PBB Terpaksa Pangkas Jumlah Bantuan Pangan ke Yaman 
Elshinta
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
PBB Terpaksa Pangkas Jumlah Bantuan Pangan ke Yaman 
VOA Indonesia - PBB Terpaksa Pangkas Jumlah Bantuan Pangan ke Yaman 
Program Pangan Dunia (WFP) PBB mengumumkan kembali pengurangan bantuan pangan ke Yaman yang dilanda perang sebagai akibat dari kesenjangan pendanaan, kenaikan harga kebutuhan dan dampak dari perang Ukraina. “Kesenjangan pendanaan yang kritis, inflasi global dan dampak langsung dari perang di Ukraina memaksa WFP di Yaman untuk membuat beberapa keputusan yang sangat sulit terkait dukungan yang kami berikan kepada penerima manfaat kami,” kata lembaga itu melalui Twitter hari Minggu (26/6). Akibatnya, WFP harus mengurangi secara drastis bantuan untuk 13 juta warga yang menerima bantuan makanan darurat di Yaman, yang menurut PBB sedang menghadapi krisis kemanusiaan terburuk di dunia. “Kini kami terpaksa mengurangi bantuan bagi lima juta di antaranya menjadi kurang dari 50 persen kebutuhan sehari-hari, dan bagi delapan juta lainnya menjadi sekitar 25 persen kebutuhan sehari-hari,” kata WFP. “Kegiatan ketahanan dan mata pencaharian, serta program pemberian makan dan nutrisi di sekolah bagi empat juta orang akan dihentikan, sehingga bantuan hanya tersedia bagi 1,8 juta orang,” tambah lembaga itu. Konflik di Yaman selama tujuh tahun terakhir telah menewaskan lebih dari 150.000 orang dan menyebabkan jutaan warga sipil mengungsi, menurut PBB. Pihak-pihak yang bersengketa di negara miskin itu awal bulan lalu memperbarui gencatan senjata selama dua bulan yang sudah dimulai sejak April dan disebut badan-badan bantuan dan pemerintahan Barat telah mengurangi pertempuran secara signifikan. Meski demikian, koordinator kemanusiaan PBB untuk Yaman, David Gressly, sebelumnya memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan di negara itu semakin buruk, bahwa hampir tiga perempat penduduknya membutuhkan bantuan. “WFP sangat menyadari dampak buruk dari pengurangan bantuan bagi keluarga termiskin dan paling membutuhkan di Yaman dan kami tidak menganggap enteng penderitaan mereka,” kata badan bantuan pangan PBB itu. Konflik Yaman pertama kali pecah tahun 2014, ketika pemberontak Houthi yang didukung Iran merebut ibu kota Sanaa, dan memicu koalisi yang dipimpin Saudi campur tangan pada tahun berikutnya untuk menopang pemerintah yang diakui secara internasional. Negara yang sudah rawan pangan itu sangat rentan terhadap kenaikan harga pangan dan energi global sebagai akibat dari invasi Rusia ke Ukraina Februari lalu. [rd/jm]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Biden Ingin Seimbangkan Kepentingan dan Ideologi dalam Lawatan Timur Tengah
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Dalam lawatan ke Timur Tengah pekan depan, Presiden Biden dijadwalkan akan mendorong integrasi Israe...
Menang Pemilu, Kelompok Konservatif Jepang Berencana Revisi Konstitusi
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Koalisi konservatif yang berkuasa di Jepang memperoleh kemenangan besar pada pemilu legislatif hari ...
Jerman Bersiap Kemungkinan Rusia Hentikan Pasokan Gas 
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Gas alam merupakan sumber energi utama di Jerman. Sekitar setengah dari rumah tangga di negara itu m...
Jepang Adakan Upacara Mengenang Abe Sehari Sebelum Pemakaman
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Upacara peringatan mengenang mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe diselenggarakan di Tokyo Senin...
PM Inggris Bertekad Lanjutkan Pekerjaan Hingga Serahkan “Mandat”
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Boris Johnson hari Senin (11/7) mengatakan ia bertekad untuk terus menjalankan program-program pemer...
Wapres Taiwan Beri Penghormatan Terakhir Bagi Abe
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Wakil Presiden Taiwan Lai Ching-Te hari Senin (11/7) tampak meninggalkan kediaman mantan Perdana Men...
Komandan Kapal Induk AS Puji Latihan Angkatan Laut RIMPAC
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Komandan kapal induk Amerika USS Abraham Lincoln Kapten Amy Bauernschmidt hari Senin (11/7) memuji l...
KBRI Belum Berencana Evakuasi WNI dari Sri Lanka
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Kedutaan Besar Republik Indonesia KBRI di Sri Lanka mengatakan belum berencana mengevakuasi warga ne...
Lawatan Biden ke Timur Tengah: Antara HAM, Energi, dan Keamanan Regional
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Lawatan Presiden AS Joe Biden ke Timur Tengah pekan ini didominasi isu tingginya harga minyak dunia ...
Perdana Menteri Inggris Baru akan Diumumkan pada 5 September
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Graham Brady, pemimpin dari sekelompok legislator Konservatif yang kuat yang dikenal sebagai Komite ...

InfodariAnda (IdA)