Profesor Sydney Jadi Ilmuwan Australia Pertama Raih Penghargaan Sains Bergengsi
Senin, 11 Juni 2018 - 14:37 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
ABC.net.au - Profesor Sydney Jadi Ilmuwan Australia Pertama Raih Penghargaan Sains Bergengsi

Seorang profesor asal Sydney menjadi warga Australia pertama yang memenangkan penghargaan bergengsi di bidang sains, dengan nilai lebih dari $820.000, atau lebih dari Rp 8,2 miliar.

Martin Green, dari University of New South Wales, adalah satu dari dua ilmuwan yang berbagi Penghargaan Energi Global tahun ini. Penghargaan diberikan untuk memberikan prestasi luar biasa dalam penelitian dan teknologi yang memberikan solusi pada masalah energi.

Profesor Green memenangkan penghargaan untuk karyanya di bidang photovoltaics.

Mereka yang masuk nominasi penghargaan ini pula adalah Elon Musk dari Tesla dan ilmuwan teknologi baterai, Khalil Amine.

Penghargaan ini diberikan setiap tahun oleh Presiden Federasi Rusia.

Profesor Green akan menerima penghargaan pada bulan Oktober 2018 yang diberikan oleh Presiden Vladimir Putin atau yang lainnya.

Ia sering disebut sebagai "Bapak Fotovoltaik" dan mendapat kehormatan setelah "merevolusi efisiensi dan biaya fotovoltaik surya, yang sekarang menjadi pilihan dengan biaya terendah untuk pasokan listrik yang besar".

Profesor Green berbagi hadiah dengan ilmuwan Rusia, Sergey Alekseenko, pakar rekayasa tenaga panas. Mereka dipilih dari 44 pesaing dari 14 negara oleh komite ilmuwan terkemuka.

Penghargaan Energi Global

Penghargaan Energi Global memiliki skor reputasi 0,48 dalam Daftar Penghargaan Akademik Internasional IREG. Sementara skor untuk penghargaan Nobel adalah 1,0.

Profesor Green juga adalah Direktur Pusat Australia untuk Fotovoltaik Lanjutan di UNSW. Dia adalah pakar terkemuka di dunia, baik dalam sel surya silikon monocrystalline dan polycrystalline.

Kelompok penelitian yang ia dirikan di UNSW Engineering juga menjadi kelompok penelitian fotovoltaik berbasis universitas terbesar dan paling terkenal di dunia.

Biaya untuk fotovoltaik dalam beberapa tahun terakhir sudah turun drastis dalam beberapa tahun ini, berkat upaya ilmiahnya, sebagian besar melalui karya mahasiswanya dalam membangun pusat-pusat manufaktur di Asia.

Prestasi rekornya sudah dilakukan beberapa dekade. Pada tahun 1989, timnya memasok sel surya untuk sistem fotovoltaik pertama dengan efisiensi konversi energi 20 persen.

Kemudian di tahun 2014, ia memimpin tim pengembangan yang pertama kalinya menunjukkan konversi sinar matahari menjadi listrik dengan efisiensi konversi energi sebesar 40 persen.

Di antara banyak terobosan, ia menemukan sel surya PERC, yang menyumbang lebih dari 24 persen dari kapasitas produksi sel silikon dunia pada akhir 2017. Penjualan sistem yang mengandung sel surya ini nilainya lebih dari $10 miliar pada tahun 2017 dan diperkirakan melebihi $1 triliun pada tahun 2040.

Presiden UNSW dan Wakil Rektor Profesor Ian Jacobs mengatakan Profesor Green telah "menyampaikan hasil transformasional yang sesungguhnya dalam energi terbarukan selama lebih dari tiga dekade".

"Martin adalah penerima hadiah global yang sangat layak ini dan kami mengucapkan selamat kepadanya," katanya.

"Penelitian fundamental dan terapannya telah mengubah sektor energi global dan akan terus menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial, baik di Australia maupun di seluruh dunia."

Dekan Fakultas Teknik UNSW, Mark Hoffman mengatakan, "dampak global dari kerja Martin dan tim penelitiannya telah sangat mendalam. Mereka sudah menciptakan sel surya efisiensi tertinggi lewat teknik yang mereka dapat akses oleh dunia melalui komersialisasi. Dan semua ini telah dicapai di Australia"

"Kami bangga dengan kepemimpinan Martin yang menginspirasi dan penelitian perintis yang membantu mengatasi tantangan perubahan iklim."

Profesor Green mengatakan menerima penghargaan adalah suatu "kehormatan besar".

"Efisiensi modul surya adalah bidang yang kemajuannya telah lebih cepat dari yang diperkirakan banyak ahli, dan ini adalah kabar baik," katanya.

"Kami perlu mempertahankan laju penelitiannya di Australia, tidak hanya untuk menjaga keunggulan internasional kami, tetapi juga untuk memberi manfaat bagi masyarakat dengan menyediakan sumber listrik rendah karbon yang murah."

Simak laporannya dalam bahasa Inggris disini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Sedikitnya empat orang dipastikan meninggal dunia di Paris, hari Minggu (13/1) dalam insiden yang di...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Presiden AS Donald Trump memperingatkan Turki akan menghadapi kehancuran ekonomi apabila menyerang K...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengeluarkan apa yang disebutnya "surat untuk rakyat Perancis...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
China, Senin (14/1) mencemooh klaim Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau bahwa seorang mantan pejab...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Sebuah pesawat kargo militer jatuh di dekat ibukota Iran, Teheran, kata militer pada hari Senin (14/...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo dan Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman, Senin (14/1), s...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo kini berada di Arab Saudi, di mana ia diperkirakan akan menu...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Pangkalan militer baru Indonesia di rantai kepulauan terpencil dekat Laut China Selatan yang disengk...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengancam akan menghabisi lawan-lawan politiknya jika Uni Eropa menc...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:02 WIB
Surplus perdagangan China dengan Amerika Serikat meningkat secara drastis pada tahun 2018, meskipun ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)