Tolak kesepakatan, Presiden Guatemala Tunda Lawatan Ke AS 
Elshinta
Selasa, 16 Juli 2019 - 17:41 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Tolak kesepakatan, Presiden Guatemala Tunda Lawatan Ke AS 
VOA Indonesia - Tolak kesepakatan, Presiden Guatemala Tunda Lawatan Ke AS 
Guatemala, Minggu (14/7), menyatakan menunda lawatan Presiden Jimmy Morales ke Washington untuk membahas kemungkinan negara itu ditunjuk menjadi negara ketiga yang aman bagi pencari suaka. Dalam pernyataan, negara itu menegaskan, tidak ada rencana untuk menandatangani perjanjian semacam itu. Guatemala mengatakan rencana pertemuan Morales dan Presiden Donald Trump pekan ini ditunda sampai Mahkamah Konstitusi Guatemala memutuskan soal itu. Pekan lalu, lima mantan pejabat senior mengajukan banding ke pengadilan untuk memblokir kesepakatan apa pun dengan Amerika yang akan menyatakan Guatemala sebagai negara ketiga yang aman. Kesepakatan itu akan mewajibkan Guatemala memberi suaka kepada migran yang memasuki wilayahnya ketika dalam perjalanan menuju Amerika. Migran dari Honduras dan El Salvador yang menuju perbatasan Amerika-Meksiko biasanya masuk ke Meksiko melalui Guatemala. Dalam sepekan ini, banyak tentangan atas penunjukan Guatemala itu, yang akan menata ulang migrasi di wilayah tersebut. "Pemerintah republik ini menegaskan, kami tidak akan menandatangani perjanjian untuk menjadikan Guatemala negara ketiga yang aman," demikian tertuang dalam pernyataan pemerintah Guatemala. Seorang pejabat senior Amerika mengatakan: "Pertemuan itu sedang dijadwal ulang." [ka/ft]  
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Trump Ingin Rusia Kembali ke Kelompok G7
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Presiden Amerika Donald Trump, Rabu (21/8), mengatakan, ia ingin Rusia kembali dimasukkan ke dalam k...
AS Serukan Kuba Bebaskan Wartawan Pengkritik Pemerintah
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Pemerintah Amerika, Rabu (21/8), menyerukan pada Kuba supaya mencabut tuduhan atas seorang wartawan,...
Dua Tentara AS Tewas Dalam Pertempuran di Afghanistan
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Dua orang tentara Amerika tewas, Rabu (218), di Afghanistan, kata para pejabat Amerika. Ini terjadi ...
PM Islandia Tolak Kunjungan Wapres AS Mike Pence
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Perdana Menteri Islandia Katrin Jakobsdottir mengatakan ia tidak akan berada di ibu kota pada hari W...
Presiden Brazil: LSM yang Sebabkan Kebakaran Hutan
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Presiden Brazil Jair Bolsonaro menuduh sejumlah lembaga swadaya masyarakat atau LSM bertanggung jawa...
Tak Seorang Rohingya pun Muncul untuk Dipulangkan ke Myanmar
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Komisioner pengungsi Bangladesh, Kamis (22/8) mengatakan bahwa tak seorang pun Muslim Rohingya yang ...
Mantan PM Denmark Kecam Trump Soal Anggaran Pertahanan
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Mantan Perdana Menteri Denmark Lars Loekke Rasmussen, Kamis (22/8) mengecam Presiden Amerika Donald ...
Iran Pamerkan Sistem Rudal Jarak Jauh Buatan Dalam Negerinya
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Media pemerintah Iran menyatakan pemerintah, Kamis (22/8) memamerkan sistem rudal jarak jauh yang di...
Trump Bersikeras Katakan Demokrat Buruk Bagi Israel
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Presiden AS Donald Trump bersikeras mengatakan, warga Amerika keturunan Yahudi seharusnya memberik...
Korut Katakan Uji Coba Rudal AS Bisa Picu Perang Dingin Baru
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Seorang juru bicara pemerintah Korea Utara, Kamis (22/8) mengatakan, uji coba rudal jelajah jarak me...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)