Festival Instalasi Cahaya Vivid Sydney Diselenggarakan Lagi Setelah Pandemi COVID-19
Elshinta
Senin, 30 Mei 2022 - 08:45 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Festival Instalasi Cahaya Vivid Sydney Diselenggarakan Lagi Setelah Pandemi COVID-19
ABC.net.au - Festival Instalasi Cahaya Vivid Sydney Diselenggarakan Lagi Setelah Pandemi COVID-19

Penyelenggara Festival Vivid Sydney berharap bisa mengatasi membludaknya warga ke tengah kota dengan menyebar kegiatan ini untuk tahun 2022.

Mulai hari Jumat (27/5/2022), festival cahaya di beberapa sudut bangunan ikonik di Sydney tersebut akan berlangsung selama 23 hari setelah sebelumnya selama dua tahun sebelumnya karena pandemi COVID, festival dibatalkan.

Sebelumnya festival ini di tahun 2019 dihadiri oleh sekitar 2,4 juta orang di mana berbagai acara seperti pertunjukan cahaya, pertunjukkan musik dan kegiatan lain menyumbangkan sekitar A$170 juta (sekitar Rp1,7 T) ke perekonomian New South Wales.

Namun kepopuleran festival ini menimbulkan masalah lain yaitu  terlalu banyak warga yang datang dalam waktu bersamaan terutama di akhir pekan.

Meski jumlah orang yang hadir akan berkurang dibandingkan masa-masa sebelum COVID, Menteri Pariwisata NSW  Stuart Ayres mendesak warga untuk datang di hari-hari kerja antara Senin sampai Jumat.

"

"Akhir pekan pasti sibuk, dan apalagi akhir pekan di mana Seninnya libur akan lebih ramai lagi," katanya.

"

"Saya kira pengunjung masih akan datang dalam jumlah besar, jadi penting sekali bagi warga untuk membuat perencanaan. Datanglah di hari Senin, Selasa atau Rabu, kalau ingin melihat jumlah orang yang lebih sedikit."

"Saya cukup yakin bahwa warga Sydney dan mereka dari seluruh negara bagian ini dan juga dari tempat lain ingin datang dan melihat Vivid."

Di tahun 2018, juru bicara bidang pariwisata dari partai oposisi Penny Sharpe mengkritik panitia penyelenggara dalam hal pengaturan massa yang datang dan mengatakan banyak orang yang merasa tidak aman di sekitar kawasan yang disebut Harbour di mana Gedung Opera Sydney berada dan juga berbagai bangunan penting lainnya,  khususnya mereka yang membawa anak-anak.

"Ini adalah festival yang sangat bagus untuk Sydney namun masalah keamanan publik sering menjadi hal yang dikeluhkan," kata Penny Sharpe.

"Bila yang datang tidak merasa aman, itulah yang paling buruk dari penyelenggaraan sebuah festival sepenting ini."

Sharfpe mengatakan solusinya adalah menyebarkan berbagai kegiatan ini di sepanjang Harbour ke arah yang lebih luas lagi.

Dan tahun in itulah yang dilakukan oleh panitia Vivid Sydney.

Jalan kaki menelusuri cahaya, yang merupakan atraksi utama Festival Vivid tersebut sekarang akan menjadi yang terpanjang, yang rentang 8 kilometer dari Gedung Opera sampai ke Stasiun Kereta Central Station.

Jalur ini ditata ulang untuk memberikan ruang lebih besar bagi warga untuk melihat seluruh instalasi cahaya yang ada dan tetap membuat perjalanan mengalir.

"Vivid Sydney akan mengerahkan tim, relawan, keamanan, dan pemandu untuk membantu para pengunjung sehingga perjalanan terus mengalir dan terkendali sepanjang jalur cahaya," kata juru bicara Destination NSW kepada ABC.

Panitia juga menekankan agar warga tidak berusaha  melihat seluruh instalasi cahaya tersebut dalam waktu satu malam saja.

"

"Pilih saja dua atau tiga lokasi untuk dikunjungi dengan santai, dan kembali lagi di hari berikut atau hari lain untuk lokasi lainnya."

"

Namun diperkirakan sistem transportasi publik di sekitar Harbour City tetap akan sangat sibuk di mana di tahun-tahun sebelumnya kadang kereta tidak berhenti di stasiun tertentu karena begitu banyak warga yang sudah menunggu di peron.

Direktur operasi Transport for NSW Howard Collins mengatakan antrean bagi pengguna transportasi publik akan sama seperti musim liburan Paskah kemarin di mana warga dibebaskan untuk tidak membayar.

"Kami mendorong warga untuk merencanakan menonton Vivid Sydney menjadi beberapa malam karena ada begitu banyak instalasi cahaya yang ada di seluruh kota dan anda tidak harus menyaksikan semuanya dalam semalam," kata Collins.

Jalan-jalan di sekitar The Rocks dan Circular Quay akan ditutup setiap malam dari jam 5 sore, dengan penutupan lebih banyak di sekitar Sydney CBD dan Darling Harbour di hari Jumat malam dan akhir pekan. 

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Populasi India Diprediksi akan Lampaui China, Menjadikannya Negara Terpadat di Dunia 2023
Kamis, 14 Juli 2022 - 09:09 WIB
Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan, populasi India akan melampaui China pada 202...
Terkait Manuver China di Pasifik, Menhan Australia Peringatkan Koalisi AS-Australia Tidak Bisa Tinggal Diam
Kamis, 14 Juli 2022 - 09:09 WIB
Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, menyerukan kerja sama yang lebih erat dengan Amerika S...
Kisruh Dugaan Penyelewengan Dana ACT, Ini Tanggapan Pengelola Dana Kompensasi Korban Boeing
Kamis, 14 Juli 2022 - 09:09 WIB
Senin dan Selasa kemarin (12/07) Bareskrim Polri telah memeriksa mantan pemimpin organisasi filant...
Kapal Selam Nuklir China Terus Membuntuti Kapal Perang Australia karena Dituding Memasuki Wilayahnya
Kamis, 14 Juli 2022 - 09:09 WIB
Departemen Pertahanan Australia menolak untuk menjelaskan pertemuan kapal perangnya dengan pihak m...
Twitter Gugat Elon Musk, Menuntutnya Bertanggung Jawab Menyelesaikan Perjanjian Akuisisi
Kamis, 14 Juli 2022 - 09:09 WIB
Twitter telah menggugat Elon Musk dengan tuntutan agar bertanggung jawab menyelesaikan akuisisi per...
Presiden Sri Lanka Melarikan Diri Bersama Istrinya ke Maladewa
Kamis, 14 Juli 2022 - 09:09 WIB
Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa, telah meninggalkan negara itu tak lama setelah pengunjuk ras...
Presiden Jokowi Akhiri Rangkaian Lawatan, Fokus pada Krisis Pangan dan Misi Perdamaian Rusia-Ukraina
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:02 WIB
Presiden Indonesia Joko Widodo mengakhiri perjalanannya ke Ukraina dan Rusia, mendorong pemulihan k...
Kota Leeton di Pedalaman Australia Membuka Diri untuk Pendatang dan Pencari Suaka
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:02 WIB
Ketika ayah Ali Mehdi, seorang migran asal Pakistan, meninggal pada tahun 2017, dia mulai mencari ne...
Tiga Orang Tewas dalam Penembakan di Pusat Perbelanjaan di Denmark
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:02 WIB
Perdana Menteri Denmark mengatakan penembakan di sebuah pusat perbelanjaan di Kopenhagen adalah &quo...
Warga Migran Berpikir untuk Meninggalkan Australia Karena Kenaikan Biaya Hidup
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:02 WIB
Kenaikan harga kebutuhan di Australia telah membuat para migran berpikir dua kali tentang apakah mas...

InfodariAnda (IdA)