Ribuan Anggota ISIS di Suriah Menyerahkan Diri
Kamis, 14 Maret 2019 - 08:48 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
DW.com - Ribuan Anggota ISIS di Suriah Menyerahkan Diri

Sekitar 3.000 anggota organisasi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) meninggalkan pertahanan terakhir kelompok itu di Suriah untuk menyerahkan diri kepada pasukan pimpinan Kurdi.

"Jumlah anggota Daesh (ISIS) yang menyerah kepada kami sejak kemarin malam telah meningkat menjadi 3.000 orang," ujar jurubicara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) Mustefa Bali.

SDF menghentikan sementara serangan udara dan menembaki desa Baghouz yang dikuasai ISIS di Suriah timur, pada hari Selasa (12/03) guna memungkinkan orang meninggalkan desa setempat untuk menyerahkan diri.

Persiapan serbuan akhir

Pasukan SDF, yang didukung oleh koalisi pimpinan Amerika Serikat telah membombardir Baghouz sejak hari Minggu.

Seorang komandan pasukan itu mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pasukan sedang bersiap untuk menyerbu desa. "Beberapa ratus" milisi ISIS diyakini masih bertahan, demikian klaim koalisi pimpinan AS.

Akhir dari 'kekhalifahan'

Pasukan SDF telah berulang kali menunda serangan mereka di Baghouz karena sejumlah besar warga sipil – yang kebanyakan adalah para istri milisi dan anak-anaknya- masih berada di desa itu.

Sekitar 60.000 orang telah meninggalkan Baghouz sejak Desember silam, demikian menurut Syrian Observatory for Human Rights yang bermarkas di Inggris. Diperkirakan 10 persen dari mereka bisa menjadi pejuang ISIS. Di luar Baghouz, milisi ISIS terus beroperasi di daerah-daerah terpencil di negara itu.

Pada tahun 2014, kelompok militan mengambil keuntungan dari kekacauan perang saudara Suriah untuk mencaplok sejumlah besar wilayah di negara itu dan negara tetangga Irak dalam upaya untuk mendirikan "kekhalifahan."

ap/na (amp/se/AFP/ Reuters)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Laporan media internasional tentang pemilihan umum di Indonesia 2019 antara lain menyebutkan sebagai...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Mantan Presiden Peru, Alan García, tewas bunuh diri dengan cara menembak dirinya ketika polisi da...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Hasil quick count yang dilakukan oleh Lembaga Survei Charta Politika Indonesia menunjukkan pasangan ...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Pelaksanaan pemilu serentak di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), disebut "berjalan...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Korea Utara mengklaim telah menguji coba senjata model baru "yang dipandu secara taktis". ...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Pengiriman pertama bantuan kemanusiaan dari Palang Merah tiba di Venezuela hari Selasa (16/4), menga...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Setelah lima tahun dan dua misi penyelamatan yang gagal, seorang nenek warga Australia bertemu lagi ...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Hanya beberapa hari yang lalu, Severine Vilbert berjalan-jalan di sekitar Notre Dame dengan putri su...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Pemerintah AS pada Rabu (17/4) akan mengumumkan sanksi tambahan terhadap Venezuela, serta Kuba dan N...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Para pakar memperingatkan penunjukan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) baru-baru ini oleh AS sebagai ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)