Kurangi Gunakan Dolar AS, Rusia dan China akan Gunakan Mata Uang Sendiri dalam Perdagangan
Elshinta
Kamis, 13 September 2018 - 08:25 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kurangi Gunakan Dolar AS, Rusia dan China akan Gunakan Mata Uang Sendiri dalam Perdagangan
VOA Indonesia - Kurangi Gunakan Dolar AS, Rusia dan China akan Gunakan Mata Uang Sendiri dalam Perdagangan
Presiden Rusia Vladimir Putin hari Selasa (11/9) mengatakan Rusia dan China berencana lebih sering menggunakan mata uang negara mereka sendiri dalam transaksi perdagangan sementara hubungan Rusia dengan Barat memburuk. Menurut Putin, itu akan "meningkatkan stabilitas bank-bank yang melayani operasi ekspor dan impor selagi ada risiko di pasar global." Presiden Putin menjamu Presiden China Xi Jinping yang tengah menghadiri Forum Ekonomi Timur di Vladivostok. Di sela-sela forum ekonomi tersebut, kedua pemimpin melakukan diplomasi "Pancake" dengan demonstrasi memasak kue pancake bersama saat membuka "Far East Street", sebuah pameran budaya dan ekonomi di kawasan itu. Presiden Xi adalah salah satu nama besar di acara Forum Ekonomi Timur di kota Vladivostok, Rusia timur jauh, di mana fokusnya adalah pada hubungan ekonomi dan Korea Utara. Rusia menghadapi sanksi yang lebih keras sejak membuat marah Barat dan Kiev karena mencaplok Krimea pada tahun 2014 dan mendukung pemberontak separatis di Ukraina timur. Dalam beberapa bulan ini, Amerika menjatuhkan lebih banyak sanksi atas dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden Amerika dan peracunan mantan agen mata-mata ganda Sergei Skripal dan putrinya di Inggris. Sejak Amerika menjatuhkan sanksi terbaru dan mengancam akan melakukan tindakan lebih lanjut, nilai mata uang Rusia, rubel, turun tajam terhadap dolar dan euro. Dalam beberapa bulan terakhir, nilai yuan terhadap dolar juga turun. [ka/pp]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Derita Hazara di Afghanistan: Genosida atau Kejahatan Kemanusiaan
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:07 WIB
Beberapa menit setelah bom menghancurkan sebuah minivan lain di sebuah kawasan permukiman Hazara di ...
Menteri Vaksin Inggris Imbau Kewaspadaan soal Pembukaan Kembali Wilayah
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:07 WIB
Menteri vaksin COVID-19 Inggris, Jumat (11/6) mengimbau agar waspada mengenai rencana pembukaan kemb...
KTT G-7 Dimulai, Bawa Pesan Membangun Kembali dengan Lebih Baik
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:07 WIB
Hari pertama KTT G-7 telah berakhir, di Cornwall, Inggris, di mana para pemimpin dari tujuh negara d...
Utusan AS: Serangan China terhadap Kekuatan Asing Ancam Kebebasan di Hong Kong
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:07 WIB
Diplomat senior AS di Hong Kong mengatakan pemberlakuan undang-undang keamanan nasional baru telah m...
Jelang Pertemuan, Putin Berharap Biden Tak
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:07 WIB
Menjelang pertemuan puncak pertamanya dengan pemimpin baru AS, Presiden Rusia Vladimir Putin, Jumat ...
AS Kirim Bantuan Keamanan $150 Juta ke Ukraina
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:07 WIB
Amerika membantu Ukraina meningkatkan kemampuan pertahanannya, mengumumkan paket keamanan senilai $1...
Pulitzers Beri Penghargaan Liputan Pandemi COVID-19, Demonstrasi di AS
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:07 WIB
Pulitzer memberikan penghargaan khusus kepada, Darnella Frazier, remaja yang merekam pembunuhan poli...
Castillo Mendekati Kursi Kepresidenan Peru Setelah Perselisihan Suara
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:07 WIB
Calon unggul dalam Pemilu Presiden Peru, Pedro Castillo, Jumat (11/6) malam, bersiap-siap untuk mera...
Mantan Presiden Kolombia Minta Ampunan Atas Pembunuhan yang Dilakukan Militer
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:07 WIB
Dalam kesaksian publik kepada komisi kebenaran Kolombia, Jumat (11 Juni), mantan Presiden Juan Manu...
Arab Saudi: Ibadah Haji Tahun Ini Hanya Untuk 60 Ribu Jemaah Domestik
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:07 WIB
Arab Saudi, Sabtu (12/6), mengumumkan akan mengizinkan penduduk kerajaan yang telah divaksinasi untu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV