Sekjen PBB Serukan Gencatan Senjata di Libya
Jumat, 12 April 2019 - 08:58 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
VOA Indonesia - Sekjen PBB Serukan Gencatan Senjata di Libya
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyerukan diakhirinya pertempuran yang pecah pekan lalu antara saingan politik Libya untuk menguasai ibukota, Tripoli. "Masih ada waktu untuk menghentikannya. Masih ada waktu untuk gencatan senjata untuk menghentikan permusuhan dan menghindari yang terburuk, yang akan menjadi pertempuran berdarah dramatis bagi Tripoli," kata Guterres kepada wartawan Rabu malam setelah mengadakan pertemuan tertutup dengan Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara selama lebih dari dua jam. "Masih ada waktu untuk mengakui bahwa tidak ada penyelesaian militer. Hanya solusi politik yang bisa diterapkan pada situasi seperti di Libya," katanya. Guterres mengunjungi Libya minggu lalu. Hanya beberapa jam setelah ia meninggalkan negara itu, pasukan yang setia kepada Jenderal Khalifa Haftar mendesak maju dari posisi mereka di timur ke Tripoli, yang dikendalikan oleh Dewan Presiden dan Perdana Menteri Fayez al-Serraj yang didukung PBB. Guterres bertemu dengan kedua pemimpin itu selama misinya. "Jelas seruan saya agar tidak terjadi serangan dan agar permusuhan  dihentikan, tidak didengar," kata sekjen PBB itu. "Namun saya kira jika kita melihat situasi hari ini, jelas  situasinya sangat berbahaya, dan kita benar-benar harus menghentikannya." Pertempuran itu telah membatalkan rencana PBB untuk mengadakan konferensi nasional pada hari Minggu guna mempersatukan pihak-pihak yang bertikai. PBB  pada hari Selasa mengatakan mereka menunda, karena kekerasan membayangi proses politik tersebut. Pada hari Rabu, pertempuran berpusat di pinggiran selatan ibukota, dengan ribuan warga sipil melarikan diri dari rumah mereka. Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengatakan lebih dari 5.800 orang mengungsi pada putaran kekerasan terbaru ini. [my]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Laporan media internasional tentang pemilihan umum di Indonesia 2019 antara lain menyebutkan sebagai...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Mantan Presiden Peru, Alan García, tewas bunuh diri dengan cara menembak dirinya ketika polisi da...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Hasil quick count yang dilakukan oleh Lembaga Survei Charta Politika Indonesia menunjukkan pasangan ...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Pelaksanaan pemilu serentak di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), disebut "berjalan...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Korea Utara mengklaim telah menguji coba senjata model baru "yang dipandu secara taktis". ...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Pengiriman pertama bantuan kemanusiaan dari Palang Merah tiba di Venezuela hari Selasa (16/4), menga...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Setelah lima tahun dan dua misi penyelamatan yang gagal, seorang nenek warga Australia bertemu lagi ...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Hanya beberapa hari yang lalu, Severine Vilbert berjalan-jalan di sekitar Notre Dame dengan putri su...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Pemerintah AS pada Rabu (17/4) akan mengumumkan sanksi tambahan terhadap Venezuela, serta Kuba dan N...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Para pakar memperingatkan penunjukan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) baru-baru ini oleh AS sebagai ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)