Jelang Pemilu, Rakyat Australia Semakin Tak Percaya Politisi
Jumat, 12 April 2019 - 08:58 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
ABC.net.au - Jelang Pemilu, Rakyat Australia Semakin Tak Percaya Politisi

Rakyat Australia kini semakin tidak percaya bahwa para politisi akan mampu memperbaiki perekonomian, di tengah persiapan parpol menyambut pemilu 18 Mei 2019 mendatang.

Hal itu terungkap dalam dari survei paling lengkap mengenai pemilu dan sikap pemilih yang digelar The Australian Election Study.

Kecenderungan ini jelas menjadi kekhawatiran para pemimpin parpol, baik dari pemerintah maupun oposisi, yang menjanjikan pihaknya sebagai yang paling dipercaya dalam mengurusi perekonomian.

Peneliti dari Australian National University Jill Sheppard mempersiapkan survei tersebut dan menyebutkan sejumlah masalah penting yang akan jadi perhatian.

Ketika mengumumkan pada Kamis (11/4/2019) pagi bahwa pemilu akan diselenggarakan 18 Mei, Perdana Menteri Scott Morrison melontarkan pertanyaan "siapa yang lebih dipercaya dalam memperkuat perekonomian".

Menurut survei dalam pemilu sebelumnya, dari lebih 12 ribu pemilih, dua pertiga mengatakan pemerintah "tidak membuat banyak perbedaan" terhadap keuangan negara selama setahun sebelumnya.

Ini adalah angka tertinggi selama ini dalam survei.

"Pemilih yang percaya soal ekonomi, cenderung memilih Partai Liberal, dan mereka yang mementingkan soal kesehatan, pendidikan dan ketimpangan sosial, mereka memilih Partai Buruh," kata Dr Sheppard.

"Tetapi bila orang tidak percaya bahwa pemerintah bisa memperbaiki ekonomi, maka Partai Liberal harus berjuang lebih keras menyakinkan warga," katanya.

Kepercayaan terhadap pemerintah

Hanya satu dari empat warga Australia menyatakan bahwa mereka yang berada di pemerintahan bisa dipercaya.

"Kurangnya rasa ingin tahu dan juga kurangnya reaksi warga terhadap pemerintah itu mengkhawatirkan," kata Dr Sheppard.

"Tetapi ini sesuatu yang bisa diperbaiki oleh partai, dan mereka mungkin akan memperbaikinya selama lima sampai 10 tahun ke depan, jadi kita tidak perlu khawatir dengan struktur demokrasi."

Minat pada debat politik

Debat yang menampilkan para pemimpin partai bicara berapi-api sering menjadi bagian dari kampanye.

Namun menurut Dr Sheppard, hanya sedikit sekali pemilih yang menonton langsung debat politik.

Dia mengatakan debat itu kebanyakan untuk konsumsi pengamat politik dan pentingnya kemenangan debat untuk bisa mempengaruhi pemilih terlalu dibesar-besarkan.

"Kita tidaklah akan mengubah pilihan berdasarkan apa yang terjadi selama masa kampanye, kebanyakan pemilih sudah memutuskan pilihan sebelum itu," kata Dr Sheppard.

Pemilu online pertama

Pemilu Australia 2019 ini mungkin menjadi pemilu pertama dimana warga mengikuti perkembangan lewat internet dibandingkan televisi.

Ini adalah perkembangan baru, namun Dr Sheppard mengatakan dominasi media online di Australia saat ini tidak bisa diremehkan begitu saja.

"Bukan berarti kita akan mengikuti kampanye lewat internet atau media sosial, tapi kita akan melihat berita pemilu online sesuai kehendak kita sendiri," katanya.

Perpindahan suara pemilih

Berpindah suara bagi pemiih tradisional sebenarnya jarang terjadi dalam pemilu di Australia walau fenomena ini sekarang meningkat.

Bila kecenderungan itu berlanjut maka di tahun 2019 akan lebih banyak pemilih memilih partai baru dibandingkan mereka yang memilih partai yang sama seperti pemilu sebelumnya.

"Lebih kecil kemungkinan memilih partai pilihan orangtua kita, dan mereka cenderung yang menentukan pilihan kita sebelumnya," kata Dr Sheppard.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Laporan media internasional tentang pemilihan umum di Indonesia 2019 antara lain menyebutkan sebagai...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Mantan Presiden Peru, Alan García, tewas bunuh diri dengan cara menembak dirinya ketika polisi da...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Hasil quick count yang dilakukan oleh Lembaga Survei Charta Politika Indonesia menunjukkan pasangan ...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Pelaksanaan pemilu serentak di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), disebut "berjalan...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Korea Utara mengklaim telah menguji coba senjata model baru "yang dipandu secara taktis". ...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Pengiriman pertama bantuan kemanusiaan dari Palang Merah tiba di Venezuela hari Selasa (16/4), menga...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Setelah lima tahun dan dua misi penyelamatan yang gagal, seorang nenek warga Australia bertemu lagi ...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Hanya beberapa hari yang lalu, Severine Vilbert berjalan-jalan di sekitar Notre Dame dengan putri su...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Pemerintah AS pada Rabu (17/4) akan mengumumkan sanksi tambahan terhadap Venezuela, serta Kuba dan N...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Para pakar memperingatkan penunjukan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) baru-baru ini oleh AS sebagai ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)