Gunakan Jeansnya Sebagai Pelampung, Pria Ini Bertahan Tiga Jam di Laut
Kamis, 14 Maret 2019 - 08:48 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
ABC.net.au - Gunakan Jeansnya Sebagai Pelampung, Pria Ini Bertahan Tiga Jam di Laut

Arne Murke, seorang pria asal Jerman yang terjatuh dari atas kapal yacht akibat cuaca buruk di perairan Selandia Baru, berhasil menyelamatkan diri dengan memanfaatkan celana jeansnya sebagai pelampung.

Pria berusia 30 tahun ini pekan lalu sedang berlayar bersama saudaranya di teluk Tolaga Bay, saat kapal mereka bergerak di luar kendali dan mengakibatkan dia terjatuh ke laut.

Saudaranya berusaha menolong dengan melemparkan pelampung, namun sialnya, dia tak berhasil meraih pelampung tersebut.

Tak lama berselang, dalam kondisi cuaca buruk, Murke pun terseret gelombang dan semakin menjauh dari kapal.

"Untung saja saya tahu caranya memanfaatkan celana jeans itu," ujar Murke kepada media setempat, New Zealand Herald.

"Tanpa jeans itu saya tidak akan berada di sini sekarang. Celana itu menyelamatkanku," tambahnya.

Cara Murke menjadikan celana jeansnya sebagai pelampung, yaitu dengan membuat simpul di bagian ujung kaki celana, lalu menariknya ke atas untuk mendapatkan udara di bagian dalam celana.

Dia kemudian menjadikan celana itu sebagai jaket pelampung dengan udara yang terperangkap di bagian dalamnya.

Dia bertahan sekitar tiga jam dalam kondisi seperti itu sebelum regu penyelamat tiba dengan helikopter.

"Untung saja kapal yacht itu punya radio VHF dan suar darurat untuk menarik perhatian," kata Chris Henshaw dari regu penyelamat setempat.

"Tanpa alat komunikasi dan suar yang tepat, situasinya mungkin berbeda," tambahnya.

Menurut laporan media, kedua bersaudara yang berkunjung ke Selandia Baru sebagai turis ini, menerima kerjaan untuk mengirimkan kapal pesiar ke Brasil.

Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Laporan media internasional tentang pemilihan umum di Indonesia 2019 antara lain menyebutkan sebagai...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Mantan Presiden Peru, Alan García, tewas bunuh diri dengan cara menembak dirinya ketika polisi da...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Hasil quick count yang dilakukan oleh Lembaga Survei Charta Politika Indonesia menunjukkan pasangan ...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Pelaksanaan pemilu serentak di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), disebut "berjalan...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Korea Utara mengklaim telah menguji coba senjata model baru "yang dipandu secara taktis". ...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Pengiriman pertama bantuan kemanusiaan dari Palang Merah tiba di Venezuela hari Selasa (16/4), menga...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Setelah lima tahun dan dua misi penyelamatan yang gagal, seorang nenek warga Australia bertemu lagi ...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Hanya beberapa hari yang lalu, Severine Vilbert berjalan-jalan di sekitar Notre Dame dengan putri su...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Pemerintah AS pada Rabu (17/4) akan mengumumkan sanksi tambahan terhadap Venezuela, serta Kuba dan N...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Para pakar memperingatkan penunjukan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) baru-baru ini oleh AS sebagai ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)