Tidak Ada Gambar Babi Dalam Siaran Hiburan Televisi Terbesar Imlek di China
Elshinta
Kamis, 07 Februari 2019 - 08:29 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Tidak Ada Gambar Babi Dalam Siaran Hiburan Televisi Terbesar Imlek di China
ABC.net.au - Tidak Ada Gambar Babi Dalam Siaran Hiburan Televisi Terbesar Imlek di China

Siaran langsung hiburan di televisi menjelang Tahun Baru Imlek di China selalu merupakan tontonan televisi terbesar di sana.

Tidak ada kata Babi

Namun hari Senin (4/2/2019), acara hiburan yang ditonton sekitar 800 juta penonton di seluruh China tersebut tidak menampilkan tulisan atau gambar babi, yang merupakan simbol tahun baru.

Tidak munculnya gambar atau kata tentang babi mengecewakan sebagian penonton saluran televisi negara CCTV dan cukup mengherankan karena negeri itu baru-baru ini menampilkan kembali kartun anak-anak mengenai babi Peppa Pig.

Dan walau nama Presiden China Xi Jinlping hanya disebut sekali dalam acara bernama Spring Festival Gala yang berlangsung selama 4 jam, yang sebagian besar adalah untuk hiburan, pembawa acara masih bisa memasukkan rujukan untuk presiden China tersebut.

Kata-kata era baru merujuk kepada tambahan kata yang dilakukan Presiden Xin ke dalam konstitusi partai komunis bahwa "Pemikiran Xi Jinping mengenai sosialisme dengan karakteristik China di era baru diulangi 18 kali dalam lagu dan juga pembukaan oleh pembawa acara.

Setelah acara selesai, banyak penonton mempertanyakan di media sosial mengenai mengapa tidak ada penyebutan bahwa tahun ini adalah Tahun Babi.

Namun yang melakukan protes tersebut kemudian juga mendapat sensor dengan pendapat mereka yang berisi kata-kata "tidak ada Babi di Tahun Babi dihapus di media sosial China Weibo.

Gambar yang kemudian diposting lagi di Weibo menunjukkan postingan yang dihilangkan atau pesan eror bahwa postingan itu telah melanggar aturan yang berlaku."

Kita harus menghindar pembicaraan soal babi untuk menghormati warga Muslim

Ini bukanla kali pertama stasiun televisi milik pemeritntah China ini melakukan sensor gambar atau rujukan ke babi dalam acara hiburan menjelang Tahun Baru Imlek tersebut.

Di tahun 2007, kata babi juga hanya disebut dua kali, dan di tahun 1995 tidak disebut sama sekali di tahun 1995 yang menimbulkan gelombang protes dan bermunculan lelucon sarkastis mengenai babi dan komunitas Muslim.

Sementara banyak warga Muslim China yang paham mengenai sensitifnya penggunaan kata babi menjelang tahun baru, namun banyak diantara mereka tidak mengetahui adanya kamp pendidikan kembali di provinsi Xinjinag, dimana diperkirakan hampir 1 juta warga Uyghur dan minoritas lain ditahan.

Wang Siqi, seorang perempuan China berusia 22 tahun yang tinggal di kota Xian - kota dengan penduduknya banyak yang muslim, juga menonton acara hiburan malam tahun baru itu bersama dengan jutaan warga China lainnya di seluruh negeri.

"Kita harus menghindari penyebutan kata babi untuk menghormati warga muslim. kata Wang yang mengatakan dia tidak mengetahui situasi di Xinjiang.

Biao Teng, seorang pengacara HAM ternama China mengatakan penyensoran terhadap babi tidaklah berarti Partai Komunis China (CCP) menghormati etnis minoritas, melihat adanya 1 juta warga Uyghurs dan minoritas lain sekarang ditahan.

Warga Uyghur dilaporkan juga harus menjalani indoktrinasi politik yang dipaksakan, harus menyatakan murtad dari agama mereka, dan dalam beberapa kasus mengalami penyiksaan.

Acara menekankan berlanjutnya kuasa partai komunis

Selain penyensoran hal-hal berkenaan dengan babi, acara hiburan televisi itu sama seperti di tahun-tahun sebelumnya banyak berisi pesan politik.

Lebih dari 1000 penampil berada di tempat lokasi di negara tersebut, di ibukota Beijing, Shenzhen, Changchun, dan Jinggangshan, dimana Partai Komunis China (CCP) membangun pangkalan revolusioner pertamanya.

Dr Haiqing Yu, pakar media digital Cina dari RMIT University di Melbourne merujuk kepada dua pilar utama di panggung yang menggambarkan Kung Fu dan Taichi, dengan bintang pop dari berbagai generasi memuji partai komunias dalam berbagai lagu.

Menurut Dr Yu kepada ABC, semua ini menunjukkan usaha propaganda yang dilakukan China dengan menggunakan Siaran Spring Festival Gala.

Dia menambahkan bahwa misi politik dalam acara ini semakin kuat dan para penampil tidak memiliki ruang kreatif untuk membicarakan masalah politik dalam kerja mereka.

"Sudah tidak enak lagi karena kebebasan berekspresi sudah sangat ditekan." katanya..

"Sudah mustahil bagi warga sekarang menyampaikan pendapat mereka di tempat terbuka."

"Acara ini menekankan berlanjutnya kekuasaan partai komunis, ini terjadi setiap tahun dan tidak memperdulikan adanya kritik yang muncul sebelumnya."

Lihat artikel selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rusia Kritik Uji Rudal Darat AS yang Sebelumnya Dilarang INF
Rabu, 21 Agustus 2019 - 16:47 WIB
Rusia hari Selasa (20/8) mengkritik Amerika Serikat, karena menguji coba rudal darat yang hingga tig...
Staf Konsulat Inggris di Hong Kong Dikabarkan Ditahan di China
Rabu, 21 Agustus 2019 - 16:47 WIB
Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan “sangat prihatin” oleh laporan bahwa seorang karyawan...
Malaysia Larang Pendakwah Muslim India Lakukan Aktivitas Publik
Rabu, 21 Agustus 2019 - 16:47 WIB
Polisi Malaysia mengatakan pendakwah Muslim asal India, yang diburu di India karena dituduh melakuka...
Pemimpin Kashmir yang Dikuasai Pakistan Sambut Baik Prakarsa Trump
Rabu, 21 Agustus 2019 - 16:47 WIB
Presiden wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan menyambut baik upaya-upaya Presiden Amerika Donald T...
Hubungan Mulai Tenang, Menlu China, Jepang Bertemu di Beijing
Rabu, 21 Agustus 2019 - 16:47 WIB
Menteri-menteri luar negeri China dan Jepang telah bertemu di tengah-tengah suasana tenang yang cuku...
Wahana Tak Berawak India Masuki Orbit Bulan
Rabu, 21 Agustus 2019 - 16:47 WIB
Sebuah wahana antariksa tak berawak milik India berhasil memasuki orbit bulan hari Selasa (20/8), me...
Guaido: Pejabat Pemerintahan Maduro Coba Selamatkan Diri Sendiri
Rabu, 21 Agustus 2019 - 16:47 WIB
Pemimpin oposisi dan pemimpin interim Venezuela yang diakui Amerika, Juan Guaido, mengatakan pejabat...
Persetujuan Perdagangan Inggris-AS Pasca Brexit Terancam
Rabu, 21 Agustus 2019 - 16:47 WIB
Anggota-anggota Demokrat di Kongres Amerika mengancam akan memblok setiap persetujuan perdagangan an...
Utusan AS Menuju Doha untuk Pembicaraan dengan Taliban
Rabu, 21 Agustus 2019 - 16:47 WIB
Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan, utusan khusus Amerika untuk Afghanistan sedang melawat ke...
Kelompok Konservatif Korea Selatan Kecam Kebijakan Trump
Rabu, 21 Agustus 2019 - 16:47 WIB
Bukan rahasia lagi bahwa Presiden AS Donald Trump kadang-kadang bersikap lebih ramah terhadap musuh-...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)