10 Negara Paling Bahagia dan Paling Sedih Sejagat, RI Masuk yang Mana?
Elshinta
Rabu, 10 April 2019 - 08:51 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
10 Negara Paling Bahagia dan Paling Sedih Sejagat, RI Masuk yang Mana?
Cermati.com - 10 Negara Paling Bahagia dan Paling Sedih Sejagat, RI Masuk yang Mana?

Sedih dan bahagia ternyata bukan hanya menggambarkan perasaan manusia dan makhluk bernyawa lain, tapi juga sebuah negara. Tentu saja diukur dengan standar tertentu, sehingga ada julukan negara paling bahagia dan paling menyedihkan di dunia ini.

Laporan World Happiness Report 2019 yang dilakukan Sustainable Development Solutions Network untuk PBB telah merilis daftar negara paling bahagia di dunia. Tercatat ada 156 negara masuk daftar tersebut yang diurutkan berdasar indeks. Dari yang tertinggi hingga terendah (dari skala 0-10).

Indeks kebahagiaan ini diraih masing-masing negara lewat beberapa indikator penilaian. Yakni, pendapatan per kapita, dukungan sosial, usia harapan hidup, kebebasan menentukan pilihan hidup, kemurahan hati atau kedermawanan, dan indeks persepsi korupsi.

Baca Juga: 20 Orang Terkaya Di Indonesia

 

10 Negara Paling Bahagia di Dunia

bendera Finlandia
Finlandia berada di ranking 1 negara paling bahagia di dunia

Negara yang mendapat predikat paling bahagia tentu saja negara dengan skor tertinggi untuk semua indikator tersebut. Berikut 10 negara paling bahagia versi World Happiness Report 2019:

1. Finlandia (7,769)

2. Denmark (7,600)

3. Norwegia (7,554)

4. Islandia (7,494)

5. Belanda (7,488)

6. Swiss (7,480)

7. Swedia (7,343)

8. Selandia Baru (7,307)

9. Kanada (7,278)

10. Austria (7,246)

10 Negara Paling Sedih di Dunia

afghanistan
Afghanistan termasuk negara yang paling tidak bahagia di dunia

Dalam laporan tersebut, ada negara-negara yang berada di peringkat terbawah dengan skor atau poin terendah dari 156 negara yang disurvei, sehingga dijuluki negara paling tidak bahagia. Berikut 10 negara paling sedih di dunia:

1. Sudan Selatan di peringkat 156 (2,853)

2. Republik Afrika Tengah di peringkat 155 (3,083)

3. Afghanistan di peringkat 154 (3,203)

4. Tanzania di peringkat 153 (3,231)

5. Rwanda di peringkat 152 (3,334)

6. Yaman di peringkat 151 (3,380)

7. Malawi di peringkat 150 (3,410)

8. Suriah di peringkat 149 (3,462)

9. Botswana di peringkat 148 (3,488)

10. Haiti di peringkat 147 (3,597).

Baca Juga: Ranking Kemudahan Berusaha Turun, Indonesia Masih Jadi Primadona Tujuan Investasi Dunia?

Di mana Posisi Indonesia?

Indonesia
Indonesia ranking 92 negara paling bahagia di dunia

Penasaran Indonesia berada di urutan ke berapa? Ya, posisi Indonesia ada di tengah-tengah. Di ranking 92 dalam laporan World Happiness Report 2019. Posisinya naik 4 peringkat dibanding tahun sebelumnya yang bertengger di urutan 96 dari 156 negara. Jika dibandingkan negara yang sama-sama memiliki basis penduduk terbesar, seperti China, Indonesia masih unggul. Namun di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), Indonesia kalah bahagia dari Malaysia (80), Filipina (69), Thailand (52), dan Singapura (34).

Memang sih ya, orang Indonesia itu terkenal suka menebar senyum, ramah meski sedang dirundung berbagai persoalan hidup. Itulah kultur bangsa ini, “makan nggak makan asal kumpul.” Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun pernah menyampaikan pidato soal hal tersebut.

“Kita mungkin bukan yang paling maju, tapi kita salah satu orang paling bahagia di dunia,” kata Jokowi beberapa waktu lalu merespons hasil riset perusahaan asal Amerika Serikat (AS) Gallup yang menyebut Indonesia adalah salah satu dari 8 negara paling bahagia di dunia.

Sebetulnya di Tanah Air sendiri, sudah ada laporan yang menunjukkan bahwa orang Indonesia cukup bahagia dari beberapa dimensi kehidupan. Tercatat indeks kebahagiaan di Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 70,69 pada skala 0-100 di tahun 2017. Angkanya naik dari capaian tahun 2014 yang ada di level 68,28.

Jika dibedah lebih dalam, kebahagiaan orang Indonesia tidak hanya karena uang (skor 62,99) dan jabatan (67,15). Tapi bersal dari keharmonisan keluarga (80,05), hubungan sosial (75,45), hubungan positif dengan orang lain (71,93), kesehatan (71,12), maupun rasa aman (77,15) dan perasaan senang (75,06).

Tips Supaya Hidup Lebih Bahagia

Bahagia
Tips Supaya Hidup Lebih Bahagia

1. Dekatkan diri pada Tuhan

Menurut hasil penelitian Pew Research Center yang dikutip dari Republika.co.id, orang yang aktif beragama atau religius bisa merasa lebih bahagia. Kuncinya mendekatkan diri pada Tuhan, banyak bersyukur, dan berpikir positif. Dengan begitu, kamu tidak akan pernah merasa sendiri karena Tuhan selalu ada. Memberimu kekuatan dan membantu menyelesaikan setiap masalahmu. Dijamin hidupmu akan dikeliling kebahagiaan.

2. Perbanyak bergaul dan tertawa

Orang Indonesia suka banget sama yang namanya nongkrong, ngumpul, dan ngobrol ngalor ngidul soal apapun. Pantas saja kedai kopi selalu ramai. Inilah yang memicu rasa bahagia. Berkumpul dengan banyak orang, bercengkerama, sampai tertawa bersama untuk menghilangkan stres, meningkatkan kebahagiaan.

3. Rutin Berolahraga

Rajin berolahraga ternyata bisa bikin kamu bahagia. Sebab orang yang rutin olahraga akan meningkatkan hormon serotonin, pemicu rasa bahagia yang sangat baik bagi pikiran dan jiwamu. Olahraga adalah salah satu cara tepat menjaga kesehatan, tubuh tetap bugar. Kalau sehat, makan apa saja terasa enak, pergi berlibur ke manapun jadi asyik, sehingga kebahagiaan terus berlipat. Jangan lupa lindungi diri dengan asuransi kesehatan.

Negara Makmur, Rakyat Sejahtera

Jika masyarakat bahagia, produktivitas dan kontribusinya ke negara pun akan naik. Ekonomi Indonesia akan bangkit, dan pendapatan meningkat. Dari situ, pemerintah harus hadir untuk melakukan perbaikan di segala bidang, sehingga rakyat Indonesia makin sejahtera dan bahagia.

Baca Juga: Peringati Hari Oeang, Begini Cara Nyata Mencintai Rupiah

 
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mahkamah Konstitusi minta KPU dan tim hukum Jokowi tidak persoalkan revisi gugatan tim Prabowo dalam sidang perdana sengketa pilpres
Senin, 17 Juni 2019 - 06:21 WIB
Majelis hakim Mahkamah Konstitusi akan menggelar sidang kedua pada Selasa (18/6) dengan agenda mende...
Ustaz Firanda ditolak di Aceh karena lebih cenderung ke Wahabi dan untuk mencegah kekacauan masyarakat
Senin, 17 Juni 2019 - 06:21 WIB
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Muslim Ibrahim, membenarkan bahwa memang ada warga y...
Sri Lanka: Jatuh cinta dengan musuh, kisah dari perang saudara
Senin, 17 Juni 2019 - 06:21 WIB
Melihat Gauri Malar dan Roshan Jayathilake bermain dengan anak mereka yang berumur 11 bulan, Anda ta...
Mengapa pendiri Apple dan Facebook justru batasi anak menggunakan produk teknologi di rumah
Senin, 17 Juni 2019 - 06:21 WIB
Sebagian pembuat aplikasi dan teknologi yang banyak kita pakai saat ini, sekarang sedang berusaha ag...
Mengapa ada orang yang pemalu?
Senin, 17 Juni 2019 - 06:21 WIB
Bagi orang-orang tertentu, bergaul di pesta atau berbicara di depan umum terasa seperti mimpi buruk....
WHO jabarkan fenomena kelelahan bekerja, apa itu dan bagaimana mengatasinya?
Senin, 17 Juni 2019 - 06:21 WIB
Jika Anda mengatakan Anda menderita burnout pada awal 1970-an, Anda mungkin membuat beberapa orang k...
Hoaks: Mengapa ada orang yang mudah terhasut dan ada yang kebal?
Senin, 17 Juni 2019 - 06:21 WIB
Sekarang ini semakin banyak berita bohong atau hoaks yang beredar dan membuat sebagian orang kehilan...
Pebulutangkis Malaysia Lee Chong Wei pensiun: Saya berjuang habis-habisan untuk negara
Senin, 17 Juni 2019 - 06:21 WIB
Mantan pebulutangkis nomor satu dunia, Lee Chong Wei, memutuskan untuk pensiun dari dunia badminton ...
Krisis Sudan: Bagaimana konflik bermula, mengapa dunia internasional tidak bertindak dan semua yang perlu Anda ketahui
Senin, 17 Juni 2019 - 06:21 WIB
Sudan mengalami krisis politik setelah pasukan keamanan melepaskan tembakan ke arah pengunjuk rasa p...
Misteri malam pengantin: Tradisi menguping di negara-negara Kaukasus dan melihat seprai di pagi hari
Senin, 17 Juni 2019 - 06:21 WIB
Elmira - bukan nama sebenarnya - berusia 27 tahun, dan bekerja sebagai penerjemah. Suaminya dipilihk...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_mitra_detail.php
Line: 151
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 154
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once