Siapa yang Pelihara Demokrasi Hong Kong dan Siapa Pula yang Menyabotade? Inilah Penjelasan Buku Putih Dewan Negara Tiongkok
Elshinta
Kamis, 23 Desember 2021 - 10:12 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Siapa yang Pelihara Demokrasi Hong Kong dan Siapa Pula yang Menyabotade? Inilah Penjelasan Buku Putih Dewan Negara Tiongkok
CRI - Siapa yang Pelihara Demokrasi Hong Kong dan Siapa Pula yang Menyabotade? Inilah Penjelasan Buku Putih Dewan Negara Tiongkok

Pemilihan dewan legislatif ke-7 Daerah Administrasi Khusus Hong Kong Tiongkok telah berakhir dengan lancar. Kantor Penerangan Dewan Negara Tiongkok merilis buku putih Perkembangan Demokrasi Hong Kong di bawah ‘Satu Negara Dua Sistem’ pada hari Senin kemarin (20/12), yang secara sistematis menilik kembali seluruh proses demokrasi Hong Kong dari awal yang tidak dimiliki warga Hong Kong hingga perkembangannya hingga saat ini. Buku putih secara menyeluruh memaparkan pendirian berprinsip pemerintah pusat yang mendukung Hong Kong mengembangkan sistem demokrasi sesuai dengan keadaannya sendiri. Siapa yang memelihara dan mengembangkan demokrasi Hong Kong? Siapa pula yang merusak dan menghalangi demokrasi Hong Kong? Terkait dua masalah fundamental tersebut, buku putih telah memberikan jawabannya secara tegas.

Meninjau kembali sejarah di masa lampau, ternyata selama satu setengah abad yang lalu, pihak penguasa kolonial Inggris berulang kali melarang diadakannya reformasi demokrasi di Hong Kong, sehingga masyarakat Hong Kong sama sekali tidak memiliki demokrasi apa pun. Warga Hong Kong baru saja menjadi tuan di negerinya sendiri setelah kembali ke pangkuan tanah air Tiongkok pada tahun 1997, dan sejak itulah baru menangani urusan administrasinya secara mandiri dalam kerangka ‘Satu Negara Dua Sistem’.

Praktik telah membuktikan bahwa gagasan ‘Satu Negara Dua Sistem’ serta sistem demokrasi yang diimplementasikan oleh PKT dan pemerintah Tiongkok di Hong Kong sesuai dengan keadaan riil Hong Kong, dan secara fundamental menjamin warga Hong Kong memiliki hak demokrasi dan kebebasan yang luas. Pemerintah pusat telah secara kontinu memberikan upaya besar untuk mendorong perkembangan demokrasi di Hong Kong.

Buku putih tersebut menunjukkan, selama lebih dari 20 tahun yang lalu, masalah-masalah utama yang timbul dalam proses perkembangan demokrasi Hong Kong merupakan masalah terkait perpecahan dengan anti perpecahan, subversi dengan anti subversi serta intervensi dengan anti intervensi. Kekuatan anti Tiongkok dan perusuh Hong Kong beserta kekuatan musuh eksternal di baliknya adalah biang keladi utama yang menghalangi perkembangan demokrasi Hong Kong.

Di dunia ini tidak ada standar demokrasi yang bisa diberlakukan untuk semua daerah. Hanya demokrasi yang sesuai dengan keadaan riil dan dapat menyelesaikan masalah sendiri, barulah demokrasi yang baik. Hasil praktik selama 24 tahun yang lalu membuktikan bahwa secara membabi buta meniru demokrasi Barat hanya akan menimbulkan kekacauan di Hong Kong. Demokrasi Hong Kong harus menempuh jalan perkembangannya sendiri, harus mematuhi gagasan ‘satu negara dua sistem’ serta UU Pokok Hong Kong, melaksanakan prinsip ‘pemerintahan Hong Kong oleh warga Hong Kong’, bertolak dari keadaan riil dan mendorongnya secara teratur berdasarkan hukum. Pemerintah pusat selalu berperan sebagai pemimpin, pendukung dan pendorong kokoh perkembangan demokrasi Hong Kong, selalu menjadi pembela kepentingan fundamental seluruh masyarakat Hong Kong. Sabotase dari kekuatan eksternal mana pun pasti akan gagal. Jalan demokrasi Hong Kong pasti akan berprospek semakin cerah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Xi Jinping Temui Presiden Serbia Aleksandar Vucic
Selasa, 08 Februari 2022 - 08:59 WIB
Presiden Tiongkok Xi Jinping hari ini (5/2) di Balai Agung Rakyat mengadakan pertemuan dengan Presid...
Dua Kegiatan Penting pada Hari Pembukaan Olimpiade Musim Dingin Beijing
Selasa, 08 Februari 2022 - 08:59 WIB
Kemarin, Pemimpin Tertinggi Tiongkok Xi Jinping sibuk dua hal yang penting, yaitu pembicaraan dengan...
Xi Jinping dan Peng Liyuan Adakan Jamuan Malam Sambutan Untuk Tamu-Tamu Mulia
Selasa, 08 Februari 2022 - 08:59 WIB
Presiden Tiongkok Xi Jinping dan istrinya Peng Liyuan sore tadi (5/2) di Ballroom Emas Balai Agung R...
Presiden Xi Jinping Sampaikan Ucapan Selamat atas KTT Uni Afrika ke-35
Selasa, 08 Februari 2022 - 08:59 WIB
Presiden RRT Xi Jinping kemarin (5/2) menyampaikan ucapan selamat atas KTT Uni Afrika ke-35. Presid...
Presiden Xi Jinping Bertemu Sekjen PBB
Selasa, 08 Februari 2022 - 08:59 WIB
Presiden RRT Xi Jinping kmearin sore (5/2) mengadakan pertemuan dengan Sekjen PBB António Gut...
CMG Dukung dan Partisipasi Penuh dalam Upacara Pembukaan Olimpiade Dingin Beijing
Selasa, 08 Februari 2022 - 08:59 WIB
Tiongkok telah mementaskan upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 yang indah, luar bi...
Wamenlu Tiongkok: Kembangkan Semangat Olimpiade, Rintis Masa Depan Manusia yang Lebih Indah
Selasa, 08 Februari 2022 - 08:58 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok Ma Zhaoxu mengatakan, Olimpiade Musim Dingin Beijing tidak hanya ...
CMG dan Kantor Berita Emirat Tandatangai Perjanjian Kerja Sama
Selasa, 08 Februari 2022 - 08:58 WIB
Direktur Jenderal China Media Group Shen Haixiong dan Kepala Kantor Berita Emirat telah menandatanga...
Kontingen Tiongkok Raih Medali Emas Pertama
Selasa, 08 Februari 2022 - 08:58 WIB
Tim estafet beregu campuran skat cepat Tiongkok hari ini (6/2)sukses meraih medali emas dengan hasil...
Tepati “Janji Olimpiade Musim Dingin”, Tambahkan “Daya Hidup Musim Semi” ke Hubungan Tiongkok-Rusia
Selasa, 08 Februari 2022 - 08:58 WIB
Olimpiade Musim Dingin ke-24 telah resmi dibuka di Beijing pada hari Jumat malam lalu(4/2). Upacara ...
InfodariAnda (IdA)