Setelah Siti Aisyah Dibebaskan, Vietnam Turut Desak Malaysia untuk Bebaskan Warganya
Elshinta
Kamis, 14 Maret 2019 - 08:48 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Setelah Siti Aisyah Dibebaskan, Vietnam Turut Desak Malaysia untuk Bebaskan Warganya
DW.com - Setelah Siti Aisyah Dibebaskan, Vietnam Turut Desak Malaysia untuk Bebaskan Warganya

Vietnam telah mendesak Malaysia untuk membebaskan warganya yang dituduh membunuh saudara tiri dari pemimpin Korea Utara setelah Siti Aisyah, WNI yang juga mendapat tuduhan yang sama, dibebaskan Senin (11/03) lalu.

Menteri Luar Negeri Vietnam Pham Binh Minh mengajukan permohonan melalui telepon kepada mitranya, Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah.

Dikatakan bahwa Minh meminta Pengadilan Malaysia menjalankan proses hukum yang adil dengan membebaskan Doan Thi Huong.

Dalam pernyataan terpisah pada hari Rabu (13/03), pemerintah Vietnam mengatakan Menteri Kehakiman Le Thanh Long telah mengirim surat ke Jaksa Agung Malaysia, Tommy Thomas, dan meminta Malaysia untuk membebaskan Huong.

Proses pengadilan kasus ini akan dilanjutkan pada hari Kamis (14/03), dan jaksa penuntut diharapkan menjawab permintaan pengacara Huong agar pemerintah Malaysia menarik tuduhan pembunuhan terhadap Huong juga.

Doan Thi Huong dan Siti Aisyah dituduh membunuh Kim Jong Nam menggunakan racun saraf VX di bandara internasional Kuala Lumpur pada tahun 2017.

Jaksa penuntut berargumen bahwa keduanya adalah pembunuh bayaran terlatih yang menyadari toksisitas zat yang mereka gunakan dan menggarisbawahi bahwa kedua tersangka segera menuju ke kamar mandi terpisah setelah "menyerang" Kim Jong Nam. Namun Huong dan Aisyah mengatakan, keduanya berpikir mereka sedang melakukan "prank” untuk sebuah acara TV.

Jaksa Malaysia tidak memberikan alasan mengapa mereka mencabut tuduhan terhadap Siti Aisyah.

Lobi Tingkat Tinggi

Pemerintah Indonesia melakukan lobi yang sangat intensif untuk upaya pembebasan Siti Aisyah. Vietnam, yang baru-baru ini menjadi tuan rumah pertemuan antara Kim Jong Un dan Donald Trump, dipandang kurang keras melakukan lobi untuk proses pembebasan Huong.

Pemerintah Indonesia mengatakan lobi tingkat tinggi yang dilakukan berbuah pembebasan Aisyah dan menduga Aisyah tidak tahu ia sedang "dimanipulasi oleh intelijen Korea Utara."

Pengacara Huong, Hisyam Teh Poh Teik, mengatakan Huong merasa pembebasan Siti Aisyah adalah hal yang tidak adil untuknya karena hakim tahun lalu telah menemukan bukti yang cukup untuk melanjutkan tuduhan pembunuhan terhadap mereka berdua.

"Huong berhak atas pertimbangan yang sama seperti Aisyah," katanya.

Pejabat Malaysia tidak pernah secara resmi menuduh Korea Utara dan telah menjelaskan bahwa mereka tidak ingin proses pengadilan dipolitisasi.

Kim Jong Nam adalah putra tertua dalam generasi keluarga yang berkuasa di Korea Utara saat ini. Dia telah tinggal di luar negeri selama bertahun-tahun tetapi bisa dianggap berpotensi sebagai ancaman terhadap kekuasaan Kim Jong Un.

na/ts (ap, dpa,rtr)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
AS Cekal Panglima Militer Myanmar terkait Pembersihan Etnis Rohingya
Kamis, 18 Juli 2019 - 08:40 WIB
Amerika Serikat, Selasa (16/7), melarang kunjungan pemimpin militer Myanmar dan tiga perwira tinggi ...
Polisi Italia Tangkap Tokoh Neo-Nazi, Sita Rudal dan Senjata Berat
Kamis, 18 Juli 2019 - 08:40 WIB
Sebuah rudal yang pernah dimiliki oleh angkatan bersenjata Qatar dan disita oleh polisi di Italia da...
Gubernur Rio de Janeiro Samakan Pengedar Narkoba dengan Hizbullah
Kamis, 18 Juli 2019 - 08:40 WIB
Gubernur Rio de Janeiro dari sayap kanan, Wilson Witzel, Selasa (16/7), membandingkan pengedar narko...
Unjuk Rasa di Hong Kong Tak Menunjukkan Tanda Usai
Kamis, 18 Juli 2019 - 08:40 WIB
Colin Wong, seorang demonstran di Hong Kong, mengenal dengan baik pedihnya “semprotan merica”. ...
Menteri Israel Stop Dukung Terapi untuk Ubah Orientasi Seksual Gay 
Kamis, 18 Juli 2019 - 08:40 WIB
Menteri Pendidikan Israel Rafi Peretz, Selasa (16/7), tidak mendukung lagi terapi-terapi untuk mengu...
AS Tangkap Mantan Presiden Peru atas Tuduhan Suap
Kamis, 18 Juli 2019 - 08:40 WIB
Pihak berwenang AS mengatakan, Selasa (16/7), mereka telah menangkap mantan presiden Peru, Alejandro...
Penyintas Persekusi Keagamaan Serukan Tentangan Terhadap Kebencian dan Fanatisme
Kamis, 18 Juli 2019 - 08:40 WIB
Menteri-menteri luar negeri dari 100 negara, Selasa (16/7) bergabung dengan para penyintas pembantai...
Lansia Hong Kong Gelar Protes Dukung Demonstran Muda
Kamis, 18 Juli 2019 - 08:40 WIB
Sekitar 2.000 warga lanjut usia Hong Kong, termasuk seorang aktris populer, menggelar pawai, Rabu (1...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gedung Runtuh di India Naik Jadi 14
Kamis, 18 Juli 2019 - 08:40 WIB
Tim SAR menemukan 14 mayat dan berhasil menyelamatkan 11 orang dari reruntuhan sementara operasi pen...
AS Bersedia Bantu Selesaikan Pertikaian Korsel-Jepang
Kamis, 18 Juli 2019 - 08:40 WIB
Amerika Serikat akan melakukan apa saja yang bisa dilakukan untuk membantu menyelesaikan pertikaian ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_mitra_detail.php
Line: 153
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 154
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once