Banyak Kuda Liar Mati di Taman Nasional Australia Akibat Kekeringan
Kamis, 11 Oktober 2018 - 09:23 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
ABC.net.au - Banyak Kuda Liar Mati di Taman Nasional Australia Akibat Kekeringan

Pemeriksaan dokter hewan independen dari Badan Lingkungan dan Warisan Australia telah mengonfirmasi sejumlah kuda liar di wilayah Taman Nasional Kosciuszko, New South Wales (NSW) mati karena kelaparan.

Foto-foto hewan yang mati diambil di Sungai Snowy, di Perbatasan negara bagian NSW-Victoria awal bulan ini, memunculkan masalah kesejahteraan dan menghidupkan kembali perdebatan tentang manajemen kuda liar di taman nasional.

Richard Swain, seorang pemandu yang menjalankan wisata sungai di bagian terpencil Byadbo Wilderness, mengatakan bahwa para tamunya terkejut ketika menemukan "pemandangan yang mengerikan" itu.

Peringatan: Artikel ini mengandung foto-foto yang mungkin dianggap mengerikan

Swain, yang juga anggota Dewan Spesies Invasif, mengatakan kuda-kuda itu jelas kelaparan sebagai akibat dari kekeringan.

"Kami melihat kuda-kuda mati di tengah sungai," kata Swain.

"Mereka ada di bantaran sungai, mereka terbaring di tepi sungai."

"Dan saya tahu setelah musim dingin ini kami akan melihat kuda-kuda mati karena ada terlalu banyak dan lanskapnya tak mendukung di sana."

Kekurangan air

Seorang juru bicara Badan Lingkungan dan Warisan Australia mengatakan kuda-kuda itu mati karena kelaparan.

Konfirmasi datang setelah penyelidikan oleh Taman Nasional dan Layanan Satwa Liar.

"Pemeriksaan dokter hewan independen mengkonfirmasi kuda-kuda itu mati karena kelaparan akibat kekeringan dan tidak ada bukti gangguan manusia," kata juru bicara itu.

"Daerah ini saat ini sangat kering dan semua hewan di daerah tersebut mengalami stres karena kekurangan air dan makanan."

Swain telah menjalankan tur itu selama lebih dari 20 tahun dan telah melihat populasi kuda berfluktuasi terhadap perubahan dalam kondisi musiman.

Kontroversi telah mendorong lebih banyak perdebatan tentang rencana Pemerintah Negara Bagian New South Wales (NSW) untuk melindungi kuda liar di Taman Nasional Kosciuszko.

"Kuda-kuda liar menghancurkan taman nasional kita," kata Swain.

"Saya ingin melihat pencabutan dari RUU Perlindungan Kuda Liar 2018 dan draft rencana manajemen kuda liar 2016 dilaksanakan."

"Jumlahnya rendah di musim kemarau milenium dan selama tahun 90-an, dan di saat kondisi menjadi lebih baik, jumlahnya pada sekitar tahun 2012 meledak.

"Kadang-kadang bisa sangat berbahaya. Kuda jantan akan datang ke kamp di malam hari dan merusak dan menjadi agak rewel saat kami berkemah di sepanjang sungai."

"Orang-orang perlu mempertimbangkan bahwa kuda-kuda itu telah mengembara di sepanjang negara bagian hingga mati dan itulah sebabnya mereka mati karena kekurangan gizi."

Sebagian taman masih punya rumput

Meski demikian, mantan anggota Parlemen dari wilayah Monaro sekaligus operator trek kuda di wilayah Snowy Mountains, Peter Cochran, meremehkan fakta adanya kekeringan di Taman Nasional Kosciuszko.

"Jika Anda pergi ke taman, Anda akan melihat ada banyak makanan di sebagian besar taman," katanya.

"Ada beberapa area yang kering dan di mana ada lebih sedikit hujan, tapi sekali lagi itu bagian dari alam."

Cochran percaya mencabut RUU itu tidak akan menghasilkan hasil yang lebih baik bagi kuda-kuda liar yang mati karena kelaparan.

"Ada hewan yang sekarat di seluruh NSW, entah itu hewan peliharaan, kuda liar atau hewan asli," katanya.

"Faktanya adalah mereka sekarat karena kekeringan, dan mengubah RUU [Brumby Heritage] tidak merubah apa-apa."

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 22 Maret 2019 - 11:34 WIB
Dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama yang menyeret mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pemba...
Jumat, 22 Maret 2019 - 11:34 WIB
Seorang mahasiswa doktoral asal Indonesia bernama Irfan Yunianto mampu meloloskan diri dari aksi pen...
Jumat, 22 Maret 2019 - 11:34 WIB
Sebanyak 50 orang meninggal dunia dalam penembakan massal di dua masjid di kota Christchurch, Seland...
Jumat, 22 Maret 2019 - 11:34 WIB
Seorang bayi berusia lima bulan berhasil diselamatkan dari banjir bandang yang menerjang kawasan Jay...
Jumat, 22 Maret 2019 - 11:34 WIB
Suara Martina Safkaur serak setelah puluhan kali berteriak minta tolong, namun tak satu pun orang me...
Jumat, 22 Maret 2019 - 11:34 WIB
Selandia Baru akan melarang semua jenis senjata semi-otomatis seperti yang digunakan dalam penembaka...
Jumat, 22 Maret 2019 - 11:34 WIB
Sebuah bus yang ditumpangi 51 anak sekolah dibajak oleh sopirnya sendiri dan dibakar di dekat kota M...
Jumat, 22 Maret 2019 - 11:34 WIB
Revolusi Islam 1979 membawa perubahan yang mengguncang Iran, tak terkecuali bagi kaum perempuan. Sal...
Jumat, 22 Maret 2019 - 11:34 WIB
Buku Metamorphosis karya Robert Hackman dipublikasikan oleh Dewi Lewis.
Jumat, 22 Maret 2019 - 11:34 WIB
Anda bisa melihat hasil karya Tariq Zaidi di Instagram (@tariqzaidiphoto), Facebook (@tariqzaidiphot...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)