Selasa, 23 Oktober 2018 | 19:56 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Berita Mitra

McDonalds Australia Dituduh Lakukan Diskriminasi Terhadap Pekerja Lebih Tua

Kamis, 11 Oktober 2018 - 09:23 WIB   
ABC.net.au - McDonalds Australia Dituduh Lakukan Diskriminasi Terhadap Pekerja Lebih Tua
ABC.net.au - McDonalds Australia Dituduh Lakukan Diskriminasi Terhadap Pekerja Lebih Tua

McDonalds Australia dituduh secara sistematis melakukan praktek mengurangi jam kerja bagi pekerja di saat usia mereka bertambah dan mengganti dengan pekerja yang lebih muda yang mendapat bayaran lebih sedikit.

Praktek ini disebut learn and churn, yang artinya belajar dan kemudian setelah mereka pintar, perlahan pekerja itu akan dilepaskan karena bayarannya semakin mahal.

McDonalds merupakan salah satu perusahaan yang paling banyak mempekerjakan orang di Australia, dengan 100 ribu orang, bekerja di berbagai restoran yang kebanyakan dalam bentuk franchise.

Namun sekarang perusahaan induk dan franchise McDonald dituduh melakukan praktek churning di saat pekerja mereka bertambah usia, yang mendapat jam kerja lebih sedikit dan diganti dengan pekerja yang lebih muda.

Direktur Eksekutif McDonalds Australia Andrew Gregory membantah bahwa praktek ini dilakukan dimana-mana .

"Kami dengan serius berusaha melakukan hal terbaik dan mengikuti standar yang ada." kata Gregory dalam wawancara dengan program 7.30 ABC.

"Separuh dari pekerja di restoran kami berusia di atas 18 tahun, dan bukanlah cara kerja yang baik untuk tidak mempekerjakan mereka yang berusia di atas 18 tahun."

"Kami memerlukan mereka untuk menjalankan bisnis kami."

Nelio Da Silva mulai bekerja di salah satu restoran McDonalds di Melbourne ketika dia berusia 16 tahun.

Namun di saat usianya bertambah, jam kerjanya berubah.

"Seiring berjalannya waktu, jam kerja saya semakin berkurang. Memang tidak langsung seketika, namun setelah beberapa waktu." katanya kepada 7.30.

"Saya mendapat jam kerja yang lebih sedikit karena saya lebih tua, dan karena itu bayarannya lebih mahal."

Pekerja di restoran lainnya di Australia juga menyampaikan cerita yang sama.

Max Beech mulai bekerja di sebuah restoran McDonalds di Queensland ketika berusia 16 tahun dan pindah ke sebuah restoran di Brisbane ketika berusia 18 tahun.

Dia mengatakan memberikan jam kerja lebih sedikit kepada pekerja yang lebih tua sudah merupakan peraturan tidak tertulis di kalangan para manajer.

"Sebagian besar pembicaraan yang berlangsung andalah bagaimana caranya memberhentikan orang tertentu karena alasan ini dan itu - salah satunya adalah ketika seseorang sudah menjadi terlalu tua." katanya kepada 7.30.

Salah seorang pemilik franhise McDonalds mengakui kepada Fair Work Commision di bulan Juli 2018 bahwa dia mengetahui adanya praktek yang disebut learn and churn tersebut.

Dia mengakui bahwa dia menggantungkan diri pada pekerja karena mereka mendapat bayaran lebih murah, dan ketika mereka lebih tua, mereka harus mencari pekerja yang lebih muda.

Namun Direktur Eksekutif McDonalds Australia Andrew Gregory membantah bahwa perusahaannya menjalankan kebijakan learn and churn tersebut.

Lihat berita selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 04 September 2018 - 03:23

Manfaat minyak zaitun bagi pria

Aktual Pemilu | 23 Oktober 2018 - 07:57

Dandim Ponorogo ingatkan netralitas TNI dalam Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 18:18

Bawaslu DKI tertibkan 1.039 alat peraga kampanye

Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 13:32

Babel wajibkan nelayan tradisional bentuk koperasi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com