Jumat, 19 Oktober 2018 | 00:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Berita Mitra

Dalih Melawan Ekstremisme, Cina Gelar Kampanye Anti-Halal di Xinjiang

Kamis, 11 Oktober 2018 - 09:23 WIB   

Otoritas Cina di kawasan otonomi Xinjiang hari Senin (8/10) menggelar kampanye "anti halal" dengan alasan untuk "menghentikan penetrasi Islam dalam kehidupan sekuler yang bisa memicu ekstremisme. Mayoritas penduduk Xinjian, yang punya status "daerah otonomi", berasal dari etnis Uighur dan beragama Islam.

Dalam pertemuan hari Senin, para pemimpin Partai Komunis di ibukota Xinjiang, Urumqi, memimpin para kader untuk mendeklarasikan tekdp untuk "bertarung dalam pertempuran melawan pan-halalisasi'".

Cina sering dikecam kelompok-kelompok hak asasi manusia dan pemerintahan asing karena laporan-laporan tentang tindakan keras dan pelanggaran hak asasu. Sekitar 1 juta warga dari etnis Uighur berada dalam tahanan aparat keamanan.

Beijing bantah pelanggaran HAM

Pemerintah Cina di Beijing membantah adanya pelanggaran hak-hak umat Muslim di Xinjiang dan menyatakan, langkah keras diperlukan untuk menindak ekstremisme dan perpecahan di wilayah tersebut.

Harian pemerintah Global Times hari Rabu (10/10) mengatakan, "tuntutan bahwa berbagai hal yang tidak mungkin halal harus mendapat label hal" telah memicu permusuhan terhadap agama dan memungkinkan Islam menembus kehidupan sekuler.

Sebagai bagian dari kampanye anti-halal tersebut, jaksa kepala Uighur di Urumqi lshat Osman menulis sebuah artikel berjudul: "Teman, Anda tidak perlu mencari restoran khusus halal untuk saya".

Percaya pada marxisme, bukan pada agama

Para pemimpin Partai Komunis Urumqi juga mengatakan, pejabat pemerintahan dan anggota partai perlu menegaskan kepercayaan mereka pada Marxisme-Leninisme, dan bukan pada agama. Selain itu, para pejabat pemerintahan dan anggota partai perlu berbicara dalam bahasa Mandarin standar di depan umum.

Warga Cina secara teoritis bebas mempraktekkan agama apa pun, tetapi mereka telah mengalami peningkatan pengawasan karena pemerintah berusaha mengawasi lebih ketat kegiatan ibadah agama.

Partai Komunis Cina bulan Agustus mengeluarkan seperangkat peraturan yang direvisi yang mengatur perilaku anggotanya, mengancam hukuman atau pengusiran bagi siapa pun yang berpegang teguh pada suatu keyakinan agama.

hp/rzn (rtr, afp)

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pembangunan | 18 September 2018 - 12:49

Akses menuju tol Pekalongan masuk tahap penyempurnaan

Aktual Dalam Negeri | 14 Oktober 2018 - 19:27

Pihak keluarga memakamkan narapidana terorisme di Surabaya

Asian Games 2018 | 28 Agustus 2018 - 17:23

Peraih medali emas dapat bonus uang Rp1,5 miliar, ini jatah pelatih

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 12:25

Arab Saudi kirim 17.000 domba kurban ke Indonesia

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com