Bangladesh Hukum Mati 19 Pelaku Serangan Kampanye Politik 2004
Kamis, 11 Oktober 2018 - 09:23 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
VOA Indonesia - Bangladesh Hukum Mati 19 Pelaku Serangan Kampanye Politik 2004
Sebuah pengadilan Bangladesh, Rabu (10/10), menjatuhkan hukuman mati terhadap 19 orang yang terlibat dalam serangan maut pada sebuah kampaye politik Sheik Hasina tahun 2004. Pengadilan yang sama juga menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup terhadap putra mantan PM Pakistan Khaleda Zia. Hakim Shahed Nuruddin mengeluarkan vonis itu di Dhaka, menyusul pengadilan terhadap 49 terdakwa yang menghadapi berbagai tuduhan terkait serangan granat 14 tahun lalu yang menewaskan lebih dari 20 orang dan melukai hampir 300 lainnya. PM Sheik Hasina, yang menjadi pemimpin oposisi pada saat serangan terjadi, lolos dari serangan tersebut. Sedikitnya 13 granat diledakkan dalam serangan yang terjadi di depan markas Liga Awami di Dhaka itu.  Nuruddin mengatakan, Rabu (10/10), serangan tersebut ditujukan untuk mengenyahkan para pemimpin Liga Awami, termasuk Hasina. Lutfuzzaman Babar, salah satu mantan menteri kabinet yang dijatuhi hukuman mati, mengatakan kepada wartawan, setelah vonis dijatuhkan, bahwa ia tidak bersalah. “Tuhan tahu segalanya. Saya tidak mendalangi itu,” katanya. Putra tertua mantan PM Khaleda, Tarique Rahman, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup untuk masing-masing dari dari dua dakwaan konspirasi terkait serangan itu. Ia tinggal di London dan diadili secara in absentia. Sebelas terdakwa lain dijatuhi hukumam enam bulan hingga dua tahun penjara.  Vonis terhadap Rahman dapat membantu Hasina mempertahankan kekuasaan pada pemilu yang dijadwalkan berlangsung Desember. Khaleda Zia sendiri sejak Februari lalu menjalani hukuman penjara terkait kasus korupsi. [ab/uh]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Orang tua seorang remaja laki-laki yang tewas bunuh diri mengeluhkan pastor Katolik mereka karena me...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Today’s Catholic/Joe Romie Upacara di gereja yang memasukkan Jessica Haye...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
BBC Khazanchi Nath lahir dua tahun lalu saat ibunya Sarvesha Devi berdiri dalam ...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
AFP Ketua perundingan, Michal Kurtyka, begitu bersemangat saat kesepakatan dicap...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Para arkeolog di Mesir telah menemukan makam yang menarik - tempat peristirahatan terakhir seorang i...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Cinesofa Nyonya B dijual kepada seorang pria Cina dan kemudian berakhir menjual ...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum sepakat soal siapa yang akan diajukan ke D...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Getty Images Seperti saat mengontrol asupan makanan, manusia disarankan mengelol...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Kotak suara Pemilu 2019 yang terbuat dari karton dupleks diragukan kualitasnya oleh sejumlah kalanga...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Getty Images Hubungan Korut dan Korsel semakin menghangat, tetapi hubungan merek...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)