Game of Thrones: Inilah Tokoh Penjahat Perang Terburuknya
Elshinta
Jumat, 12 April 2019 - 08:58 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Game of Thrones: Inilah Tokoh Penjahat Perang Terburuknya
DW.com - Game of Thrones: Inilah Tokoh Penjahat Perang Terburuknya

Penyiksaan, perlakuan tidak manusiawi, kekerasan seksual dan pengerahan prajurit anak-anak – semua hal ini muncul berkali-kali sepanjang tujuh musim pertama dari serial yang mendunia, Game of Thrones. Setiap tindakan-tindakan dalam film ini bisa dikategorikan kejahatan perang, kata lembaga palang merah.

Palang Merah Australia menemukan setidaknya ada sebanyak 103 pelanggaran hukum perang dari serial populer keluaran HBO ini. Penelitian ini baru saja dipublikasikan hari ini, jelang peluncuran episode perdana musim ke-8 serial Game of Thrones, 12 April.

Analisis ini bukan untuk merayakan kesuksesan serial ini, melainkan untuk membangun kesadaran soal perlindungan hukum humaniter internasional dan untuk memperlihatkan kemalangan para korban perang di seluruh dunia.

Palang Merah Australia mencatat setiap kekerasan yang diperbuat oleh tokoh-tokoh utama serial. Berikut adalah daftar tindakan kejahatan perang terburuk dari Game of Thrones:

- Ramsay Bolton, salah satu tokoh yang paling keji. Dia Bolton menduduki posisi teratas dengan total 17 tindakan kejahatan perang, termasuk menyiksa, menyandera dan memerkosa.

- Daenerys Targaryen, si ibu naga, menduduki posisi ke dua dengan total 15 tindakan kekerasan. Utamanya ia menggunakan api naga yang menimbulkan cidera berlebihan atau kesakitan yang tidak perlu.

- Roose Bolton, ayah Ramsay ini menduduki posisi ke tiga dengan delapan kekerasan, termasuk diantaranya penyiksaan dan pembunuhan yang disengaja – Terutama atas peran kuncinya dalam episode Red Wedding "Pernikahan Merah” yang mengejutkan.

- Jon Snow dan The Night King, keduanya ada diperingkat ke empat dengan masing-masing enam perbuatan kekerasan. Keduanya mengerahkan tentara anak-anak. Kejahatan lain yang juga dilakukan The Night King antara lain perbudakan dan penyerangan terhadap objek keagamaan dan budaya.

Bagaimana dengan Joffrey?

Bagi Anda yang familiar dengan serial adaptasi buku karya George R. R. Martin ini pasti penasaran dengan peringkat tokoh utama lainnya.

Terlepas dari kekejamannya di awal-awal musim, Joffrey Baratheon hanya tercatat tiga kali melakukan tindak kekerasan, yakni sengaja membunuh prajurit yang terluka dan juga tanahan.

Ibunya, Cersei Lannister juga melakukan tindak kekerasan sebanyak tiga kali, termasuk penyanderaan dan pengkhianatan, serta melanggar sumpah untuk bersikap baik. Palang Merah Australia melihat kejahatan yang dilakukan Cersei berada di luar konflik bersenjata. Kejahatan yang dilakukan antara lain pembunuhan ratusan orang dengan cara membakar rumah ibadah di King's Landing.

Bagaimana mereka menganalisis serial ini?

Palang Merah Australia mengumpulkan sukarelawan yang adalah ahli di bidang hukum humanitarian internasional. Mereka diminta untuk menonton setiap episode di tujuh musim pertama. Tindakan para tokoh dikategorikan sebagai tindak kejahatan perang, jika mereka melakukannya dalam adengan konflik bersenajata. Para sukarelawan juga mencatat jenis kejahatan lain yang terjadi di luar konflik bersenjata, tapi ini tidak dihitung sebagai kejahatan perang.

Apa yang dikategorikan sebagai kejahatan perang?

Hukum internasional yang tercakup dalam Konvensi Jenewa mengatur tindakan perang. Contoh hal yang dibahas dalam konvensi ini adalah pelarangan penyiksaan dan perlakukan tidak manusiawi kepada tahanan perang dan warga sipil. Konvensi Jenewa juga menyatakan bahwa rumah sakit dan petugas pelayanan kesehatan harus dilindungi. Hal ini juga berlaku untuk obyek budaya dan keagamaan. Konvensi Jenewa juga mengatur batasan penggunaan senjata untuk menghindari luka-luka yang tidak diperlukan.

"Analisis kami memang hanya berdasarkan pada cerita fun-fiction, tapi hukum perang adalah hal yang serius. Hukum perang setiap harinya melindungi kehidupan orang-orang yang tidak atau tidak lagi menjadi bagian dari sebuah konflik – termasuk warga sipil, prajurit terluka dan tahanan,” kata Palang Merah Australia dalam sebuah pernyataan. ga/hp

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
HUT Jakarta: Becak di hadapan wajah baru ibu kota
Selasa, 25 Juni 2019 - 08:49 WIB
Seakan tak terpengaruh oleh panas terik, Rusyid mengayuh becak miliknya di sekitar Pasar Petak Sembi...
Krisis Teluk: Utusan Kemenlu Inggris peringatkan Iran agar hentikan serangan di Teluk Oman
Selasa, 25 Juni 2019 - 08:49 WIB
Utusan Kementerian Luar Negeri Inggris, Andrew Murrison, memperingatkan Iran agar "menghentikan" ser...
Air Canada: Seorang perempuan yang ketiduran selama penerbangan ditinggal sendirian di dalam pesawat
Selasa, 25 Juni 2019 - 08:49 WIB
Seorang perempuan mengatakan ia ditinggalkan sendirian di pesawat Air Canada setelah ketiduran selam...
Sofyan Basir didakwa membantu transaksi suap proyek PLTU Riau
Selasa, 25 Juni 2019 - 08:49 WIB
Mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir, didakwa membantu dugaan tran...
Kenapa anak-anak perempuan luput dari ADHD?
Selasa, 25 Juni 2019 - 08:49 WIB
Lebih banyak bocah laki-laki yang didiagnosa mengidap ADHD daripada anak-anak perempuan. Tetapi bany...
Gempa bumi berkekuatan 7,4 di Maluku Tenggara, guncangannya terasa di Darwin, Australia
Selasa, 25 Juni 2019 - 08:49 WIB
Gempa tektonik berkekuatan 7,4 yang berpusat di wilayah Laut Banda, Maluku Tenggara, Senin (24/06),...
Prancis hadapi gelombang panas melebihi 40 derajat Celcius
Selasa, 25 Juni 2019 - 08:49 WIB
Prancis bersiap menghadapi gelombang panas dengan suhu yang diperkirakan melebihi 40C pada pekan ini...
Ekrem Imamoglu: Inikah politikus yang menjadi saingan berat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan?
Selasa, 25 Juni 2019 - 08:49 WIB
Sampai enam bulan lalu, hanya sedikit orang di Turki yang mengetahui Ekrem Imamoglu, pejabat daerah ...
Dunia Arab dalam tujuh grafik: Apakah orang Arab mulai meninggalkan agama?
Selasa, 25 Juni 2019 - 08:49 WIB
Semakin banyak orang Arab menyatakan bahwa mereka tidak lagi relijius, menurut survei terbesar dan p...
Wacana Jokowi rangkul Gerindra bisa mengarah ke koalisi gemuk yang sarat kepentingan
Selasa, 25 Juni 2019 - 08:49 WIB
Meski sengketa hasil pemilihan presiden masih disidangkan di Mahkamah Konstitusi, petahana Presiden ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_mitra_detail.php
Line: 151
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 154
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once