah Afghanistan Dilanda Gempa yang Menewaskan 1.000 Orang Lebih
Senin, 27 Juni 2022 - 09:34 WIB
Badan-badan bantuan telah mengirimkan bantuan ke wilayah timur Afghanistan setelah gempa bumi berkek...
InfodariAnda (IdA)