Anggota TNI AD Terlibat Latihan Militer Bersama bagi Misi Kemanusiaaan di Australia
Elshinta
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:12 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Anggota TNI AD Terlibat Latihan Militer Bersama bagi Misi Kemanusiaaan di Australia
ABC.net.au - Anggota TNI AD Terlibat Latihan Militer Bersama bagi Misi Kemanusiaaan di Australia

Di sebuah pulau tidak bernama yang dilanda badai topan tropis, prajurit TNI AD bergabung dengan tentara Australia dan Amerika Serikat dalam latihan militer bagi misi kemanusiaan.

Lebih dari 600 kilometer dari Darwin, di sebuah komunitas terpencil di Nhulunbuy, East Arnhem Land, 130 personel militer dari ketiga negara tersebut pekan ini mengadakan latihan militer bersama.

Ceritanya adalah mereka sedang terlibat membantu sebuah negara bernama Belesia yang sedang dilanda Badai Tropis Sophia.

Tentara dari ketiga negara, Indonesia, Australia dan AS diturunkan untuk membantu komunitas yang tidak memiliki persediaan air bersih, jalan yang terputus, landasan pacu yang tidak bisa digunakan dan warga yang mengungsi, sebagai bagian dari latihan yang diberi nama Crocodile Response.

"Dalam latihan, badai melanda, dan terjadi kerusakan berat di mana-mana," kata Mayor Tim Murphy dari Angkatan Darat Australia.

"

"Banyak terjadi kerusakan pada sistem layanan rumah sakit, kerusakan pada pasokan air ke komunitas, kerusakan rumah dan berbagai prasarana, ini menjadi masalah besar bagi masyarakat setempat, sehingga kami diterjunkan untuk menolong mereka."

"

Inilah latihan militer tahunan untuk membantu misi kemanusiaan yang biasanya dilakukan oleh Marinir AS yang berbasis di Darwin dan Angkatan Darat Australia.

Menggunakan sebuah kamp tambang yang sudah tidak digunakan lagi di Semenanjung Gove, skenario yang dibuat untuk latihan militer ini dibuat senyata mungkin. Belesia memiliki pemerintahan, mata uang dan masalah sosial seperti sebuah negara nyata.

Sistem simulasi bernama Decisive Action Training Environment (DATE) diadopsi oleh Angkatan Darat Australia dari Amerika Serikat di tahun 2018. Lingkungan latihan ini dibuat untuk menyerupai keadaan di Timur Tengah dan kawasan Pasifik.

"Latihan ini seperti kejadian nyata, kami sengaja menggunakan pengalaman yang kami dapatkan dari berbagai bencana di kawasan untuk membuat simulasi nyata bagi para tentara," kata Mayor Tim Murphy.

"Antara kebakaran hutan 2019, pandemi, membantu para lansia, bantuan banjir dan juga berbagai bencana di kawasan regional, kami mendapat banyak pengalaman," katanya.

Untuk pertama kalinya latihan militer di tahhun 2022 ini melibatkan 40 prajurit TNI AD Indonesia.

Kolonel Marcus Constable dari Angkatan Darat Australia mengatakan latihan bersama ini memberikan kesempatan kepada Indonesia, Australia dan Amerika Serikat untuk lebih memahami kemampuan masing-masing negara.

"

"Kami sudah memiliki kemitraan strategis dengan Indonesia dan ada kesempatan juga dengan mitra aliansi AS untuk mengadakan latihan guna membangun pemahaman dan tingkat percaya diri," kata Kolonel Constable.

"

Angkatan Darat Indonesia secara teratur sudah bergabung dengan baik Australia dan Amerika Serikat mengadakan latihan militer di seluruh dunia.

Namun ini untuk pertama kalinya ketiga negara terlibat latihan militer di Northern Territory, hal yang menurut Komandan Marinir AS di sana merupakan hal yang penting.

"Kami mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan mitra dari Indonesia di Camp Pendleton, dan nantinya bila diterjunkan bersama tentara Australia dan Indonesia dalam lingkungan seperti ini merupakan hal yang penting," kata Kolonel Christopher Steele. 

Marinir Amerika Serikat sudah ditempatkan di Darwin setiap musim kering sejak tahun 2012, dengan jumlah mereka terus bertambah dari dulu sekitar 200 orang menjadi 2000 orang di tahun 2022.

Tahun ini 250 tentara Angkatan Darat AS juga ditempatkan di Darwin, dengan kehadiran AS di kawasan Indo-Pasifik semakin tinggi.

Latihan Exercise Crocodile Response menguji kemampuan tentara yang terlibat dalam mengecek kerusakan, memperbaiki landasan pacu dan membuat air yang layak diminum yang diproses dari air laut.

Meski ada perbedaan di sana sini soal bahasa dan gaya militer, mereka yang terlibat mengatakan mereka bisa bekerja sama dengan baik.

Tantangan terbesar menurut Sersan Joshua Gordon dari Marinir AS malah datang dari lingkungan yang berbahaya ketika mereka ditugaskan untuk mendapatkan air minum bersih dari laut di kawasan tersebut.

"

"Kami harus menempatkan marinir untuk bersiaga memantau buaya, memastikan tidak ada buaya, ubur-ubur beracun, dan binatang lain di air," katanya.

"

"Lautnya indah sekali dan seperti menawarkan kita untuk bermain di dalamnya, namun di mana-mana ada tanda mengatakan 'hati-hati dengan buaya."

Persiapan bagi latihan Crocodile Response di tahun 2023 sudah mulai dilakukan, dengan Marinir AS, Angkatan Bersenjata Australai dan TNI mempersiapkan diri bagi latihan lain di masa depan.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perang Antargeng Berlanjut di Sydney, Korban Tewas Ditembak 10 Kali di Tempat Parkir
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:53 WIB
Mantan anggota geng motor Lone Wolf Australia, Yusuf Nazlioglu, tewas setelah ditembak setidaknya 1...
Hasil Sensus 2021: Dalam Hal Jumlah Migran ke Australia, India Ungguli China
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:53 WIB
Dipti Ray dan keluarganya pindah secara permanen ke Australia dari India pada tahun 2020. Peremp...
Remaja Australia Kecanduan Nikotin di Tengah Maraknya Pasar Gelap Vape
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:53 WIB
Penjualan vape melalui pasar gelap tengah marak di Australia, meski sebenarnya dilarang. Sal...
Hasil Sensus 2021: Jumlah Pemeluk Agama Kristen Menurun di Australia
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:53 WIB
Sensus Australia tahun 2021 mengungkapkan bahwa untuk pertama kalinya, tidak sampai setengah warga A...
Pemerintah Australia Akan Mendata Etnis Penduduknya untuk Melengkapi Ukuran Keberagaman Budaya
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Pemerintah Australia mengumumkan akan mengumpulkan data etnis penduduk untuk bisa mengukur keberagam...
Kekurangan Pekerja di Bandara Australia Diperkirakan Akan Berlanjut Sampai Setahun ke Depan
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Anda yang akan bepergian ke dan dari Australia harus bersiap-siap mengalami gangguan perjalanan kar...
Hadiri Pertemuan G7 di Jerman, Presiden Jokowi Membawa Misi Perdamaian bagi Konflik Rusia - Ukraina
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Presiden Joko Widodo telah tiba di Munich,Jerman hari Minggu (26/06) waktu setempat atau Senin (27/...
Penyewa Rumah Semakin Tertekan Akibat Kenaikan Biaya Hidup di Australia
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Untung saja Siobhan Joseph menyukai suhu dingin. Karena selama musim dingin, warga Sydney, Australi...
Sebuah Foto yang Menggemparkan Amerika dan Menjadi Lambang Hak Aborsi
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Di sebuah kamar motel, tubuh seorang perempuan terlihat membungkuk di atas handuk berlumuran darah. ...
Pemerintah Indonesia Deportasi Warga Jepang Terduga Pelaku Penipuan Bantuan COVID-19
Senin, 27 Juni 2022 - 09:34 WIB
Indonesia pada Rabu (22/06) pagi mendeportasi seorang pria Jepang ke Tokyo yang diduga bersama denga...
InfodariAnda (IdA)