PM China Tak Sebut Made In China 2025 dalam Laporan Tahunan
Kamis, 14 Maret 2019 - 08:48 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
VOA Indonesia - PM China Tak Sebut Made In China 2025 dalam Laporan Tahunan
Untuk pertama kali dalam beberapa tahun terakhir, Laporan Kerja tahunan Pemerintah China, Perdana Menteri China Li Keqiang tidak menyebut "Made in China 2025", rencana ambisius negara itu untuk mencapai dominasi teknologi tinggi, sehingga membuat analis bertanya-tanya apakah China akan merombak total rencana itu atau tetap melakukannya secara diam-diam. Made in China 2025 sangat bergantung pada subsidi pemerintah bagi perusahaan-perusahaan China dan kemampuan mereka memperoleh teknologi baru yang mencakup 10 sektor berbeda seperti mobil listrik, bio-medis yang terus berkembang, teknologi informasi masa depan, robotika canggih dan kecerdasan buatan. Rencana itu adalah bagian dari kebijakan industri China yang lebih luas yang tertuang dalam rencana Lima Tahun ke-13, yang menjabarkan tujuan pemerintah dari tahun 2016 sampai 2020. Namun, rencana itu menimbulkan kekhawatiran, karena China menggunakan alih teknologi paksa dan target-target tertentu itu untuk merebut pangsa pasar sampai pada tahun 2025. Rencana itu selama ini menjadi fokus diskusi antara Amerika dan perunding China. Amerika menuntut diakhirinya subsidi bagi perusahaan lokal dalam rencana itu. Amerika juga menginginkan China tidak lagi melakukan praktik-praktik perdagangan yang tidak adil, mencakup alih teknologi secara paksa dari perusahaan-perusahaan asing. Sebagian besar teknologi yang digunakan di China dalam 10 sektor yang terdaftar tersebut berasal dari sumber asing. (ka)
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 22 April 2019 - 09:29 WIB
Tuduhan kubu Prabowo yang menuding lembaga pembuat quick count pemilu 2019 "didanai" kubu Jokowi dit...
Senin, 22 April 2019 - 09:29 WIB
Calon presiden Prabowo Subianto menyebut lembaga survei yang mengeluarkan quick count atau hitung ce...
Senin, 22 April 2019 - 09:29 WIB
Anggota parlemen dan lembaga pembela tenaga kerja migran di Malaysia mempertanyakan putusan Pengadil...
Senin, 22 April 2019 - 09:29 WIB
Para pemenang World Press Photo 2019 atau Foto Pers Dunia 2019 telah diumumkan. Mereka terpilih dari...
Senin, 22 April 2019 - 09:29 WIB
Hampir 15 juta orang tinggal dan mencari nafkah di antara sampah kota yang menggunung di seluruh dun...
Senin, 22 April 2019 - 09:29 WIB
Tradisi Muda Tuan Ma mengawali Kamis Putih sebelum prosesi Jumat Agung di Larantuka, Flores Timur, t...
Senin, 22 April 2019 - 09:29 WIB
Ketika dokter membubuhkan tanda tanya dalam kolom jenis kelamin di dokumen kelahiran anaknya, Cather...
Senin, 22 April 2019 - 09:29 WIB
Seusai hasil hitung cepat beberapa lembaga survei yang mengatakan Joko Widodo - Maruf Amin memenangk...
Senin, 22 April 2019 - 09:29 WIB
Desa Sardonoharjo, di Sleman, Yogyakarta, memiliki peraturan khusus yang menolak politik uang. Desa ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)