Polisi Gunakan Tongkat, Semprotan Merica Terhadap Pengunjuk Rasa di Hong Kong
Elshinta
Selasa, 16 Juli 2019 - 17:41 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Polisi Gunakan Tongkat, Semprotan Merica Terhadap Pengunjuk Rasa di Hong Kong
VOA Indonesia - Polisi Gunakan Tongkat, Semprotan Merica Terhadap Pengunjuk Rasa di Hong Kong
Pengunjuk rasa anti-pemerintah yang berjuang dalam bentrokan dengan polisi di pusat perbelanjaan Hong Kong dinyatakan sebagai “perusuh” oleh pemimpin Hong Kong pro-Beijing, Carrie Lam, Senin (15/7). Lam mendukung tindakan kepolisian, dengan mengatakan bahwa polisi dan para jaksa akan mengajukan tuntutan setelah dilakukan penyelidikan. Polisi menggunakan pentungan dan semprotan merica untuk membubarkan ribuan pengunjuk rasa yang kembali turun ke jalan-jalan di pinggiran kota Hong Kong pada hari Minggu untuk menuntut penarikan penuh rancangan undang-undang yang akan memungkinkan ekstradisi ke daratan China. Mereka juga menuntut pengunduran diri Lam. Protes di Sha Tin berlangsung damai hampir sepanjang hari, tetapi bentrokan terjadi antara polisi dan para demonstran ketika hari menjelang malam. Sebagian pengunjuk rasa berlari ke dalam kompleks perbelanjaan mewah itu, di mana bentrokan berlanjut. Polisi anti huru hara terus menggunakan semprotan merica dan pentungan untuk membubarkan pengunjuk rasa dari mal sementara para pengunjuk rasa terlihat menggunakan payung dan berbagai alat penangkal lain untuk melawan polisi. Para pengunjuk rasa mulai membawa aksi mereka ke daerah-daerah di luar pusat kota Hong Kong dalam upaya untuk menjangkau populasi yang lebih luas. Sha Tin terletak di Wilayah Baru dekat perbatasan dengan daratan China, dan populer di kalangan pengunjung dari China daratan. Pihak penyelenggara unjuk rasa mengatakan, 110.000 pemrotes ikut dalam aksi mereka, sementara polisi menyebut jumlahnya 28.000, menurut badan penyiaran radio dan televisi Hong Kong (RTHK). [lt/ab]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rusia Kritik Uji Rudal Darat AS yang Sebelumnya Dilarang INF
Rabu, 21 Agustus 2019 - 16:47 WIB
Rusia hari Selasa (20/8) mengkritik Amerika Serikat, karena menguji coba rudal darat yang hingga tig...
Staf Konsulat Inggris di Hong Kong Dikabarkan Ditahan di China
Rabu, 21 Agustus 2019 - 16:47 WIB
Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan “sangat prihatin” oleh laporan bahwa seorang karyawan...
Malaysia Larang Pendakwah Muslim India Lakukan Aktivitas Publik
Rabu, 21 Agustus 2019 - 16:47 WIB
Polisi Malaysia mengatakan pendakwah Muslim asal India, yang diburu di India karena dituduh melakuka...
Pemimpin Kashmir yang Dikuasai Pakistan Sambut Baik Prakarsa Trump
Rabu, 21 Agustus 2019 - 16:47 WIB
Presiden wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan menyambut baik upaya-upaya Presiden Amerika Donald T...
Hubungan Mulai Tenang, Menlu China, Jepang Bertemu di Beijing
Rabu, 21 Agustus 2019 - 16:47 WIB
Menteri-menteri luar negeri China dan Jepang telah bertemu di tengah-tengah suasana tenang yang cuku...
Wahana Tak Berawak India Masuki Orbit Bulan
Rabu, 21 Agustus 2019 - 16:47 WIB
Sebuah wahana antariksa tak berawak milik India berhasil memasuki orbit bulan hari Selasa (20/8), me...
Guaido: Pejabat Pemerintahan Maduro Coba Selamatkan Diri Sendiri
Rabu, 21 Agustus 2019 - 16:47 WIB
Pemimpin oposisi dan pemimpin interim Venezuela yang diakui Amerika, Juan Guaido, mengatakan pejabat...
Persetujuan Perdagangan Inggris-AS Pasca Brexit Terancam
Rabu, 21 Agustus 2019 - 16:47 WIB
Anggota-anggota Demokrat di Kongres Amerika mengancam akan memblok setiap persetujuan perdagangan an...
Utusan AS Menuju Doha untuk Pembicaraan dengan Taliban
Rabu, 21 Agustus 2019 - 16:47 WIB
Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan, utusan khusus Amerika untuk Afghanistan sedang melawat ke...
Kelompok Konservatif Korea Selatan Kecam Kebijakan Trump
Rabu, 21 Agustus 2019 - 16:47 WIB
Bukan rahasia lagi bahwa Presiden AS Donald Trump kadang-kadang bersikap lebih ramah terhadap musuh-...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)