Kecam Oxford, RI Anggap Gerakan Benny Wenda Tak Relevan Dengan Papua
Elshinta
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kecam Oxford, RI Anggap Gerakan Benny Wenda Tak Relevan Dengan Papua
ABC.net.au - Kecam Oxford, RI Anggap Gerakan Benny Wenda Tak Relevan Dengan Papua

Pemerintah Indonesia mengecam penghargaan yang diberikan oleh Dewan Kota Oxford kepada Benny Wenda dari Papua Barat. Gerakan yang dirintis dan dilakukan Benny tak lagi dianggap relevan dengan kondisi di Papua Barat, selepas pelariannya ke Inggris.

Poin utama:

  • Indonesia kecam keras penghargaan Dewan Kota Oxford terhadap Benny Wenda yang dianggap sebagai separatis
  • Benny Wenda dinilai Pemerintah Indonesia terlibat dengan kekerasan di Papua
  • Benny Wenda mencari suaka di Inggris tahun 2002

Dalam keterangan resminya (18/7/2019), Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengecam keras penghargaan Freedom of the City of Oxford kepada Benny yang dinilai memiliki rekam jejak kriminal di Papua.

Pemerintah Indonesia menganggap Dewan Kota Oxford tak memahami sepak terjang Benny dan kondisi di Papua serta Papua Barat yang sebenarnya.

Di sisi lain, Indonesia juga menghargai komitmen Pemerintah Inggris.

"Indonesia menghargai sikap tegas Pemerintah Inggris yang konsisten dalam mendukung penuh kedaulatan dan integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia dan karenanya sikap Dewan Kota Oxford tidak punya makna apa pun."

"Posisi Indonesia terhadap kelompok separatisme akan tetap tegas. Indonesia tidak akan mundur satu inci pun untuk tegakkan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia."

Menanggapi penghargaan kepada Benny Wenda, Inggris menegaskan kembali dukungan mereka terhadap Indonesia dan menyebut keputusan Dewan Kota Oxford tak mencerminkan kebijakan mereka.

"Kementerian Luar Negeri (Inggris) ingin menggarisbawahi bahwa posisi lama Pemerintah Inggris di Papua tidak berubah. Kami mendukung integritas wilayah Indonesia dan menganggap Papua sebagai bagian integral dari Indonesia."

"Kehadiran (Benny) Wenda di Inggris tidak berarti bahwa Pemerintah Inggris mendukung posisinya tentang kedaulatan Papua, dan penghargaan oleh Dewan Kota Oxford tidak ada hubungannya dengan kebijakan Pemerintah Inggris."

Juru Bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah, mengatakan penghargan Dewan Kota Oxford bukanlah sesuatu yang istimewa, namun menjadi perhatian karena muatannya.

"Kalau kita bisa bandingkan mungkin dengan pemerintahan di Depok atau kota-kota lainnya, dengan demikian sebenarnya maknanya tidak besar."

"Namun karena seseorang penggiat separatisme, tentunya kita harus menggarisbawahi bahwa apa yang dilakukan ini sudah mengganggu ketertiban publik di Papua," jelasnya kepada awak media di Jakarta (18/7/2019).

Diplomat yang pernah menjadi jubir Kemlu RI di era Presiden SBY ini juga mempertanyakan mekanisme penilaian terhadap Benny, dan mengatakan Pemerintah Indonesia sejatinya telah melakukan upaya protes ke Oxford sejak setahun lalu.

"Award dikaitkan dengan freedom dan perdamaian. Kalau kita melihat track record atau apa yang telah dilakukan oleh seseorang yang bernama Benny Wenda tadi, sejak dia meninggalkan Indonesia di sekitar akhir 90 ya, sudah sangat disconnect, terputus dari realita di Papua."

"Bagaimana Pemerintah telah banyak melakukan pembangunan, telah ada berbagai upaya pemekaran, otonomi khusus diberlakukan."

"Dengan demikian kondisi real di Papua sudah jauh berbeda dan berubah dengan apa yang digiatkannya atau dikampanyekannya dari tempat dia tinggal dengan nyamannya di luar Indonesia, atau di kota Oxford."

Dalam laman resminya, Dewan Kota Oxford menyebut pihaknya memberi penghargaan Freedom of the City of Oxford kepada individu atau institusi yang istimewa dan yang berjasa besar terhadap kota tersebut.

Beberapa tokoh dunia seperti Nelson Mandela dari Afrika Selatan dan Aung San Suu Kyi dari Myanmar pernah menerima penghargaan ini.

Suu Kyi dianugerahi Freedom of the City of Oxford pada tahun 1997, namun gelar tersebut dicabut dari dirinya di tahun 2017, menyusul memanasnya kasus Rohingya.

"Ini adalah penghargaan yang pantas untuk seseorang yang mencari suaka dan tempat perlindungan di Oxford dan yang, bersama keluarganya, kini berkontribusi begitu banyak baik secara lokal maupun di panggung internasional. "

"Benny Wenda adalah diplomat dan pemimpin yang diakui secara internasional untuk gerakan Papua Barat. Sejak diberikan suaka politik di Inggris pada tahun 2002, Wenda telah berjuang tanpa lelah untuk penentuan nasib warga Papua Barat dari pusat kegiatannya di Oxford," ujar Walikota Oxford, Craig Simmons, dalam sambutannya terhadap penghargaan untuk Benny.

Sementara menurut pihak Indonesia, Benny adalah sosok individu yang terkait dengan kekerasan dan pelanggaran hukum.

"Kalau catatan status, apa yang kita miliki dari Kepolisian, yang bersangkutan setidaknya terlibat dalam aksi kekerasan yang dialami polisi. Ada suatu kasus demonstrasi dan kemudian ada polisi yang terbunuh. Itu satu."

"Namun yang paling penting adalah statemen yang muncul belakangan ini tentang dikeluarkannya, belum lama ini, dia mengaitkan bahwa dirinya bertanggung jawab atas perjuangan politik dan perjuangan separatisme bersenjata yang dilakukan di Papua."

Teuku Faizasyah turut mencontohkan satu kasus yang bisa dikaitkan erat dengan Benny.

"Kasus-kasus seperti pembunuhan pekerja konstruksi, diduga mau tidak mau dikaitkan dengan apa yang diklaimnya sebagai pertanggung jawaban dirinya sebagai pemersatu kegiatan politik dan kegiatan bersenjata di Papua."

"Dengan demikian ini menjadi salah satu rujukan yang sudah Pemerintah Indonesia sampaikan ke pihak Oxford."

"Pihak Oxford sudah kita tekankan bahwa ada satu korelasi antara kekerasan yang terjadi di Papua dengan apa yang diklaim Benny Wenda sebagai pimpinan dari gerakan atau kelompok kriminal bersenjata tersebut."

Ikuti berita-berita lainnya di situs ABC Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kebakaran Hancurkan Ribuan Rumah di Kawasan Kumuh Dhaka
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43 WIB
Ribuan rumah di sebuah kawasan kumuh di Dhaka, Bangladesh hancur total dalam kebakaran Jumat (16/8) ...
Demonstran Pakistan Unjuk Rasa Aksi Solidaritas Kashmir
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43 WIB
Demonstran Pakistan pada hari Minggu (18/8) berkumpul di Karachi untuk memprotes dugaan pelanggaran ...
Ditolak Italia, Kapal Penyelamat Migran Tolak Tawaran Spanyol Terima Migran Afrika
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43 WIB
Kelompok kemanusiaan Spanyol pada hari Minggu (18/8) menolak tawaran Spanyol untuk menerima lebih da...
Gletser Pertama Islandia Menghilang Karena Perubahan Iklim
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43 WIB
Banyak orang di Islandia berkumpul pada Minggu (18/8) untuk memberikan ucapan selamat tinggal pada O...
UNICEF: Anak-anak Pengungsi Rohingya Kehilangan Masa Depan yang Layak
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43 WIB
Hasil kajian badan PBB untuk Dana Anak-Anak (UNICEF) menunjukkan lebih dari setengah juta anak pengu...
Kapal Tanker Iran yang Disita, Tinggalkan Gibraltar
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43 WIB
Sebuah kapal tanker Iran meninggalkan Gibraltar, Minggu (18/8), setelah pihak berwenang di sana meno...
Migran yang Putus Asa Melompat dari Kapal 
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43 WIB
Sejumlah migran yang panik di kapal penyelamat Spanyol melompat ke laut Tengah ketika kapal Open Arm...
Palestina: Israel Tewaskan 3 Orang Palestina
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:42 WIB
Pasukan Israel menewaskan tiga laki-laki Palestina dan melukai satu orang, kata Kementerian Kesehata...
Hakim Tunda Sidang Korupsi Kedua Mantan PM Malaysia
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:42 WIB
Sidang kedua mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah ditunda selama seminggu. Najib diduga...
Kebakaran di Kepulauan Canaria, Lebih Dari 400 Dievakuasi
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:42 WIB
Pihak berwenang di Kepulauan Canaria, Spanyol telah mengkonfirmasi evakuasi lebih dari 4.000 orang p...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)