Jepang Setujui Rencana Lepas Air Limbah PLTN Fukushima
Elshinta
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:11 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Jepang Setujui Rencana Lepas Air Limbah PLTN Fukushima
VOA Indonesia - Jepang Setujui Rencana Lepas Air Limbah PLTN Fukushima
Badan Pengawas Nuklir Jepang, Rabu (18/5), menyetujui rencana operator pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima yang rusak untuk melepaskan air limbah radioaktif ke laut tahun depan.  Badan tersebut menyatakan, air limbah itu telah diolah dengan metode yang aman dan berisiko minimal bagi lingkungan.  Rencana tersebut diajukan oleh Tokyo Electric Power Company Holdings Desember lalu berdasarkan keputusan pemerintah tahun 2021 untuk melepaskan air limbah sebagai langkah yang diperlukan untuk pembersihan dan penonaktifan PLTN itu. Gempa hebat dan tsunami pada tahun 2011 menghancurkan sistem pendingin PLTN Fukushima, menyebabkan kehancuran tiga reaktor dan pelepasan sejumlah besar radiasi. Air yang telah digunakan untuk mendinginkan ketiga inti reaktor yang rusak, yang tetap sangat radioaktif, telah bocor tetapi kemudian diamankan dan disimpan dalam tangki.    Masih ada kekhawatiran di kalangan masyarakat dan negara-negara tetangga akan potensi bahaya kesehatan dari pelepasan air limbah yang mencakup tritium -- produk sampingan dari produksi tenaga nuklir -- dan kemungkinan karsinogen pada tingkat tinggi. Pemerintah dan TEPCO mengatakan lebih dari 60 isotop, kecuali tritium, yang kadarnya harus ditanggulangi, telah diturunkan sehingga memenuhi standar keamanan.  Meski demikian, menurut mereka, tritium juga tergolong aman jika dicampur dengan air laut.   Para ilmuwan mengatakan dampak paparan dosis rendah isotop-isotop itu pada jangka panjang terhadap lingkungan dan manusia belum diketahui, dan bahwa tritium dapat memiliki dampak yang lebih besar pada manusia bila dikonsumsi melalui ikan daripada melalui air. Berdasarkan rencana itu, TEPCO akan mengangkut air limbah yang telah diolah melalui pipa ke fasilitas pantainya, untuk kemudian dicampur dengan air laut.  Dari sana, air akan memasuki terowongan bawah laut untuk dibuang pada titik sekitar satu kilometer dari PLTN itu untuk memastikan keamanan dan meminimalkan dampak pada penangkapan ikan lokal dan lingkungan, menurut TEPCO.  Rencana tersebut akan menjadi resmi setelah tinjauan publik selama 30 hari, formalitas yang diperkirakan tidak akan membatalkan persetujuan itu. [ab/ka]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Negara Bagian Zamfara Nigeria akan Keluarkan Izin Miliki Senjata kepada Individu
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Pihak berwenang di negara bagian Zamfara Nigeria mengatakan mereka akan mulai memberikan lisensi sen...
G7 Tingkatkan Sanksi Terhadap Rusia Terkait Perang Ukraina
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Amerika dan anggota kelompok tujuh ekonomi terkemuka lainnya, Senin (27/6) memberlakukan sanksi baru...
Mahasiswa Mesir Kembangkan Blok Beton yang Bercahaya dalam Gelap
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Empat mahasiswa American University di Cairo telah mengembangkan semen yang mampu menyerap energi da...
Vaksin Booster Pfizer yang Diperbarui Efektif Lawan Varian Omicron
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Perusahaan Pfizer Inc. dan mitranya BioNTech SE mengatakan akhir pekan, bahwa suntikan booster COVID...
PBB Terpaksa Pangkas Jumlah Bantuan Pangan ke Yaman 
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Program Pangan Dunia (WFP) PBB mengumumkan kembali pengurangan bantuan pangan ke Yaman yang dilanda ...
Demonstran India Serukan Pembebasan Aktivis Anti-Modi
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Para pengunjuk rasa di ibu kota keuangan India, Mumbai, pada hari Senin (27/6) menuntut pembebasan s...
China Ekploitasi Kunjungan PBB untuk Menyangkal Kekejaman di Xinjiang
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
"Setelah berkunjung ke Xinjiang dan tempat lain di China, ia tidak menemukan bukti genosida.”
Macron: Saudi dan UEA Hanya Bisa Tingkatkan Sedikit Produksi Minyak
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada hari Senin (27/6) bahwa Putra Mahkota Uni Emirat Ar...
21 Remaja Tewas Secara Misterius di Sebuah Bar di Afrika Selatan
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Kepolisian Afrika Selatan pada hari Senin (27/6) menyisir sebuah bar di mana 21 remaja tewas secara ...
Rusia Tembakkan Rudal ke Mal di Ukraina, Sedikitnya 10 Tewas
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Serangan rudal Rusia ke sebuah mal yang ramai pengunjung di kota Kremenchuk, Ukraina tengah menewask...
InfodariAnda (IdA)