Minggu Ini, Gerhana Bulan Terakhir Tahun 2019
Elshinta
Selasa, 16 Juli 2019 - 17:41 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Minggu Ini, Gerhana Bulan Terakhir Tahun 2019
VOA Indonesia - Minggu Ini, Gerhana Bulan Terakhir Tahun 2019
Gerhana bulan terakhir tahun ini akan terjadi minggu ini, yang memungkinkan para penggemar dan pengamat dunia perbintangan dari berbagai belahan dunia untuk menikmati sekilas fenomena di langit tersebut. Gerhana bulan parsial atau sebagian akan terjadi selama bulan purnama, mulai Selasa malam (16/7), dan akan terlihat di Amerika Selatan, Eropa, Afrika, Asia dan Australia. Satu-satunya wilayah yang tidak bisa melihat gerhana seluruhnya adalah Amerika Utara, termasuk Amerika Serikat. Gerhana bulan terjadi pada saat sebagian atau keseluruhan penampakan bulan tertutup oleh bayangan bumi, dan keadaan demikian dapat terjadi pada saat bumi berada di antara matahari dan bulan terdapat pada satu garis lurus yang sama. Sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan, karena terhalang oleh bumi. Garis lurus matahari, bumi dan bulan kali ini menghasilkan gerhana bulan parsial karena bulan akan sedikit miring dari garis langsung bayangan Bumi. Gerhana bulan ini terjadi dua minggu setelah gerhana matahari total terlihat di Amerika Selatan. Fenomena ini mengikuti pola astronomi khas gerhana bulan yang terjadi dalam dua minggu setelah gerhana matahari. Gerhana bulan terakhir terjadi pada bulan Januari 2019 dan terlihat dari Amerika selatan maupun utara, serta bagian-bagian Eropa dan Afrika. Gerhana bulan berikutnya tidak akan terjadi sampai tahun depan, tetapi keempat gerhana yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2020 hanya merupakan gerhana bulan penumbra, yang jauh lebih lemah daripada gerhana sebagian atau gerhana penuh. Selama berlangsungnya gerhana penumbra, bulan melewati bayangan terlemah dari Bumi dan seringkali tidak tampak gelap jika dilihat dengan mata telanjang. Para pakar meramalkan tidak akan ada gerhana bulan total lainnya hingga bulan Mei 2021. Gerhana bulan pada hari Selasa ini (16/7) akan diamati oleh para pengamat benda-benda langit pada waktu yang berbeda-beda di seluruh dunia. Pemirsa di Amerika Selatan akan menjadi yang pertama untuk melihat bayangan Bumi menyentuh permukaan bulan , ketika bulan naik di langit, pada saat bersamaan ketika matahari terbenam pada 16 Juli. Sementara pengamat di Asia dan Australia, akan dapat melihat bulan dalam gerhana saat matahari terbenam pada 17 Juli . Menariknya, gerhana bulan tanggal 16 Juli ini, akan bertepatan dengan peringatan ke-50 peluncuran roket Apollo 11, yang pertama kali mendaratkan manusia di bulan. [lt/es]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gunung berapi: Tiada tanda-tanda kehidupan setelah letusan di Selandia Baru, kata PM Jacinda Ardern
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyatakan tiada tanda-tanda kehidupan di Pulau Putih...
Demo Hong Kong: Potret kemarahan dan rasa putus asa warga selama enam bulan terakhir
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Pada 9 Juni 2019, sebuah aksi unjuk rasa besar-besaran terjadi di Hong Kong - potret amarah warga te...
Kisah Greta Thunberg, remaja yang menantang pemimpin dunia di konferensi perubahan iklim COP25
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Kampanye lingkungan yang menjadi tumpuan jutaan orang yang ingin mengubah pikiran pemimpin dunia dim...
Peleburan tubuh maskulin dan feminin inspirasi film Kucumbu Tubuh Indahku dari tari Lengger Lanang
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Film Kucumbu Tubuh Indahku memenangkan delapan penghargaan Piala Citra 2019, termasuk pada kategori ...
Mengapa kita suka menyiksa diri dengan menyantap makanan super pedas?
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Tahun lalu, para dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebuah rumah sakit di Amerika Serikat berup...
Rusia dilarang berkompetisi di semua ajang olah raga selama empat tahun, termasuk Olimpiade 2020 dan Piala Dunia 2022
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Rusia dikenai larangan berkompetisi di semua ajang olah raga selama empat tahun oleh Badan Anti-Dopi...
Samarinda: Mayat balita tanpa kepala diduga tewas
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Mayat balita tanpa kepala yang ditemukan di saluran drainase Kota Samarinda, pada Minggu (08/12), di...
Miss Universe 2019: Zozibini Tunzi, penyokong kecantikan alami yang tidak pernah dianggap cantik
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
"Saya dibesarkan di dunia di mana perempuan yang tampak seperti saya, dengan jenis kulit seperti say...
Nobel Perdamaian 2019: Abiy Ahmed, filosofi medemer dan pendekatan yang lebih liberal
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Abiy Ahmed telah mengguncang Ethiopia sejak menjadi perdana menteri...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_mitra_detail.php
Line: 157
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 163
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once