AS Luncurkan Program untuk Dokumentasikan Kejahatan Perang di Ukraina
Elshinta
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:12 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
AS Luncurkan Program untuk Dokumentasikan Kejahatan Perang di Ukraina
VOA Indonesia - AS Luncurkan Program untuk Dokumentasikan Kejahatan Perang di Ukraina
Pemerintah Amerika Serikat meluncurkan program yang mereka sebut sebagai “Observatorium Konflik” untuk mendokumentasikan kejahatan perang dan kekejaman lain yang dilakukan pasukan Rusia di Ukraina. Juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan dokumentasi yang dikumpulkan oleh Observatorium Konflik akan memberikan bukti untuk pengadilan kejahatan perang. “Observatorium Konflik akan menyoroti kekejaman dan dimaksudkan untuk berkontribusi pada penuntutan akhirnya di pengadilan domestik Ukraina, pengadilan di negara-negara ketiga, pengadilan AS dan pengadilan terkait lainnya.” Departemen Luar Negeri bekerja sama dengan berbagai entitas luar untuk mengerjakan proyek tersebut, termasuk perusahaan sistem informasi geografis, Laboratorium Penelitian Kemanusiaan Universitas Yale, dan Prakarsa Penyelamatan Budaya Smithsonian. Pemerintah AS juga menyumbangkan citra satelit komersial. [lt/em]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Turki Cabut Veto, Finlandia dan Swedia Selangkah Menuju Bergabung dengan NATO
Rabu, 29 Juni 2022 - 12:09 WIB
Anggota NATO, Turki, pada Selasa (28/6), mencabut vetonya terhadap permohonan Finlandia dan Swedia u...
PBB: Lebih 100 Pembunuhan Terjadi di Kamp Suriah Sejak Januari 2021
Rabu, 29 Juni 2022 - 12:09 WIB
PBB, pada Selasa (28/6), mengatakan bahwa lebih dari 100 orang, sebagian besar di antaranya adalah p...
Maduro Tanggapi Upaya AS, Prancis untuk Bangun Kembali Hubungan dengan Venezuela
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
Presiden Venezuela Nicolás Maduro, pada Senin (27/6), menyambut dua peristiwa terpisah yang menanda...
51 Migran Ditemukan Tewas dalam Truk Trailer di Texas
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
Korban tewas dari insiden perdagangan manusia hari Senin, di mana para migran menderita di bawah suh...
Pemimpin Turki Berharap Bertemu Biden di KTT NATO
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
Presiden Turki mengatakan ia berbicara dengan Presiden AS Joe Biden pada Selasa (28/6) pagi dan mung...
China Tingkatkan Frekuensi Penerbangan Pesawat Militer di Lepas Pantai Taiwan
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
China telah meningkatkan jumlah penerbangan militer ke zona pertahanan udara Taiwan di laut. Para an...
Korea Utara Berusaha Cegah Kerusakan Akibat Banjir di Tengah Krisis COVID
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
Warga Korea Utara berusaha melindungi tanaman pangan, peralatan pabrik, dan aset-aset lainnya dari p...
Uni Eropa Perpanjang Sertifikat COVID-19 di Tengah Lonjakan Kasus
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
Negara-negara Uni Eropa (UE), Selasa (28/6), menyetujui perpanjangan penggunaan sertifikat COVID-19 ...
Iran, AS akan Mulai Pembicaraan Nuklir Tidak Langsung di Qatar
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
Iran dan Amerika Serikat, Selasa (28/6), siap memulai pembicaraan tidak langsung di Qatar yang bertu...
NASA Berharap Peluncuran di Selandia Baru akan Buka Jalan bagi Pendaratan di Bulan
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
NASA ingin bereksperimen dengan orbit baru di sekitar bulan yang diharapkan dapat digunakan pada tah...
InfodariAnda (IdA)