A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/lib/php/sessions/ci_sessionper76vn861s2kk668uc3d2dgqagde0mv): failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 174

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/lib/php/sessions)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 143

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

Uni Eropa dan Inggris Setuju Tunda Lagi Brexit Sampai Akhir Oktober
Uni Eropa dan Inggris Setuju Tunda Lagi Brexit Sampai Akhir Oktober
Jumat, 12 April 2019 - 08:58 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
DW.com - Uni Eropa dan Inggris Setuju Tunda Lagi Brexit Sampai Akhir Oktober

Setelah perundingan alot sampai larut malam di Brussel, para pemimpin negara anggota Uni Eropa akhirnya sepakat menawarkan perpanjangan waktu untuk Brexit sampai 31 Oktober 2019.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Theresa May melakukan kunjungan khusus ke Berlin dan Paris untuk menemui Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Emmanuel Macron dan memohon perpanjangan waktu lagi.

Perundingan hari Rabu (10/4) di Brussel berlangsung alot, karena Perancis sebelumnya hanya setuju memberi perpanjangan waktu "beberapa minggu saja", agar Inggris "secepat mungkin bisa meninggalkan Uni Eropa". Namun Jerman mengusulkan waktu yang lebih panjang "sampai setahun". Akhirnya disepakati batas waktu 31 Oktober 2019 sebagai kompromi. Syaratnya: Inggris harus ikut dalam pemilu Eropa akhir Mei mendatang.

Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan, perpanjangan itu diharapkan membuka kemungkinan bagi Inggris "menemukan solusi terbaik."

"Malam ini Dewan Eropa memutuskan untuk memberikan kepada Inggris perpanjangan fleksibel... hingga 31 Oktober. Ini berarti tambahan enam bulan lagi untuk Inggris," kata Donald Tusk dalam konferensi pers tengah malam.

Inggris akan pergi 'sesegera mungkin'

PM Inggris Theresa May bisa bernafas lega dengan keputusan itu, karena seharusnya batas waktu yang sudah diperpanjang untuk Brexit berakhir 12 April. Theresa May segera bereaksi setelah mendengar kesepakatan itu dan mengatakan, dia berjanji untuk berupaya keras agar Inggris bisa "pergi sesegera mungkin." Dia mengatakan bahwa dia "dengan tulus menyesali" fakta bahwa dia belum berhasil membujuk parlemen Inggris menyepakati sesuatu untuk proses Brexit.

"Saya tahu ada banyak frustrasi dari banyak orang, karena saya harus meminta perpanjangan ini," kata Theresa May.

Dia mengatakan akan berupaya agarPerjanjian Brexityang dia rundingkan dengan Uni Eropa dan sudah ditolak tiga kali ditolak oleh parlemen bisa diterima mayoritas anggota parlemen dalam triga minggu ke depan. Perpanjangan waktu yang diberikan Uni Eropa "memungkinkan kita untuk melakukan itu," katanya.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa perundingan pada "malam yang intens" itu menunjukkan kesatuan Uni Eropa. "Bagi Jerman, satu hal jelas: kami berjuang dan mengupayakan Inggris keluar dari Uni Eropa secara teratur," kata Merkel.

'Jangan buang waktu ini'

Donald Tusk mengatakan kepada wartawan, bahwa selama enam bulan perpanjangan waktu itu, proses Brexit "akan sepenuhnya berada di tangan Inggris." Jika Inggris meratifikasi Perjanjian Brexit, maka Inggris bisa langsung meninggalkan Uni Eropa saat itu juga, tanpa menunggu lebih lama lagi. Donald Tusk memperingatkan: "Tolong jangan buang waktu lagi."

Presiden Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker juga mengatakan dia puas dengan hasil perundingan dan perpanjangan waktu tambahan yang diberikan kepada Inggris, namun dia mengingatkan bahwa Uni Eropa tidak akan menegosiasikan ulang Perjanjian Brexit yang sudah ada.

"Perjanjian Brexit harus dihormati secara keseluruhan," kata Juncker. Dia juga menegaskan lagi bahwa Inggris harus berpartisipasi dalam pemilihan Uni Eropa pada bulan Mei. "Itu mungkin tampak aneh, tetapi aturan adalah aturan dan kita harus menghormati hukum Eropa," tandasnya.

hp/vlz (rtr, afp, dpa)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Laporan media internasional tentang pemilihan umum di Indonesia 2019 antara lain menyebutkan sebagai...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Mantan Presiden Peru, Alan García, tewas bunuh diri dengan cara menembak dirinya ketika polisi da...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Hasil quick count yang dilakukan oleh Lembaga Survei Charta Politika Indonesia menunjukkan pasangan ...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Pelaksanaan pemilu serentak di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), disebut "berjalan...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Korea Utara mengklaim telah menguji coba senjata model baru "yang dipandu secara taktis". ...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Pengiriman pertama bantuan kemanusiaan dari Palang Merah tiba di Venezuela hari Selasa (16/4), menga...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Setelah lima tahun dan dua misi penyelamatan yang gagal, seorang nenek warga Australia bertemu lagi ...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Hanya beberapa hari yang lalu, Severine Vilbert berjalan-jalan di sekitar Notre Dame dengan putri su...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Pemerintah AS pada Rabu (17/4) akan mengumumkan sanksi tambahan terhadap Venezuela, serta Kuba dan N...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Para pakar memperingatkan penunjukan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) baru-baru ini oleh AS sebagai ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)