Mengapa Aktivis Lingkungan Indonesia tidak Senang dengan Peluang Investasi Nikel Tesla
Elshinta
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Mengapa Aktivis Lingkungan Indonesia tidak Senang dengan Peluang Investasi Nikel Tesla
ABC.net.au - Mengapa Aktivis Lingkungan Indonesia tidak Senang dengan Peluang Investasi Nikel Tesla

Dua minggu lalu Presiden Indonesia Joko Widodo bersama pemimpin ASEAN lainnya mengunjungi Washington untuk bertemu Presiden Joe Biden dalam upayanya meminimalisir pengaruh China.

Namun, kunjungan Presiden Jokowi ke kota kecil Boca Chica di Texas lebih banyak menarik perhatian pubik Indonesia.

Di sana, Jokowi mengadakan pertemuan dengan pendiri Tesla dan Space X Elon Musk di kantor pusatnya. Presiden Jokowi diberikan tur pribadi oleh Elon Musk.

Jokowi memuji Musk dengan menyebutnya "super jenius", sementara Musk mengatakan ia "sangat tertarik" dengan masa depan Indonesia yang berpopulasi 270 juta orang.

Musk juga mengatakan Indonesia memancarkan "energi positif".

"Kami akan melihat, dari sudut pandang Tesla dan Space X, untuk mencoba melakukan beberapa kemitraan di Indonesia," katanya.

Indonesia, negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara, berupaya mengucurkan dana dalam upaya transisi global ke kendaraan listrik (EV) dengan berusaha memikat investasi asing dari orang-orang seperti Musk.

Nikel adalah komponen kunci sel baterai lithium-ion, yang digunakan di sebagian besar kendaraan listrik.

Kini, permintaan logam tersebut meningkat pesat.

Sumitomo Metal Mining, pabrik peleburan nikel terbesar di Jepang dan pemasok baterai lithium-ion Panasonic yang digunakan dalam kendaraan listrik Tesla, memperkirakan permintaan global untuk nikel akan meningkat sebesar 20 persen untuk tahun 2022 saja.

Menurut firma riset Wood Mackenzie, konsumsi nikel untuk baterai kendaraan listrik diproyeksikan meningkat 64 persen antara 2019 dan 2025.

Sama dengan Australia, Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, menurut badan pemerintah Amerika Survei Geologi Amerika (USGS).

USGS melaporkan bahwa produksi tambang di Indonesia meningkat 30 persen selama tahun 2021, dan dikaitkan dengan "pengoperasian berkelanjutan" proyek-proyek di seluruh bagian kepulauan.

Kunjungan Presiden Jokowi ke Space X merupakan kelanjutan pertemuan Musk dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

Kepada kantor berita Reuters, pejabat Indonesia mengatakan pembicaraan tingkat kerja tentang investasi di industri nikel telah dilakukan.

"

Menteri Investasi Indonesia Bahlil Lahadalia mengatakan Musk "rugi" jika dia tidak berinvestasi di Indonesia.

"

Musk 'bersemangat' tentang Indonesia

"Bagus sekali karena Indonesia memiliki populasi besar dan populasinya terus bertambah," kata Musk saat bertemu dengan Presiden Jokowi.

"Kita membutuhkan banyak orang untuk masa depan dan juga untuk proyek Mars. Di Mars tidak ada orang, jadi kita membutuhkan orang di Mars," tuturnya bercanda.

"Indonesia tampaknya sangat optimis dan positif tentang masa depan, ini luar biasa," tambah Musk.

"

"Saya benar-benar senang melihat betapa bersemangatnya kalian semua."

"

Namun tidak semua pihak antusias dengan prospek investasi di pertambangan nikel Indonesia, yang berkaitan dengan pembangkit listrik tenaga batu bara.

Sekelompok aktivis lingkungan Indonesia telah menulis surat kepada Musk, menunjuk pada pernyataan yang telah dibuat oleh miliarder tersebut sebelumnya tentang lingkungan.

"Jika Tesla ingin berinvestasi di Indonesia, mereka harus bebas dari pembangkit listrik tenaga batu bara," kata Pius Ginting, koordinator Asosiasi Aksi Ekologi dan Emansipasi Rakyat (AEER), dalam suratnya.

"Karena hal itu bertentangan dengan tujuan transportasi listrik: mengurangi total emisi gas," tambahnya.

Pada pertengahan 2020, Musk meminta perusahaan pertambangan untuk meningkatkan produksi nikel mereka demi memenuhi kebutuhan Tesla.

"Tesla akan memberi Anda kontrak jangka waktu yang lama jika Anda menambang nikel secara efisien dan dengan cara yang peka terhadap lingkungan," kata Musk saat itu.

Indonesia telah lama berupaya menambah pemrosesan bijih nikel dan mineral lainnya di dalam negeri, agar tidak hanya mengekspor produk mentah, sebagai cara untuk menciptakan lapangan kerja dalam negeri.

Tetapi peleburan nikel Indonesia sering mengandalkan energi dari batu bara, dan para pemerhati lingkungan mengatakan bahwa industri nikel Indonesia tidak memenuhi standar "ramah lingkungan".

Indonesia telah berkomitmen untuk mengakhiri pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara baru setelah tahun 2023.

Pembangkit listrik tenaga batu bara tetap menjadi sumber energi utama dan menyumbang lebih dari sepertiga dari total emisi karbon negara.

'Hak untuk menghirup udara bersih' dilanggar

Moh Taufik berharap Tesla akan mempertimbangkan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh perusahaan pertambangan di Sulawesi, dari mana sebagian besar nikel Indonesia berasal.

"

"Aktivitas penambangan nikel melanggar hak warga untuk menghirup udara bersih dan sehat," kata Taufik, koordinator Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) di Sulawesi Tengah.

"

Sebuah studi tahun 2019 oleh AEER menemukan bahwa pembangkit listrik tenaga batu bara yang digunakan untuk produksi nikel di kota Morowali, Sulawesi Tengah, telah menyebabkan infeksi saluran pernapasan (ISPA) pada penduduk setempat.

AEER melaporkan bahwa metode pembuangan yang dilakukan pabrik nikel di Sulawesi menimbulkan "ancaman besar bagi kehidupan laut yang kaya di laut Indonesia" dan mempengaruhi keberlangsungan mata pencaharian nelayan.

"Yang kita dorong adalah kalau pun ada niat dan keinginan terkait dengan rencana investasi, karena ini berpotensi akan terealisasi, pihak Tesla tidak lagi menggunakan pembangkit listrik tenaga batu bara," kata Taufik.

AEER mencatat bahwa ketika operasi penambangan nikel skala kecil dimulai di Morowali pada akhir 2000-an, petani tradisional di daerah tersebut terkena dampak banjir yang diperparah oleh industri ekstraktif.

Morowali kini menjadi lokasi kawasan industri berbasis nikel terbesar di Indonesia yang didanai oleh investor domestik dan China.

Di tahun 2020, banjir bandang melanda Morowali, membanjiri dua desa dan memaksa 175 warga mengungsi.

Taufik mengatakan pemerintah Indonesia juga harus mempertimbangkan konsekuensi bagi warga jika Tesla membangun fasilitas di Sulawesi.

"Desakan kita adalah pemerintah harus lebih melihat peluang investasi ini sebenarnya apakah bermanfaat untuk masyarakat setempat atau tidak," katanya.

"Atau sebenarnya hanya menimbulkan konflik agraria antar masyarakat. Karena kan terjadi perebutan ruang antara perusahaan dan masyarakat.

"Otomatis ini akan menggusur baik itu wilayah pemukiman masyarakat kalau di wilayah perkebunan, pertanian dan lain sebagainya."

Menurutnya, perebutan ruang mungkin sekali terjadi dan "yang harus tersingkir adalah masyarakat setempat".

Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia tidak menanggapi pertanyaan ABC.

ABC juga sudah menghubungi Tesla untuk meminta komentar.

Baca laporannya dalam bahasa Inggris

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mewarnai Foto Lawas Hitam-Putih, Menghidupkan Sejarah
Selasa, 21 Juni 2022 - 15:13 WIB
Andiena Shanty terkejut ketika melihat ibunya menangis bahagia karena sebuah foto. Foto tersebut...
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese Pertimbangkan Undangan Presiden Ukraina untuk Mengunjungi Kyiv
Selasa, 21 Juni 2022 - 15:13 WIB
PM Australia Anthony Albanese mengatakan dia akan mencari pertimbangan sebelum memutuskan apakah a...
Perubahan Iklim Bisa Memicu Penyebaran Wabah Seperti Cacar Monyet dan Virus Ensefalitis Jepang
Selasa, 21 Juni 2022 - 15:13 WIB
Di dunia yang sangat peka terhadap penyakit setelah lebih dari dua tahun pandemi global, kemunculan ...
Nelayan Indonesia Diduga Membunuh Penyu Hijau yang Hampir Punah di Perairan Australia
Selasa, 21 Juni 2022 - 15:13 WIB
Muncul kekhawatiran bahwa nelayan asal Indonesia membunuh dan memakan penyu hijau yang diburu di per...
Organisasi Renang Dunia Membatasi Partisipasi Transpuan dalam Kompetisi Renang
Selasa, 21 Juni 2022 - 15:13 WIB
Badan renang dunia, FINA, telah memutuskan untuk membatasi partisipasi atlet transpuan dalam kompe...
Sambal Terasi Kian Populer di Kota Darwin Australia, Para Pembuatnya Rahasiakan Resep Mereka
Selasa, 21 Juni 2022 - 15:13 WIB
Menyusuri jalan ke daerah Wulagi di luar kota Darwin, Australia, bau asing yang menyegat mulai terci...
Marak, Predator Seks Berpura-pura Menjadi Perempuan untuk Jebak Laki-laki Remaja
Selasa, 21 Juni 2022 - 15:13 WIB
Polisi Federal Australia mengatakan pelaku kejahatan seksual mencari sasaran remaja putra di Austral...
Harga Selada Meroket di Australia? Ternyata Harga Kebutuhan Pokok di Negara Lain Juga Meningkat Tajam
Selasa, 21 Juni 2022 - 15:13 WIB
Di Australia harga selada menjadi bahan perbincangan, karena naik tajam. Namun ternyata di negara-...
Indonesia Akan Ekspor Ayam ke Singapura untuk Mengisi Kekurangan Pasokan di Sana
Selasa, 21 Juni 2022 - 15:13 WIB
Pemerintah Indonesia berharap bisa mencapai kesepakatan dengan Singapura untuk mulai mengekspor ayam...
Korban Penipuan Online Banking di Australia Bertambah, Tabungan Rp300 Juta Terkuras dalam Dua Menit
Selasa, 21 Juni 2022 - 15:13 WIB
Selama 25 tahun, Helen Cahill mengurus pembukuan perusahaannya di Melbourne, Australia, dia tidak p...
InfodariAnda (IdA)