Jual Bagasi di Facebook: Layanan Murah Kirim Barang Australia - Indonesia
Elshinta
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Jual Bagasi di Facebook:  Layanan Murah Kirim Barang Australia - Indonesia
ABC.net.au - Jual Bagasi di Facebook: Layanan Murah Kirim Barang Australia - Indonesia

Peluang bisnis semakin terbuka lebar dengan adanya jejaring sosial, seperti fenomena jasa titip yang semakin populer di kalangan diaspora Indonesia di Australia.

Jastip lewat jejaring sosial

  • Semakin banyak warga diaspora Indonesia di Australia yang menggunakan layanan jastip
  • Biayanya lebih murah dan semakin mudah menemukan penawarannya di Facebook group
  • Waspada jika menitip makanan, terlebih jika membutuhkan waktu berjam-jam sampai diterima

Seperti yang bisa ditemukan di Facebook grup IndoMelb dengan mayoritas beranggotakan warga Indonesia, yang menawarkan jasa titip atau jastip hampir setiap harinya.

Diawali dengan kalimat "Hi, numpang iklan ya," hingga "Numpang jual bagasi, siapa tahu ada yang berminat", kebanyakan dari mereka menawarkan layanan menitip barang bawaan dari Australia.

Tapi ada pula yang menawarkan pengiriman barang dari Indonesia dengan ongkos yang relatif murah.

Dengan biaya $12 - $13, atau sekitar Rp 117 - 127 ribu per kilogramnya, barang yang dititipkan akan sampai ke tangan penerima langsung, baik di Indonesia atau pun di Melbourne.

"Harga lebih murah"

Johanna Dyah Kristanti adalah salah satu di antara banyak penjual bagasi yang memiliki pengalaman baik seputar jastip.

Kini tinggal di Surabaya, ia terbang ke Australia dua tahun sekali untuk mengunjungi tunangannya yang tinggal di Melbourne, Victoria.

Meski merasa belum profesional dalam menjalankan bisnis ini, Johanna dapat meraup keuntungan sebesar $100, atau sekitar 980.000 sekali jalan.

"Cuma sambilan karena banyak temen kuliah dulu yang suka kangen jajan Indonesia," kata guru Bahasa Inggris itu.

"Saya melakukan ini karena saya suka berbelanja. Jadi penghasilan tambahan itu sebenarnya hanya nilai tambah."

Sementara Putty Allamanda Corry adalah pelanggan yang secara rutin mencari penawaran jastip di IndoMelb dalam setahun terakhir.

"Saya cari jasa titip untuk membawakan produk-produk yang saya pakai dan hanya bisa dibeli di Indonesia."

Biasanya ia menitip produk kosmetik ternama di Indonesia dan tidak dijual di Australia.

Menurut pengalaman perempuan asal Malang itu, jasa titip cukup praktis karena penjualnya mudah ditemukan dan selama ini ia mengandalkan Facebook group IndoMelb, yang beranggotakan hampir 7.000 orang.

"Sejauh ini mudah sekali mencari penyedia jasa titip. Ada saja yang pulang-pergi setiap bulannya."

Putty tidak ingin menggunakan jasa ekspedisi karena menurutnya "harga per kilogram yang jastip tawarkan lebih murah dari harga ekspedisi dan tahu jelas kapan sampainya."

Waspada menitip makanan

Tapi ada pula pengalaman yang kurang menyenangkan lewat jastip, khususnya ketika menitip makanan yang dibeli dari Indonesia.

Doni, yang tidak ingin namanya disebutkan, mengaku pernah menitip jajanan dari kota Bandung dengan harga yang cukup mahal, di atas $50 atau lebih dari Rp 500.000.

"Ketika sampai siomaynya ternyata sudah berlendir dan sangat bau sekali," ujarnya yang baru pertama kali menggunakan jastip di grup Indomelb.

Tapi menurutnya ini menjadi pelajaran bagi dirinya dan anggota Indomelb lainnya untuk lebih berhati-hati, terlebih jika memesan makanan.

"Saya lupa kalau dari Bandung, orang tersebut kemudian ke Jakarta dulu, kemudian baru ke Melbourne dengan waktu terbang sekitar 7 jam."

"Coba dihitung sudah berapa lama makanan itu dibawa dalam koper dan bisa berbahaya," ujarnya kepada Natasya Salim dari ABC Indonesia.

Dessy Noviyanti juga pernah mendapatkan pengalaman yang membuatnya sangat khawatir, karena penjual jastip yang "kurang profesional".

"Orang yang bawa barang saya tidak balas pesan saya sampai dua hari," ujarnya yang berasal dari Jakarta dan kini tinggal di Melbourne.

Padahal saat itu, Dessy menitipkan sepasang sepatu yang harus segera ia terima dari Indonesia dalam waktu dua hari.

Lain halnya dengan yang dialami Nusy Febrica, yang awalnya hanya bermaksud membantu temannya yang menjual jasa titip.

"Numpang curhat. Pengalaman bantuin teman posting jastip di sini malah kena yang tidak enak," tulisnya di kolom komentar dalam grup IndoMelb.

Perempuan yang bekerja di Melbourne ini mengatakan kesal karena niat baiknya dibalas dengan perlakuan tidak adil oleh salah satu pengguna jasanya.

"Dari mulai ditanyain agama dan suku saya, sampai apartemen saya dibilang sangat sederhana sekali yang tidak ada tempat parkir padahal jelas-jelas parkirannya banyak," tulis Nusy.

"Dia [calon pembeli] sampai bilang begini [kepada teman Nusy], Mbak, saya tidak jadi titip soalnya daerah rumah teman Mbak itu sederhana sekali yang sampai cari parkiran susah sekali."

Ia mengaku tidak menyangka bahwa di dalam bisnis sesederhana ini pun unsur Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) masih menjadi masalah.

Laporan seputar kehidupan komunitas warga Indonesia di Australia bisa didapatkan hanya di ABC Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gunung berapi: Tiada tanda-tanda kehidupan setelah letusan di Selandia Baru, kata PM Jacinda Ardern
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyatakan tiada tanda-tanda kehidupan di Pulau Putih...
Demo Hong Kong: Potret kemarahan dan rasa putus asa warga selama enam bulan terakhir
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Pada 9 Juni 2019, sebuah aksi unjuk rasa besar-besaran terjadi di Hong Kong - potret amarah warga te...
Kisah Greta Thunberg, remaja yang menantang pemimpin dunia di konferensi perubahan iklim COP25
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Kampanye lingkungan yang menjadi tumpuan jutaan orang yang ingin mengubah pikiran pemimpin dunia dim...
Peleburan tubuh maskulin dan feminin inspirasi film Kucumbu Tubuh Indahku dari tari Lengger Lanang
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Film Kucumbu Tubuh Indahku memenangkan delapan penghargaan Piala Citra 2019, termasuk pada kategori ...
Mengapa kita suka menyiksa diri dengan menyantap makanan super pedas?
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Tahun lalu, para dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebuah rumah sakit di Amerika Serikat berup...
Rusia dilarang berkompetisi di semua ajang olah raga selama empat tahun, termasuk Olimpiade 2020 dan Piala Dunia 2022
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Rusia dikenai larangan berkompetisi di semua ajang olah raga selama empat tahun oleh Badan Anti-Dopi...
Samarinda: Mayat balita tanpa kepala diduga tewas
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Mayat balita tanpa kepala yang ditemukan di saluran drainase Kota Samarinda, pada Minggu (08/12), di...
Miss Universe 2019: Zozibini Tunzi, penyokong kecantikan alami yang tidak pernah dianggap cantik
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
"Saya dibesarkan di dunia di mana perempuan yang tampak seperti saya, dengan jenis kulit seperti say...
Nobel Perdamaian 2019: Abiy Ahmed, filosofi medemer dan pendekatan yang lebih liberal
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Abiy Ahmed telah mengguncang Ethiopia sejak menjadi perdana menteri...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_mitra_detail.php
Line: 157
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 163
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once