Warga Australia yang Isolasi COVID Bisa Memilih Lewat Telepon dalam Pemilu Hari Sabtu
Elshinta
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:12 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Warga Australia yang Isolasi COVID Bisa Memilih Lewat Telepon dalam Pemilu Hari Sabtu
ABC.net.au - Warga Australia yang Isolasi COVID Bisa Memilih Lewat Telepon dalam Pemilu Hari Sabtu

Komisi Pemilihan Umum Australia (AEC) mengubah aturan pemungutan suara untuk memungkinkan pemilih yang sedang menjalani isolasi COVID memberikan suaranya melalui telepon dalam Pemilu hari Sabtu (21/5).

Aturan Pemilu tentang hal ini sebelumnya membatasi hanya pemilih yang dites positif COVID hingga hari Selasa (17/5) yang boleh memberikan suara lewat telepon ke TPS masing-masing.

Namun pekan ini komisioner AEC telah mengajukan perubahan aturan dan telah disetujui oleh pemerintah.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan kepada sebuah stasiun radio di Perth bahwa pihaknya telah menunggu masukan dari AEC terkait dengan permasalahan ini.

"Mereka telah mengajukan solusi dan kami dengan senang hati mendukungnya," katanya.

Perubahan aturan ini memungkinkan siapa pun yang diisolasi mulai Pukul 6 sore pada hari Jumat (20/5) dapat memberikan suaranya melalui telepon.

Seorang calon anggota legislatif (caleg) independen terkemuka Dr Monique Ryan sebelumnya menyatakan akan mengajukan gugatan hukum untuk memastikan semua warga Australia yang positif COVID-19 dapat memilih dalam Pemilu federal.

Jumlah kasus COVID-19 telah meningkat di seluruh Australia dalam beberapa minggu terakhir. Pada hari Rabu, di Australia Barat saja tercatat 17.100 kasus baru.

Seorang sumber ABC menyebutkan bahwa Partai Buruh yang beroposisi telah mendesak menteri khusus urusan Pemilu Ben Morton untuk mengubah aturan pemungutan suara untuk memungkinkan lebih banyak pemilih memberikan suara melalui telepon.

Bukan tanpa risiko

Ketua AEC Tom Rogers menjelaskan pihaknya telah menandatangani rekomendasi untuk memperluas pemungutan suara melalui telepon, dan hal ini telah diterima oleh pemerintah.

Dia mengatakan dari analisis pelaksanaan pemungutan suara melalui telepon yang telah berjalan sejak hari Kamis menunjukkan AEC memiliki kapasitas untuk memperluas layanan ini.

"Tapi hal ini bukannya tanpa risiko, mengingat perilaku pemilih sangat sulit diprediksi," katanya kepada ABC.

Ketua AEC meminta para pemilih yang telah mendaftar untuk memberikan suara melalui telepon untuk melakukannya sesegera mungkin.

Ia memperingatkan pemungutan suara melalui telepon mungkin memerlukan waktu lebih lama bila dilakukan tepat pada hari Sabtu.

Rogers menyarankan pemilih melalui telepon yang telah terdaftar untuk memberikan suaranya pada hari Jumat ini, agar tidak terjadi penumpukan sambungan telepon ke AEC pada hari Sabtu.

Secara teknis, pemilih yang menelepon ke AEC tidak akan ditelepon balik, sehingga yang bersangkutan harus menunggu sampai mereka dapat memberikan suaranya.

Rogers menyebut hari Kamis kemarin tercatat sekitar 750 ribu suara yang masuk, baik melalui pos maupun melalui telepon.

Pemilu di Australia memungkinkan pemilih untuk memberikan suaranya melalui pos sebelum hari H pemungutan suara di TPS.

Ketua AEC mengatakan jumlah suara ini merupakan yang terbesar dalam sejarah Pemilu di Australia, untuk suara yang diberikan sebelum hari H.

Sejauh ini lebih dari 7,3 juta pemilih telah mendaftarkan diri untuk memberikan suara dalam Pemilu federal melalui pos.

Rogers mengatakan lebih dari 4 juta pemilih telah memberikan suara melalui pos sejauh ini.

Dalam Pemilu federal sebelumya, sekitar 40 persen pemilih Australia memberikan suaranya lebih awal.

Menurut ketua AEC, dalam pemilu kali ini jumlahnya diperkirakan mencapai 50 persen.

Ancaman gugatan

Berbicara sebelum perubahan kebijakan AEC, caleg independen Dr Monique Ryan mengatakan para pemilih di Dapilnya merasa "tertekan" karena tidak dapat memilih.

"Padahal hal ini bisa mengubah hasil suara di Dapil saya dan juga di Dapil lainnya di seluruh Australia," katanya kepada ABC.

Ketua AEC Tom Rogers yakin pemasalahan ini telah diselesaikan tapi tetap saja ada kemungkinan seseorang akan berusaha untuk menggugat hasilnya di pengadilan.

Menteri urusan Perbendaharaan Negara (Treasurer) Josh Frydenberg, yang ditantang kursinya di salah satu Dapil di Melbourne oleh Dr Monique Ryan, mengatakan Pemerintah Koalisi maupun Partai Buruh mendukung perubahan aturan AEC.

Dia berharap perubahan itu tidak akan menimbulkan gugatan di pengadilan sengketa Pemilu.

Diproduksi oleh Farid Ibrahim dari artikel ABC News untuk ABC Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perang Antargeng Berlanjut di Sydney, Korban Tewas Ditembak 10 Kali di Tempat Parkir
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:53 WIB
Mantan anggota geng motor Lone Wolf Australia, Yusuf Nazlioglu, tewas setelah ditembak setidaknya 1...
Hasil Sensus 2021: Dalam Hal Jumlah Migran ke Australia, India Ungguli China
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:53 WIB
Dipti Ray dan keluarganya pindah secara permanen ke Australia dari India pada tahun 2020. Peremp...
Remaja Australia Kecanduan Nikotin di Tengah Maraknya Pasar Gelap Vape
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:53 WIB
Penjualan vape melalui pasar gelap tengah marak di Australia, meski sebenarnya dilarang. Sal...
Hasil Sensus 2021: Jumlah Pemeluk Agama Kristen Menurun di Australia
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:53 WIB
Sensus Australia tahun 2021 mengungkapkan bahwa untuk pertama kalinya, tidak sampai setengah warga A...
Pemerintah Australia Akan Mendata Etnis Penduduknya untuk Melengkapi Ukuran Keberagaman Budaya
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Pemerintah Australia mengumumkan akan mengumpulkan data etnis penduduk untuk bisa mengukur keberagam...
Kekurangan Pekerja di Bandara Australia Diperkirakan Akan Berlanjut Sampai Setahun ke Depan
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Anda yang akan bepergian ke dan dari Australia harus bersiap-siap mengalami gangguan perjalanan kar...
Hadiri Pertemuan G7 di Jerman, Presiden Jokowi Membawa Misi Perdamaian bagi Konflik Rusia - Ukraina
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Presiden Joko Widodo telah tiba di Munich,Jerman hari Minggu (26/06) waktu setempat atau Senin (27/...
Penyewa Rumah Semakin Tertekan Akibat Kenaikan Biaya Hidup di Australia
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Untung saja Siobhan Joseph menyukai suhu dingin. Karena selama musim dingin, warga Sydney, Australi...
Sebuah Foto yang Menggemparkan Amerika dan Menjadi Lambang Hak Aborsi
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Di sebuah kamar motel, tubuh seorang perempuan terlihat membungkuk di atas handuk berlumuran darah. ...
Pemerintah Indonesia Deportasi Warga Jepang Terduga Pelaku Penipuan Bantuan COVID-19
Senin, 27 Juni 2022 - 09:34 WIB
Indonesia pada Rabu (22/06) pagi mendeportasi seorang pria Jepang ke Tokyo yang diduga bersama denga...
InfodariAnda (IdA)