Senin, 15 Oktober 2018 | 16:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Berita Mitra

Mudik 2018: Dari hoax Tanjakan Kenteng sampai waktu yang lebih cepat

Senin, 11 Juni 2018 - 21:43 WIB   
BBC Indonesia - Mudik 2018: Dari hoax Tanjakan Kenteng sampai waktu yang lebih cepat
BBC Indonesia - Mudik 2018: Dari hoax Tanjakan Kenteng sampai waktu yang lebih cepat

Puncak arus mudik dari ibu kota menuju kota-kota di Pulau Jawa sudah terjadi pada Sabtu (09/06) dan Minggu (10/06), dan kisah-kisah soal pengalaman mudik pun mulai banyak dibagikan di media sosial, dari waktu tempuh yang berubah sampai soal tanjakan Kenteng yang viral.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Warsisto di Mabes Polri, mengatakan bahwa prediksi puncak kepadatan arus mudik memang pada akhir pekan tersebut.

Namun Kapolri Jenderal Tito Karnavian menambahkan ada empat titik kepadatan yang patut diwaspadai, yaitu di pintu tol Kertasari, di jembatan Kali Kuto, titik ke luar di Krapyak, dan di Kali Salatiga.

Di media sosial, video viral soal tanjakan Kenteng muncul di akun resmi Dinas Kominfo Jawa Tengah. Video yang memperlihatkan sebuah mobil dibantu didorong oleh tiga petugas jalan dan satu polisi itu sudah disebar lebih dari 900 kali dan disukai lebih dari 400 kali.

https://twitter.com/kominfo_jtg/status/1005439987318284288

Dalam cuitan tersebut, disebut bahwa mobil CC kecil akan sulit melewati jalan tol fungsional Salatiga ke arah Solo karena "sulitnya medan yang menanjak hingga 57 derajat".

https://twitter.com/pramestidn/status/1006016901309333505

Namun, cuitan dari akun resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membantah informasi tersebut.

"Tingkat kemiringan jalur tersebut+- 10%. Dengan kata lain, naik 10m per 100 m atau tangen-1 0.1= 5.7 derajat," menurut akun tersebut.

https://twitter.com/KemenPU/status/1005707134527389697

https://twitter.com/muchlis_ar/status/1005343346326364160

https://twitter.com/alleshutapea/status/1006008066632847360

https://twitter.com/dpubmckjateng/status/1005704010156802049

Dalam pernyataan resminya, Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR mengatakan bahwa, "Mengenai faktor keamanan jalan tersebut, PT Waskita Karya sebagai kontraktor pelaksana dalam laporannya menyatakan tingkat kemiringan jalur ini adalah berkisar 10%, sehingga cukup aman untuk dilintasi."

Dari panjang tol Jakarta-Surabaya 760km, dapat dilalui pemudik dengan kondisi operasional sepanjang 525km dan fungsional sepanjang 235km.

"Meski sudah bisa dilalui menerus hingga Surabaya, namun para pemudik diharapkan tetap berhati-hati pada beberapa titik kritis, salah satunya pada Jembatan Kali Kenteng, bagian dari ruas tol Salatiga-Kartasura, di mana terjadi konsentrasi kepadatan kendaraan yang melintas," menurut pernyataan tersebut.

Dan agar tetap dapat dilewati pemudik, telah dibangun dan disiapkan jalan sementara sepanjang 500 meter di sisi bawah jembatan yang hanya dapat dilalui satu lajur kendaraan.

"Kendaraan harus mengalami antrean rata-rata 30 menit akibat penyempitan dari dua lajur menjadi satu lajur. Kendaraan melintas perlahan satu-per-satu dengan kecepatan sekitar 20 km/jam," menurut pernyataan itu lagi.

Dinas Kominfo Jawa Tengah juga mengeluarkan imbauan bagi mobil yang akan melalui tanjakan tersebut,

"AC dimatikan atau apabila ragu bisa keluar tol Salatiga kemudian melewati jalur Salatiga-Tengaran-Ampel-Boyolali."

https://twitter.com/kominfo_jtg/status/1005475869819744262

Instruktur pengemudian aman dari lembaga Defensive Indonesia, Erreza Hardian, mengatakan bahwa tanggung jawab atas kemampuan atau kegagalan suatu kendaraan melewati suatu jalan adalah "murni pada pengemudi".

"Bukan hanya dia pintar berkendara dapat SIM, tapi kompetensi seorang pengemudi juga harus ditambah pengetahuan dan pola pikirnya. Misalnya, dia sudah tahu nih, mobilnya LCGC (low cost green car) 1000 cc, jumlah orangnya lima, bawa barangnya banyak, dia harus tahu nih, mobil saya pasti nggak akan kuat, karena di bawah standar, ada hal-hal yang dilanggar," kata Erreza.

"Bukan salah jalannya. Yang pertama, kenali mobilnya, yang kedua ya kenali apa kita sudah biasa dengan mobilnya untuk naik turunnya. Kalau bukan mobil bawaan kita sehari-hari, kalau sudah terlihat sebuah tanjakan, ya harus diantisipasi," ujarnya lagi.

Dan karena tanjakan tersebut merupakan jalan darurat, maka rambu-rambu dan petugas, menurut Erreza, juga harus sudah siap di situ.

Waktu tempuh

Warganet juga banyak yang membagikan kisah soal waktu tempuh mereka dalam perjalanan mudik kali ini.

https://twitter.com/adimasnuel/status/1005671340429307904

Di akun Facebook BBC Indonesia, beberapa pembaca pun turut membagikan kisah mudik mereka pada 2018 ini, seperti Febian Muhammad Roehan Roehan yang mengatakan bahwa perjalanannya dari Jakarta-Wonogiri yang membutuhkan waktu 15 jam.

"Nggak macet, malah cepat banget sampainya," dia menulis.

Sementara pengguna Waruombbo juga menulis perjalanan Jakarta-Ciamis ditempuhnya dalam 10 jam.

Pengguna lain, Richardus Andjar Pamungkas, menulis , "Start dr Jakarta 15.30 pada 9 juni 2018, masuk dari tol rawamangun keluar tol salatiga pada pukul 23.30. Terima kasih untuk pemerintah dan aparat yang terlibat dalam kelancaran mudik tahun ini."

Namun bagi para pemudik kapal, dari Pulau Jawa menuju Sumatera lewat pelabuhan Bakauheni harus berdesak-desakan. Banyak yang tidak mendapat tempat duduk dan harus duduk di dek kapal sehingga mereka harus mengeluarkan biaya sewa tikar sebesar Rp10 ribu.

Bagaimana kisah mudik Anda tahun ini? Moda apa yang Anda gunakan? Bagikan foto dan kisah Anda dengan mengirimkan pesan pada kami di halaman Facebook BBC Indonesia .

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hankam | 05 Oktober 2018 - 13:09

Presiden ajak TNI berantas komunisme dan warisan PKI

Musibah | 15 Oktober 2018 - 06:11

1.310 hektare hutan Gunung Ciremai hangus terbakar

Gadget | 14 Oktober 2018 - 14:28

Samsung masih kuasai pasar smartphone global

Pemilihan Presiden 2019 | 14 Oktober 2018 - 11:59

Ma'ruf Amin sambangi Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta

Megapolitan | 02 Juli 2018 - 13:47

Jakarta Karnaval usung tema Asian Games

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com