Mengapa selalu saja ada orang yang mengaku nabi di Indonesia?
Elshinta
Kamis, 14 Maret 2019 - 08:48 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Mengapa selalu saja ada orang yang mengaku nabi di Indonesia?
ABC.net.au - Mengapa selalu saja ada orang yang mengaku nabi di Indonesia?

Indonesia adalah sebuah negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia. Tapi di saat yang sama, selalu ada yang mengaku nabi dengan jumlah pengikut mencapai ribuan orang.

Nabi-nabi dari Indonesia

  • Banyak orang yang mengaku telah menerima wahyu langsung dari Tuhan dan malaikat
  • Jejaring sosial membuat keberadaan agama baru semakin terlihat
  • Ada di antara mereka yang telah diseret ke pengadilan, bahkan dihukum penjara

Beberapa dari mereka bahkan pernah terjerat hukum pasal penistaan agama dan penipuan karena dianggap menyebarkan ajaran sesat.

Profesor Al Makin dari UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta mengatakan kepada ABC Indonesia bahwa kemunculan orang-orang yang mengaku nabi sering kali terjadi saat situasi politik dan ekonomi di Indonesia tidak menentu.

"Keberadaan mereka disebabkan ketidakpastian dari suhu perpolitikan yang tidak menentu," ujar Profesor Al Makin merujuk pada kondisi saat berakhirnya rezim Presiden Suharto pada 1998, di mana ada "ledakan nabi-nabi" di Indonesia.

Menurutnya, kemunculan "nabi-nabi" sering kali merupakan upaya mencari jawaban atas ketidakpuasan sosial dengan pendekatan Islam dan Kristen yang sudah dikenal sebelumnya.

Dilihat dari sejarah, sudah ada sekitar 600 orang di Indonesia yang mengaku mendapat wahyu sejak zaman penjajahan Belanda, menurut Profesor Al Makin.

Meski Indonesia memiliki tradisi keberagaman budaya dan agama, suhu perpolitikan dan gerakan konservatif telah menyeret orang-orang yang mengaku nabi ke urusan hukum.

Padahal menuurt Profesor Al Makin keberadaan nabi-nabi ini bukanlah sebuah hal baru, karena sudah ada sejak lama dan menunjukkan betapa Indonesia memiliki kekayaan spritual.

Meminta izin untuk pendaratan UFO

20 tahun lalu, salah satu fenomena yang menarik perhatian adalah sosok Lia Aminuddin, yang lebih dikenal sebagai Lia Eden.

Mantan perangkai bunga asal Jakarta ini percaya bahwa ia telah bertemu sosok Jibril dan mengangkatnya sebagai reinkarnasi Bunda Maria dalam ajaran Kristen — atau Maryam dalam Al Quran — dan memiliki misi menyelamatkan orang di Hari Kiamat.

Perempuan yang kini berusia 70 tahun itu juga mendirikan sebuah kerajaan dengan pengikut yang sering terlihat memakai pakaian serba putih, yang menurut mereka untuk menjaga kesucian dan kemurnian.

Lia Eden pernah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo untuk memberikan izin pendaratan UFO di Monas, Jakarta.

"Kami berharap Presiden Jokowi bersedia memberikan izin pendaratan UFO kami," kata Lia dalam sebuah surat di bulan Mei 2015 lalu.

Ia pernah masuk penjara di tahun 2006 dan tahun 2009 dengan vonis terbukti melakukan tindak pidana yang melukai perasaan umat beragama.

Profesor Al Makin menilai, mengingat Indonesia secara sejarah dibangun di atas keberagaman, mengkriminalisasi seseorang karena kepercayaan adalah pendekatan yang salah.

"Fenomena nabi-nabi palsu ini harusnya dilihat sebagai sebuah tes seberapa jauh negara kita menghormati dan mentoleransi agama dan kepercayaan lainnya," ujar penulis buku Nabi-Nabi Nusantara itu.

"Sayangnya kita tidaklah setoleran itu, banyak di antara mereka yang dibawa ke pengadilan, dipenjara, dan bahkan dituduh gila."

Memiliki ribuan pengikut

Akhir tahun 2018 lalu, sosok Sensen Komara dari Jawa Barat ramai diperbincangkan setelah mengaku mendapat wahyu dari Tuhan lewat mimpinya. Ia diperkirakan punya 4 ribu pengikut.

Sebagai bagian dari ajarannya, ia mengubah syahadat dengan mengganti nama Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah dengan namanya sendiri.

Ia dijerat pasal penistaan agama setelah ajarannya dianggap menyesatkan oleh Majelis Ulama Indonesia, namun kemudian pengadilan memutuskan untuk tidak menjatuhkan hukuman agama dan mengirimnya ke rumah sakit jiwa untuk mengikuti program rehabilitasi kejiwaan.

Namun karena kurangnya dana untuk program rehabilitasi tersebut, ia dilaporkan sejumlah media dikembalikan ke kampungnya dan melanjutkan ajarannya.

Ada pula nama Ahmad Musadeq yang mengaku sebagai nabi baru sekaligus pendiri Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Gerakan ini kemudian dianggap sebagai aliran baru Islam dengan jumlah pengikut lebih dari 55.000 orang dan menjadikannya sebagai salah satu nabi paling populer di Indonesia.

Gafatar masuk dalam organisasi terlarang dan anggotanya menjadi "korban intoleransi, diskriminasi, dan kejahatan terhadap kelompok agama minoritas yang memburuk di Indonesia", menurut Human Rights Watch.

Ribuan orang dilaporkan harus mengungsi setelah rumah mereka dibakar sekelompok orang di Kalimantan Barat tahun 2016 lalu.

Di tahun 2017, Ahmad dijatuhi hukuman penjara selama 5 tahun.

Ikuti berita-berita lainnya dari ABC Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemerintah Trump Klaim Sukses dengan Sanksi Iran
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Pejabat-pejabat Amerika menyatakan telah berbuat banyak untuk meredakan ketegangan dengan Iran dan m...
Aktivis Rohingya Desak AS Lakukan Tindakan Lebih Banyak terhadap Myanmar
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Seorang aktivis Rohingya yang pernah dipenjara mengatakan, Rabu (17/7), larangan berkunjung oleh pem...
Pengacara Berharap Trump dan Khan Bahas Nasib Dokter yang Lacak Bin Laden
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Pengacara dan keluarga Shakil Afridi, dokter Pakistan yang membantu Amerika melacak mantan pemimpin ...
Saudara Pria Pengebom Manchester Diekstradisi ke Inggris
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Adik laki-laki pelaku bom bunuh diri yang bertanggung jawab atas pembunuhan terhadap 22 orang pada k...
Persidangan Kapten Kapal Penyelamat Migran Dijadwalkan Kamis
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Kapten kapal asal Jerman, Carola Rackete, menjadi berita hangat di media internasional karena secara...
Studio Animasi Jepang Dibakar, 13 Orang Dikhawatirkan Tewas
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Setidaknya 13 orang dikhawatirkan meninggal dan puluhan terluka ketika sebuah studio animasi di Kyot...
PM Jepang Hadapi Situasi Sulit Terkait Koalisi Maritim Internasional
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
PM Jepang Shinzo Abe kemungkinan menghadapi tantangan diplomatik keras setelah munculnya permohonan ...
Sedikitnya 23 Diyakini Tewas Akibat Kebakaran di Jepang
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Pihak berwenang di Kyoto, Jepang, mengatakan, sedikitnya 23 orang tewas atau diperkirakan tewas sete...
AS Keluarkan Turki dari Program Jet Tempur F-35
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Amerika Serikat telah mengakhiri keikutsertaan Turki dalam program jet tempur F-35. Keputusan yang d...
Kecelakaan Mobil di Turki, 14 Migran Tewas
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Kantor berita pemerintah Turki mengatakan, sebuah kendaraan yang mengangkut migran mengalami kecelak...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_mitra_detail.php
Line: 153
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 154
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once