A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/lib/php/sessions/ci_session9hnnn59spj2j2qktq98tpa3ihqp2f3jb): failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 174

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/lib/php/sessions)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 143

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

Amien Rais: Bakal capres yang masih mencari dukungan partai
Amien Rais: Bakal capres yang masih mencari dukungan partai
Selasa, 12 Juni 2018 - 05:48 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
BBC Indonesia - Amien Rais: Bakal capres yang masih mencari dukungan partai
Amien Rais
Getty Images
Sesepuh PAN ini juga pernah maju sebagai capres tahun 2004 namun gagal.

Sosok yang secara terang-terangan kerap mengkritik Presiden Joko Widodo, Amien Rais, menyatakan akan maju sebagai calon presiden dalam pemilihan presiden 2019 mendatang.

Di hadapan para wartawan Amien Rais, Minggu (10/06), menyampaikan keinginannya untuk maju setelah -begitulah katanya- terinspirasi oleh terpilihnya kembali Mahathir Mohamad sebagai Perdana Menteri Malaysia baru-baru ini pada usia 92 tahun.

"Begitu Mahathir jadi, saya jadi remaja lagi. Saya terima kasih ke Mahathir. Saya pun juga sedikit agak layak. sudah agak kuno, tapi dengan Mahathir itu jadi ada semacam perubahan visi orang di Asia Tenggara ini," ujar Amien Rais.

"Jadi kita tetap dengan Gerindra, dengan teman PKS, mungkin dengan PBB, bahkan kalau misalnya Partai Demokrat memperkuat kita, itu lebih bagus lagi."

Sesepuh PAN ini dulu juga pernah maju sebagai capres pada 2004 namun gagal.

Kali ini dia masih harus menggalang partai pendukungnya dulu karena meski tidak keberatan mempertimbangkannya sebagai capres, PAN juga memiliki tiga bakal calon lain, yaitu Zulkifli hasan, Sutrisna Bachir, dan Hatta Rajasa.

Sementara untuk maju sebagai calon presiden independen sudah tidak dimungkinkan.

PKS memilih yang muda

Tampaknya perjalanan Amien Rais untuk menjadi calon presiden masih panjang. PKS -partai yang disebut Amien Rais berkoalisi dengan PAN dan secara ideologis cukup dekat dengan PAN- menyatakan bahwa Amien bukanlah prioritas mereka.

"Kalau Partai Amanat Nasional mengajukan Pak Amien, kami apresiasi. Tetapi PKS sendiri melihat karakter pemilih di 2019 nanti itu mayoritas anak-anak muda. Jadi perlu juga dipertimbangkan sosok atau figur yang punya jiwa petarung, pendobrak, karakter kepeloporan, dan kemudaan," ungkap juru bicara PKS, Mardani Ali Sera.

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan bagi PKS -yang selama ini sudah erat dengan Gerindra- untuk menggabungkan PAN masuk dalam koalisi mereka.

"Gerindra sementara ini masih mengusung Pak Prabowo. PKS sudah mengusulkan sembilan nama maka kalau logika sederhananya akan keluar kombinasi Pak Prabowo dengan satu nama dari PKS. Itu kalau PKS-Gerindra saja." papar Mardani.

"Kalau ada unsur PAN nanti kita akan berbincang siapa yang lebih layak dari tiga kombinasi. Kalau nanti partai lain masuk, kita akan musyawarah. Kata kuncinya di musyawarah."

Namun, menurut Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia, Dodi Ambardi, sulit untuk menggabungkan Amien Rais dan Prabowo dalam satu pasangan.

"Pak Amien kan lebih suka jadi capres, belum tentu dia mau jadi cawapres. Saya kira dua matahari itu (Amien Rais dan Prabowo) tidak akan mau untuk bersatu untuk satu menjadi cawapres yang lain," terang Dodi.

Basis pemilih Amien Rais

Selain sulit mendapatkan dukungan dari partai politik, Amien juga diperkirakan tak punya basis pemilih lagi.

Dodi Ambardi menjelaskan bahwa pada Pilpres 2004 ketika Amien Rais maju sebagai calon presiden, dia hanya mendapat sekitar 15% suara dengan 17 juta pemilih.

Namun apakah basis 15% akan kembali memilih Amien Rais dalam pilpres 2019 mendatang, jika memang Amien akhirnya berhasil maju sebagai capres?

"Andalan Pak Amin sekarang adalah sentimen Muslim yang menguat dengan adanya gerakan 212. Yang jadi soal adalah ternyata dia belum tentu menjadi tokoh yang akan mempersatukan gerakan itu," papar Dodi.

Contohnya, tutur Dodi, seperti respon Ketua Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra di media sosial yang menolak Amien Rais, yang sebelumnya mengatakan PBB -yang memiliki basis suara Muslim dan mendukung gerakan 212- "mungkin akan bergabung" dengan PAN, Gerindra, dan PKS.

https://twitter.com/Yusrilihza_Mhd/status/1005993372480258048

Contoh lainnya adalah partai lain yang juga berbasis suara Muslim lain, PKS, sudah memiliki sembilan nama bakal calon.

P oros baru ?

Bulan Maret, PAN sempat bertemu dengan partai lain yang belum tergabung dalam koalisi apapun -Partai Demokrat dan PKB- yang sempat disebut-sebut untuk membentuk poros ketiga.

Namun menurut Dodi Ambardi dari Lembaga Survei Indonesia, kemungkinan poros ketiga itu kecil, "Saya kira kecil, di atas kertas di tingkat elit, susah."

"Saya melihat Pak Amien bukan figur yang akan disepakati oleh partai-partai (yang selama ini menjadi oposisi)."

Pencalonan pasangan capres-cawapres untuk pilpres 2019 akan didaftarkan pada bulan Agustus dan tampaknya banyak hal yang perlu ditunggu, termasuk hasil Pilkada akhir Juni yang bisa mengarahkan konstelasi politik baru di kalangan partai.

Jadi pengumuman Amien Rais, tampaknya, sejauh ini baru sebatas keinginan pribadi semata, dan belum merupakan ketetapan resmi partai, apalagi koalisi sejumlah partai.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 24 Mei 2019 - 08:35 WIB
Pemilu 2019 merupakan kali keempat bagi Prabowo Subianto mencalonkan diri menjadi presiden. ...
Jumat, 24 Mei 2019 - 08:35 WIB
Hampir dalam waktu bersamaan, tetapi di tempat berbeda, Presiden Jokowi dan calon presiden Prabowo m...
Jumat, 24 Mei 2019 - 08:35 WIB
Efek Jokowi yang melambungkan harapan investor dan pengusaha pasca pilpres 2014 dianggap tidak berul...
Jumat, 24 Mei 2019 - 08:35 WIB
Berita ini akan terus dilengkapi.
Jumat, 24 Mei 2019 - 08:35 WIB
"Bertindak sekarang, atau hadapi krisis besar!" /**/ (function...
Jumat, 24 Mei 2019 - 08:35 WIB
Didirikan sebagai ibu kota negara pada tahun 229, Nanjing sejak lama telah menjadi pelabuhan terpent...
Jumat, 24 Mei 2019 - 08:35 WIB
Perjuangan bintang tenis Jerman Alexander Zverev untuk memahami aksen daerah Yorkshire wartawan olah...
Jumat, 24 Mei 2019 - 08:35 WIB
Anurak Sanruthai seorang pedagang makanan laut kering di Thailand selatan, berjualan lewat penampila...
Jumat, 24 Mei 2019 - 08:35 WIB
Presiden Joko Widodo menyatakan akan menindak tegas para perusuh menyusul kericuhan yang menyebabkan...
Jumat, 24 Mei 2019 - 08:35 WIB
Narasi dalam politik identitas yang muncul sebelum dan setelah pemilihan presiden 2019 menguak poten...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
ElshintaBandung