Walau Kuasai Bahasa Inggris, Warga Muslim di Australia Sulit Dapat Pekerjaan
Elshinta
Senin, 15 Juli 2019 - 08:29 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Walau Kuasai Bahasa Inggris, Warga Muslim di Australia Sulit Dapat Pekerjaan
ABC.net.au - Walau Kuasai Bahasa Inggris, Warga Muslim di Australia Sulit Dapat Pekerjaan

Sebuah penelitian terbaru oleh Deakin University menemukan bahwa sebagian warga Muslim di Australia kesulitan mendapatkan pekerjaan, meski tingkat penguasaan bahasa Inggris mereka sangat baik.

Lebih Sulit Dapat Kerja

  • Penelitian tidak menemukan korelasi antara kemampuan berbahasa Inggris yang baik dengan peluang lebih besar mendapatkan pekerjaan di kalangan warga Muslim
  • Sebaliknya, di kalangan pencari kerja non Muslim ditemukan adanya korelasi tersebut
  • Pengamat menilai faktor Islamophobia sebagai salah satu kemungkinan penyebabnya

Penelitian ini tidak bisa memberikan jawaban mengenai mengapa hal tersebut terjadi. Namun seorang pemerhati mengatakan Islamofobia mungkin menjadi salah satu penyebabnya.

Penelitian dari universitas yang berlokasi di Melbourne tersebut menggunakan data hasil Sensus Penduduk dari tahun 2006 dan 2011 mengenai anak-anak migran yang berusia 18 tahun ke atas.

Pada dasarnya mereka menemukan bahwa tingkat pendidikan warga Muslim di Australia meningkat ketika mereka memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik.

Namun tingkat pendidikan tak berkorelasi atau membantu warga Muslim untuk mendapatkan pekerjaan.

Salah satu peneliti, Dr Cahit Guven, tidak bisa memberikan penjelasan pasti mengenai hal itu.

"Bila kita bandingkan imigran non-Muskim dengan bahasa Inggris lebih bagus dan non-Muslim dengan bahasa Inggris lebih buruk, maka yang lebih bagus prospek mendapatkan pekerjannya lebih baik. Artinya mereka akan lebih mudah dapat pekerjaan dan gaji lebih baik," kata Dr Guven seperti dikutip SBS News.

"Namun ketika kami melihat data imigran Muslim, hal itu tidak terjadi."

"Ketika kami membandingkan imigran Muslim dengan bahasa Inggris yang bagus dan yang bahasa Inggrisnya lebih rendah, tidak ada perbedaan dalam prospek mendapatkan pekerjaan."

Walau tidak bisa menemukan alasan mengapa hal tersebut terjadi, Dr Guven mengatakan bahwa penelitian mereka mungkin menunjukkan sejauh ini Austtralia terlalu mementingkan aspek kemampuan berbahasa, dan melupakan aspek lainya.

"Penelitian kami menyimpulkan bahwa kita mungkin perlu waspada, selama ini terlalu menekankan pada kemampuan berbahasa Inggris."

"Tentu saja kita tahu kemampuan berbahasa Inggris penting, namun menurut kami dalam kantong-kantong migran di Australia, misalnya warga Muslim, kemampuan bahasa Inggris bukan satu-satunya hal yang bisa menyelesaikan masalah mereka," kata Guven lagi.

Diskriminasi tanpa sadar

Menanggapi hasil penelitian ini, seorang tokoh masyarakat Muslim di Australia mengatakan adanya bias dan diskriminasi yang mungkin tak disadari sebagai salah satu sebab.

Manajer Umum Dewan Islam Victoria Ayman Islam mengatakan faktor lain seperti misalnya Islamofobia mungkin juga berpengaruh.

"Kita sudah mengetahui adanya contoh diskriminasi atau bias yang tidak disadari dalam proses penerimaan pegawai."

"Memang belum banyak penelitian yang dilakukan namun kita sudah melihat beberapa buktinya."

"Ini khususnya banyak terjadi terhadap warga perempuan, dengan melihat bagaimana mereka berpakaian, melihat namanya, dan juga melihat foto dalam surat lamaran."

Salah seorang warga Muslim yang mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan yang diingininya adalah Yousuf Karimi yang pindah dari Afghanistan ke Australia di tahun 2007 ketika dia baru berusia 17 tahun.

Ketika tiba, prioritas utamanya adalah meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dan mewujudkan mimpinya untuk menjadi orang pertama dalam keluarganya yang mengenyam pendidikan universitas.

Karimi kemudian menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di bidang arsitektur dari salah satu universitas ternama di Melbourne RMIT di akhir tahun 2018.

Sementara hampir semua teman kuliahnya sekarang sudah bekerja di bidang berkenaan dengan arsitektur, Karimi bahkan belum mendapatkan kesempatan wawancara sekalipun walau sudah mengajukan lamaran lebih dari 50 kali.

Sekarang dia bekerja sementara menjadi pegawai toko.

"Ini sangat-sangat mengecewakan. Khususnya ketika kita mendapatkan begitu banyak penolakan," katanya.

Simak berita-berita lainya di ABC Indonesia

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kebakaran Hutan Amazon, Perancis Ancam Hambat Perjanjian Dagang dengan Amerika Selatan
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:30 WIB
Perancis mengatakan hari Jumat (23/8) akan menghambat usaha mencapai perjanjian dagang besar antara ...
Bolsonaro Perintahkan Tentara Brazil Padamkan Kebakaran Amazon 
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:30 WIB
Presiden Brazil Jair Bolsonaro hari Jumat (23/8) memerintahkan tentara untuk berusaha memadamkan keb...
Putin Perintahkan Tanggapan Setimpal atas Percobaan Rudal Jelajah AS
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:30 WIB
Presiden Vladimir Putin hari Jumat (23/8) memerintahkan militer Rusia untuk mengambil tindakan setim...
Perang Dagang dengan China Meningkat, Trump Umumkan Tarif Baru
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:30 WIB
Presiden Amerika Donald Trump hari Jumat (23/8) mengumumkan kenaikan tarif baru atas barang-barang y...
Polisi Hong Kong Bersiap Hadapi Demonstrasi Besar Akhir Pekan Ini
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:30 WIB
Polisi di Hong Kong sedang bersiap-siap menghadapi kemungkinan demonstrasi besar, karena sebagian p...
Pakar Hewan akan Biakkan Badak Putih yang Hampir Punah
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:30 WIB
Para pakar hewan di Kenya mengatakan hari Jumat (23/8) berhasil mengambil telur-telur dari dua ekor ...
KTT G7 di Biarritz Bahas Kebakaran Hutan Amazon, Anjloknya Pasar Saham dan Perpecahan di Eropa
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:29 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para pemimpin G7 mengadakan KTT di Biarritz, Perancis. Per...
Pesawat Antariksa Rusia Soyuz Gagal Merapat ke Stasiun Antariksa Internasional
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:29 WIB
Sebuah pesawat antariksa Rusia Soyuz gagal merapat ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS) hari Sa...
Pasukan Suriah Rebut Kendali atas Provinsi Hama untuk Pertama Kali Sejak 2012
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:29 WIB
Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa pasukan pemerintah telah menguasai kembali seluruh provinsi...
Trump Hadiri G-7 di Perancis, Santap Bersama Macron
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:29 WIB
Presiden AS Donald Trump berada di Biarritz, Perancis hari Sabtu (24/8) untuk menghadiri KTT G-7, pe...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)