Seorang pastor Katolik mengutuk bunuh diri dalam ibadah pemakaman
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
BBC Indonesia - Seorang pastor Katolik mengutuk bunuh diri dalam ibadah pemakaman

Orang tua seorang remaja laki-laki yang tewas bunuh diri mengeluhkan pastor Katolik mereka karena mengkritik anak itu akan tindakan bunuh dirinya di pemakaman yang diadakan untuknya.

Pastor Don LaCuesta dalam ibadah pemakaman mempertanyakan apakah Maison Hullibarger, 18 tahun, akan masuk surga, membuat takut orang tua dan keluarganya.

Keuskupan Agung Detroit telah membebaskan Pastor LaCuesta dari tugas pemakaman, tetapi keluarga remaja itu ingin dia dipecat.

Agama Katolik secara tradisional mengajarkan bahwa bunuh diri adalah dosa yang tak terampuni.

Baru belakangan ini gereja mengatakan bahwa tekanan psikologis yang ekstrem dapat berarti pengampunan bagi mereka yang mengambil nyawa mereka sendiri.

Maison, dari Temperance, Michigan, bunuh diri pada 4 Desember.

Orang tuanya Jeff dan Linda Hullibarger meminta bantuan pastor mereka, Pastor LaCuesta, sebelum pemakaman.

"Kami ingin dia merayakan bagaimana Maison hidup, bukan bagaimana dia meninggal," kata Hullibarger kepada Detroit Free Press.

Tetapi pastor itu menggunakan ibadah di gereja Katolik Our Lady of Mount Carmel untuk menyerang anak mereka.

"Dia di atas sana mengutuk putra kami, memanggilnya orang berdosa," kata Hullibarger. "Dia mempertanyakan apakah dia telah cukup bertobat untuk bisa masuk surga. Dia mengatakan bunuh diri melebihi enam kali."

The Bible with a crucifix
BBC
Gereja Katolik secara historis mengutuk bunuh diri sebagai dosa tak terampuni.

Kehadiran pelatih sepak bola putra mereka, yang dikabarkan merisak Maison and saudara laki-lakinya, yang tak diinginkan dalam pemakaman itu juga menambah rasa sakit mereka.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Keuskupan Agung Detroit mengatakan Pastor LaCuesta tidak akan berkhotbah di pemakaman "untuk masa mendatang" dan meminta maaf atas apa yang terjadi, tetapi keluarga ingin dia dihapus dari jabatannya untuk menghentikannya membuat orang lain marah.

"Kami khawatir, seperti yang dilakukan Gereja Katolik, mereka akan mengirimnya pergi dan dia akan melakukannya ke orang lain," kata Hullibarger.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 22 Maret 2019 - 11:34 WIB
Dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama yang menyeret mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pemba...
Jumat, 22 Maret 2019 - 11:34 WIB
Seorang mahasiswa doktoral asal Indonesia bernama Irfan Yunianto mampu meloloskan diri dari aksi pen...
Jumat, 22 Maret 2019 - 11:34 WIB
Sebanyak 50 orang meninggal dunia dalam penembakan massal di dua masjid di kota Christchurch, Seland...
Jumat, 22 Maret 2019 - 11:34 WIB
Seorang bayi berusia lima bulan berhasil diselamatkan dari banjir bandang yang menerjang kawasan Jay...
Jumat, 22 Maret 2019 - 11:34 WIB
Suara Martina Safkaur serak setelah puluhan kali berteriak minta tolong, namun tak satu pun orang me...
Jumat, 22 Maret 2019 - 11:34 WIB
Selandia Baru akan melarang semua jenis senjata semi-otomatis seperti yang digunakan dalam penembaka...
Jumat, 22 Maret 2019 - 11:34 WIB
Sebuah bus yang ditumpangi 51 anak sekolah dibajak oleh sopirnya sendiri dan dibakar di dekat kota M...
Jumat, 22 Maret 2019 - 11:34 WIB
Revolusi Islam 1979 membawa perubahan yang mengguncang Iran, tak terkecuali bagi kaum perempuan. Sal...
Jumat, 22 Maret 2019 - 11:34 WIB
Buku Metamorphosis karya Robert Hackman dipublikasikan oleh Dewi Lewis.
Jumat, 22 Maret 2019 - 11:34 WIB
Anda bisa melihat hasil karya Tariq Zaidi di Instagram (@tariqzaidiphoto), Facebook (@tariqzaidiphot...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)