Belarus Perkenalkan Hukuman Mati untuk Percobaan Terorisme
Elshinta
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:11 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Belarus Perkenalkan Hukuman Mati untuk Percobaan Terorisme
VOA Indonesia - Belarus Perkenalkan Hukuman Mati untuk Percobaan Terorisme
Belarus telah memberlakukan hukuman mati untuk upaya melakukan tindakan terorisme, kantor berita Rusia melaporkan pada Rabu (18/5). Tuduhan itu dihadapi beberapa aktivis oposisi di negara pecahan Uni Soviet tersebut. Belarus - sekutu dekat Rusia - adalah satu-satunya negara di Eropa yang terus melakukan eksekusi meskipun ada seruan untuk moratorium. "Presiden Belarus Alexander Lukashenko menandatangani undang-undang tentang kemungkinan hukuman mati bagi percobaan aksi teroris," lapor kantor berita RIA Novosti, mengutip portal pemerintah online untuk informasi hukum. Dikatakan undang-undang itu akan mulai berlaku 10 hari setelah diterbitkan. Pengadilan Belarus di kota Grodno pada Rabu memulai sidang tertutup dalam kasus 12 aktivis yang dituduh "mempersiapkan aksi teroris," kata kelompok hak asasi Belarus, Vyasna. Aktivis percaya bahwa Svetlana Tikhanovskaya - yang sekarang memimpin oposisi Belarus dari pengasingan di Lithuania - adalah pemenang sejati dalam pemilihan Agustus 2020. Maret lalu, jaksa Belarus mendakwa Tikhanovskaya dengan "mempersiapkan aksi terorisme sebagai bagian dari kelompok terorganisir", menurut kantor berita resmi Belarus, Belta. [ka/ab]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Negara Bagian Zamfara Nigeria akan Keluarkan Izin Miliki Senjata kepada Individu
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Pihak berwenang di negara bagian Zamfara Nigeria mengatakan mereka akan mulai memberikan lisensi sen...
G7 Tingkatkan Sanksi Terhadap Rusia Terkait Perang Ukraina
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Amerika dan anggota kelompok tujuh ekonomi terkemuka lainnya, Senin (27/6) memberlakukan sanksi baru...
Mahasiswa Mesir Kembangkan Blok Beton yang Bercahaya dalam Gelap
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Empat mahasiswa American University di Cairo telah mengembangkan semen yang mampu menyerap energi da...
Vaksin Booster Pfizer yang Diperbarui Efektif Lawan Varian Omicron
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Perusahaan Pfizer Inc. dan mitranya BioNTech SE mengatakan akhir pekan, bahwa suntikan booster COVID...
PBB Terpaksa Pangkas Jumlah Bantuan Pangan ke Yaman 
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Program Pangan Dunia (WFP) PBB mengumumkan kembali pengurangan bantuan pangan ke Yaman yang dilanda ...
Demonstran India Serukan Pembebasan Aktivis Anti-Modi
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Para pengunjuk rasa di ibu kota keuangan India, Mumbai, pada hari Senin (27/6) menuntut pembebasan s...
China Ekploitasi Kunjungan PBB untuk Menyangkal Kekejaman di Xinjiang
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
"Setelah berkunjung ke Xinjiang dan tempat lain di China, ia tidak menemukan bukti genosida.”
Macron: Saudi dan UEA Hanya Bisa Tingkatkan Sedikit Produksi Minyak
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada hari Senin (27/6) bahwa Putra Mahkota Uni Emirat Ar...
21 Remaja Tewas Secara Misterius di Sebuah Bar di Afrika Selatan
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Kepolisian Afrika Selatan pada hari Senin (27/6) menyisir sebuah bar di mana 21 remaja tewas secara ...
Rusia Tembakkan Rudal ke Mal di Ukraina, Sedikitnya 10 Tewas
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Serangan rudal Rusia ke sebuah mal yang ramai pengunjung di kota Kremenchuk, Ukraina tengah menewask...
InfodariAnda (IdA)