Rabu, 12 Desember 2018 | 15:43 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Berita Mitra

Kanselir Jerman, Presiden Palestina Dukung Solusi Dua Negara

Kamis, 11 Oktober 2018 - 09:24 WIB   
VOA Indonesia - Kanselir Jerman, Presiden Palestina Dukung Solusi Dua Negara
VOA Indonesia - Kanselir Jerman, Presiden Palestina Dukung Solusi Dua Negara
Kanselir Jerman Angela Merkel telah berbicara melalui telepon dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Pembicaraan kedua pemimpin itu berlangsung beberapa hari setelah Merkel mengatakan ia akan menganjurkan Abbas untuk kembali ke meja perundingan dengan Israel. Baik Merkel maupun Abbas, Selasa (9/10), tidak menyinggung bahwa mereka membahas soal melanjutkan kembali perundingan damai. Tetapi keduanya mendukung solusi dua negara terhadap konflik Israel-Palestina. Setelah melakukan pembicaraan dengan pemerintah Israel pekan lalu Merkel mengatakan ia akan menganjurkan Abbas supaya kembali ke meja perundingan. Abbas telah menolak rencana perdamaian Timur Tengah versi Presiden Trump yang masih belum diumumkan, karena menuduh Amerika bukan penengah yang jujur. Ia menyebut tentang pengakuan pemerintahan Trump atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan keputusan Trump menghentikan bantuan kepada bangsa Palestina. Perundingan damai Israel-Palestina yang dimediasi Amerika terakhir sekali mengalami kemacetan pada 2014. [al]
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asian Games 2018 | 28 Agustus 2018 - 17:23

Peraih medali emas dapat bonus uang Rp1,5 miliar, ini jatah pelatih

Gadget | 11 September 2018 - 17:37

Vivo kembali berhasil uji coba jaringan 5G

Manajemen | 30 Agustus 2018 - 17:30

Ada 16 subsektor ekonomi kreatif, apa sajakah itu?

Bencana Alam | 25 Juli 2018 - 10:15

Gelombang pasang terjang Pantai Glagah, Kulon Progo

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com