Prabowo Terima Keputusan MK, Tapi Tidak Berikan Selamat Pada Jokowi
Elshinta
Senin, 01 Juli 2019 - 08:29 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Prabowo Terima Keputusan MK, Tapi Tidak Berikan Selamat Pada Jokowi
ABC.net.au - Prabowo Terima Keputusan MK, Tapi Tidak Berikan Selamat Pada Jokowi

Pengamat menyayangkan sikap kubu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang dinilai kurang legowo dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan tidak juga memberi selamat kepada Joko Widodo dan Maruf Amin.

Dua kubu tanggapi keputusan MK

  • Kubu Prabowo dan Sandi telah menyatakan menghormati hasil keputusan MK dan meminta pendukung ikut menerimanya
  • Selain mengucapkan terima kasih, kubu Jokowi - KH Maruf mengajak agar rakyat bersatu, tidak ada lagi 01 dan 02
  • Dua pengamat anggap Prabowo masih belum bisa legowo melihat ada sinyal jika memungkinkan akan ambil langkah lain

Menanggapi hasil keputusan MK, Prabowo dalam pidato yang disampaikan di kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan menyatakan sikap kubunya yang menerima dan menghormati putusan MK, meski mengaku kecewa.

Ia juga mengatakan pihaknya akan tetap patuh dan mengikuti jalur konstitusi yaitu Undang-Undang Dasar 1945 dan per-UU yang berlaku.

"Kami menyatakan menghormati hasil putusan MK tersebut, kami serahkan sepenuhnya kebenaran dan keadilan yang hakiki pada Allah SWT, Tuhan YME."

Prabowo juga meminta pendukungnya untuk menerima hasil keputusan MK, meski ia mensinyalkan keinginannya untuk tetap menempuh upaya hukum lanjutan, jika dimungkinkan.

"Saya minta semua pendukung Prabowo - Sandi mari kita tidak berkecil hati, tetap tegar, tenang dan tetap penuh dengan cita-cita mulia, tapi selalu dalam kerangka damai, anti kekerasan dan setia pada konstitusi yaitu UUD 1945.

Prabowo dianggap kurang legowo

Namun dalam pidatonya, tidak terdengar sikap apresiasi yang disampaikan kepada pasangan Joko Widodo dan KH Maruf Amin dan pengamat mengatakan pidato Prabowo pasca putusan MK menunjukan sikap yang masih kurang legowo.

Sejumlah pengamat mengatakan pernyataan Prabowo dinilai masih menyiratkan keraguan dan belum sepenuhnya tuntas atas proses dan kondisi yang terjadi.

Menurut Direktur Perkumpulan Pemilu Dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini sangat disayangkan karena akan menghambat rekonsiliasi pasca pilpres khususnya di akar rumput.

"Rekonsiliasi tidak hanya bermakna dua kubu berdamai, bagi-bagi kekuasaan atau jatah kursi di kabinet," kata Titi Anggraini.

"Tapi rekonsiliasi juga bermakna bagaimana seorang elit mau menerima proses politik ini, siap kalah atau siap menang dan juga kemudian move on"

Menurutnya yang paling penting adalah sikap yang dicontohkan para politisi nantinya akan diikuti dan didengar oleh para pendukungnya.

"Kita lihat bagaimana ketika Prabowo mengatakan lihat dan nonton sidang MK dari rumah saja tidak perlu datang ke MK, memang tetap ada yang datang tapi kan tidak begitu besar dan tidak signifikan,

"Hari ini juga ada seruannya lihat sidangnya dari rumah saja, massa aksi sebelum batas melakukan aksi habis itu massa sudah membubarkan diri, jadi seruan sikap para elit punya dampak besar diikuti pendukungnya," tambahnya.

Sementara itu pengamat politik dan Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti menilai sikap Prabowo yang tidak kunjung legowo hanya akan merugikan dirinya sendiri.

"Dengan tidak keluarnya ucapan selamat bagi pemenang, itu hanya akan membuat citra negatif buat Prabowo kalau dia adalah tidak legowo, tidak bijaksana karena tidak menerima kekalahan."

Ajakan agar rakyat bersatu

Joko Widodo dan KH. Maruf Amin kini memiliki legalitas penuh untuk mengklaim kemenangan dalam Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019, menyusul ditolaknya gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno oleh MK.

Komisi Pemilihan Umum berencana menggelar rapat pleno untuk menetapkan pasangan nomor urut satu sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia terpilih pada hari Minggu (30/6).

Dalam pidato yang disampaikan Joko Widodo tidak lama setelah putusan MK selesai dibacakan, didampingi pasangannya, KH Maruf Amin, ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk kembali bersatu dan melupakan perbedaan pilihan politik.

"Tidak ada lagi 01 dan 02 yang ada persatuan Indonedia. Walau pilihan politik kita berbeda tetapi kita harus saling menghargai, harus saling menghormati," kata Capres Joko Widodo.

Joko Widodo juga menyampaikan ucapan terima kasih dan meminta dukungan dari seluruh rakyat Indonesia.

"Semoga amanah yang kembali diberikan kepada saya sebagai presiden dan KH Maruf Amin sebagai wakil presiden periode 2019 - 2024 dapat kami jalankan sebaik-baiknya untuk mewujudkan pembangunan yang adil dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia."

Jokowi menyampaikan pidatonya di Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur sebelum bertolak ke Osaka, Jepang untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20.

Lainnya halnya dengan kubu Prabowo dan Sandi, Jokowi memberikan apresiasi kepada kubu lawannya dan menganggap mereka juga sebenarnya memiliki tujuan yang sama.

"Saya meyakini kebesaran hati dan kenegarawan sahabat baik saya bapak Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, beliau berdua memiliki visi yang sama dalam membangun Indonesia ke depan." tutupnya.

Sementara sejumlah warga yang ditemui ABC Indonesia mengaku menerima hasilnya dan ada yang berharap agar pemerintah mendatang tidak hanya mengutamakan infrastruktur.

Ikuti berita-berita menarik dari situs ABC Indonesia disini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kebakaran Hutan Amazon, Perancis Ancam Hambat Perjanjian Dagang dengan Amerika Selatan
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:30 WIB
Perancis mengatakan hari Jumat (23/8) akan menghambat usaha mencapai perjanjian dagang besar antara ...
Bolsonaro Perintahkan Tentara Brazil Padamkan Kebakaran Amazon 
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:30 WIB
Presiden Brazil Jair Bolsonaro hari Jumat (23/8) memerintahkan tentara untuk berusaha memadamkan keb...
Putin Perintahkan Tanggapan Setimpal atas Percobaan Rudal Jelajah AS
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:30 WIB
Presiden Vladimir Putin hari Jumat (23/8) memerintahkan militer Rusia untuk mengambil tindakan setim...
Perang Dagang dengan China Meningkat, Trump Umumkan Tarif Baru
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:30 WIB
Presiden Amerika Donald Trump hari Jumat (23/8) mengumumkan kenaikan tarif baru atas barang-barang y...
Polisi Hong Kong Bersiap Hadapi Demonstrasi Besar Akhir Pekan Ini
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:30 WIB
Polisi di Hong Kong sedang bersiap-siap menghadapi kemungkinan demonstrasi besar, karena sebagian p...
Pakar Hewan akan Biakkan Badak Putih yang Hampir Punah
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:30 WIB
Para pakar hewan di Kenya mengatakan hari Jumat (23/8) berhasil mengambil telur-telur dari dua ekor ...
KTT G7 di Biarritz Bahas Kebakaran Hutan Amazon, Anjloknya Pasar Saham dan Perpecahan di Eropa
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:29 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para pemimpin G7 mengadakan KTT di Biarritz, Perancis. Per...
Pesawat Antariksa Rusia Soyuz Gagal Merapat ke Stasiun Antariksa Internasional
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:29 WIB
Sebuah pesawat antariksa Rusia Soyuz gagal merapat ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS) hari Sa...
Pasukan Suriah Rebut Kendali atas Provinsi Hama untuk Pertama Kali Sejak 2012
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:29 WIB
Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa pasukan pemerintah telah menguasai kembali seluruh provinsi...
Trump Hadiri G-7 di Perancis, Santap Bersama Macron
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:29 WIB
Presiden AS Donald Trump berada di Biarritz, Perancis hari Sabtu (24/8) untuk menghadiri KTT G-7, pe...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)