Negosiasi Sengketa Dagang: Cina Peringatkan AS Jangan Terlalu Menuntut
Jumat, 11 Januari 2019 - 12:09 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
DW.com - Negosiasi Sengketa Dagang: Cina Peringatkan AS Jangan Terlalu Menuntut

Harian Partai Komunis Cina "Global Times" menulis, pemerintahan Donald Trump sedang menghadapi Cina yang semakin kuat dan memiliki kebutuhan sendiri yang mendesak. Washington "tidak bisa mendesak Cina terlalu jauh" dan harus menghindari situasi yang "berputar di luar kendali."

Negosiator kedua negara memulai pembicaraan hari Senin (7/1) di Beijing untuk membahas hubungan dagang kedua negara yang saat ini ditandai dengan perang tarif. Ketegangan ekonomi antara AS dan Cina dikhawatirkan bisa menghambat perekonomian global. Sampai kini belum ada tanda bahwa kedua pihak mengubah pendiriannya.

Presiden AS Donald Trump mulai melancarkan perang dagang bulan Juli lalu dengan menaikkan tarif impor barang-barang dari Cina dengan alasan, Cina mencuri hasil-hasil inovasi atau menekan perusahaan AS untuk menyerahkan teknologinya. Cina kemudian melakukan langkah balasan dengan mengenakan tarif impor atas produk-produk AS.

Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping 1 Desember lalu sepakat menunda kenaikan tarif impor babak kedua selama 90 hari untuk melakukan negosiasi. Tetapi para ekonom mengatakan bahwa terlalu sedikit waktu untuk menyelesaikan masalah yang telah mengganggu hubungan AS-Cina selama bertahun-tahun.

AS desak perubahan kebijakan ekspansi teknologi

Washington terutama mendesak Beijing untuk mengubah kebijakannya dalam bidang teknologi, termasuk rencana membentuk perusahaan-perusahaan unggulan yang disubsidi dalam bidang robotika dan –bidang bidang lainnya. Eropa, Jepang dan mitra dagang lainnya juga mendukung keluhan AS bahwa Cina terlalu menutup pasarnya untuk perusahaan asing.

Para pejabat Cina memang menyatakan akan meninjau kembali rencana pengembangan industrinya, namun menolak tekanan luar negeri agar mereka meninggalkan strategi teknologinya. Para pemimpin Cina melihat keunggulan di bidang teknologi sebagai salah satu kunci menuju kemakmuran dan mengukuhkan pengaruh global yang lebih besar.

AS dan Cina melakukan negosiasi perdagangan, meskipun masih ada ketegangan politik sehubungan dengan penangkapan pejabat tinggi perusahaan Huawei di Kanada atas permintaan AS.

Delegasi AS di Beijing dipimpin wakil perdagangan AS, Jeffrey D. Gerrish, dan mencakup pejabat dari sektor pertanian, energi, perdagangan, keuangan dan pejabat Departemen Luar Negeri. Kedua belah pihak hanya memberikan sedikit informasi tentang negosiasi mereka.

Perang dagang perlambat pertumbuhan ekonomi

AS sebelumnya memberlakukan kenaikan tarif impor sampai 25 persen produk-produk Cina senilai 250 miliar Dolar AS. Cina membalas dengan mengenakan pajak impor pada barang-barang dari AS senilai 110 miliar Dolar dan menangguhkan pemberian lisensi di bidang keuangan dan bisnis lainnya.

Perang dagang sudah menghambat perekonomian di kedua negara. Pertumbuhan ekonomi Cina pada kuartal kedua tahun lalu turun ke 6,5 persen, tingkat terendah pasca krisis global. Penjualan mobil di Cina anjlok 16 persen pada November lalu dibanding setahun sebelumnya.

Ekonomi AS mencatat pertumbuhan 3,4 persen pada kuartal ketiga dan pengangguran berada pada tingkat terendah selama lima dekade. Tetapi survei menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen melemah karena kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi pada tahun ini.

hp/ts (afp, rtr, ap)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Laporan media internasional tentang pemilihan umum di Indonesia 2019 antara lain menyebutkan sebagai...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Mantan Presiden Peru, Alan García, tewas bunuh diri dengan cara menembak dirinya ketika polisi da...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Hasil quick count yang dilakukan oleh Lembaga Survei Charta Politika Indonesia menunjukkan pasangan ...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Pelaksanaan pemilu serentak di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), disebut "berjalan...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Korea Utara mengklaim telah menguji coba senjata model baru "yang dipandu secara taktis". ...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Pengiriman pertama bantuan kemanusiaan dari Palang Merah tiba di Venezuela hari Selasa (16/4), menga...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Setelah lima tahun dan dua misi penyelamatan yang gagal, seorang nenek warga Australia bertemu lagi ...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Hanya beberapa hari yang lalu, Severine Vilbert berjalan-jalan di sekitar Notre Dame dengan putri su...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Pemerintah AS pada Rabu (17/4) akan mengumumkan sanksi tambahan terhadap Venezuela, serta Kuba dan N...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Para pakar memperingatkan penunjukan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) baru-baru ini oleh AS sebagai ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)